Sabtu, 20 Juni 2026
Walisongo Global Media
Culture

Sejarah Sandwich dan Kisah Bangsawan yang Menemukan Ide Kuliner di Meja Judi

Admin WGM - Thursday, 07 May 2026 | 11:00 PM

Background
Sejarah Sandwich dan Kisah Bangsawan yang Menemukan Ide Kuliner di Meja Judi
Sandwich (Kompas /)

Dunia kuliner sering kali melahirkan inovasi dari situasi yang paling tidak terduga. Salah satu contoh paling ikonik adalah lahirnya sandwich, makanan yang kini menjadi menu sarapan dan bekal wajib di seluruh penjuru dunia. Namun, di balik kepraktisannya, tersimpan kisah unik dari Inggris abad ke-18 yang melibatkan seorang bangsawan tinggi, tumpukan kartu judi, dan keinginan untuk makan tanpa harus mengotori tangan. Nama makanan ini diambil dari gelar seorang pria bernama John Montagu, sang Earl of Sandwich ke-4, yang secara tidak langsung merevolusi cara manusia menikmati hidangan cepat saji.

Menurut catatan sejarah yang populer, John Montagu adalah seorang negarawan yang sangat gemar bermain judi kartu. Suatu ketika pada tahun 1762, ia terjebak dalam sebuah permainan judi yang sangat sengit selama 24 jam penuh. Karena tidak ingin meninggalkan meja judi demi makan malam formal yang menggunakan pisau dan garpu, ia memerintahkan pelayannya untuk membawakan sesuatu yang bisa dimakan dengan satu tangan tanpa mengotori kartu-kartunya. Ia meminta potongan daging sapi asin diselipkan di antara dua iris roti panggang. Dengan cara ini, ia bisa tetap memegang kartu dengan tangan kiri dan menikmati makanannya dengan tangan kanan tanpa membuat jari-jarinya berminyak.

Teman-teman judinya yang melihat kepraktisan metode makan tersebut mulai memesan hal yang sama dengan berseru, "Sama seperti Sandwich!" Sejak saat itulah, istilah "sandwich" mulai digunakan untuk merujuk pada konsep roti lapis dengan isian daging atau bahan lainnya. Meskipun konsep memasak daging di dalam roti mungkin sudah ada dalam berbagai bentuk di wilayah Mediterania atau Timur Tengah sebelumnya, populernya istilah ini di Eropa Barat sepenuhnya dikreditkan kepada sang Earl. Inovasi ini segera menyebar dari klub-klub judi eksklusif di London ke kedai-kedai kopi, dan akhirnya menjadi konsumsi massa.

Namun, beberapa sejarawan memiliki sudut pandang yang sedikit berbeda mengenai alasan sebenarnya di balik terciptanya sandwich. Mengingat John Montagu adalah seorang pejabat tinggi angkatan laut (First Lord of the Admiralty) yang sangat sibuk, ada kemungkinan ia mengonsumsi roti lapis di meja kerjanya untuk menghemat waktu saat mengurus urusan negara. Meski demikian, narasi tentang meja judi tetap menjadi legenda yang paling dicintai dan bertahan lama dalam sejarah kuliner. Terlepas dari apakah ia sedang berjudi atau bekerja, poin intinya tetap sama: sandwich diciptakan untuk memenuhi kebutuhan akan makanan yang efisien, portabel, dan tidak merepotkan.

Seiring berjalannya waktu, sandwich berevolusi melampaui sekadar daging sapi dan roti. Pada abad ke-19, saat Revolusi Industri melanda Inggris, sandwich menjadi makanan pokok bagi para pekerja pabrik karena mudah dibawa dan murah. Di Amerika Serikat, sandwich mulai dikenal luas melalui imigran dan terus berkembang dengan berbagai variasi lokal, mulai dari Club Sandwich yang mewah hingga Submarine Sandwich yang berukuran besar. Kreativitas manusia dalam mengisi lapisan roti seolah tidak terbatas, menjadikan sandwich sebagai kanvas bagi berbagai budaya kuliner di dunia.

Keberhasilan sandwich sebagai produk global membuktikan bahwa solusi sederhana untuk masalah praktis sering kali memiliki dampak yang paling luas. Dari sebuah ruangan remang-remang di London, ide John Montagu telah melintasi samudra dan waktu, menyesuaikan diri dengan selera lidah setiap generasi. Kini, saat kita menikmati sepotong sandwich di tengah kesibukan, kita secara tidak langsung sedang mengulang tradisi seorang bangsawan Inggris yang mengutamakan kecepatan dan kemudahan di atas segalanya.

Sebagai penutup, kisah asal-usul sandwich mengajarkan kita bahwa sejarah tidak hanya tertulis dalam dokumen kenegaraan, tetapi juga di atas piring makan kita. Nama "Sandwich" mungkin awalnya merujuk pada sebuah gelar kebangsawanan dan wilayah di Inggris, namun kini ia identik dengan fleksibilitas kuliner. Sebuah penemuan yang berawal dari keengganan untuk berhenti bermain kartu kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup modern yang serba cepat. Mari kita apresiasi John Montagu, sang bangsawan yang saking sibuknya atau saking asyiknya berjudi telah memberi dunia salah satu penemuan kuliner paling jenius sepanjang masa.