Selasa, 26 Mei 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Pujian Setinggi Langit dari Legenda, Veda Ega Pratama Siap Harumkan Nama Indonesia

Admin WGM - Wednesday, 25 March 2026 | 10:30 AM

Background
Pujian Setinggi Langit dari Legenda, Veda Ega Pratama Siap Harumkan Nama Indonesia
Veda Ega Pratama (detikSport /)

Pembalap muda berbakat asal Indonesia, Veda Ega Pratama, kini tengah menjadi pusat perhatian dalam kancah balap motor internasional, khususnya di kelas Moto3. Kehadirannya sebagai pendatang baru atau rookie pada musim balap 2026 tidak hanya membawa harapan bagi penggemar otomotif di tanah air, tetapi juga memicu diskusi hangat di kalangan media dan pengamat olahraga otomotif di Eropa.

Performa impresif Veda di lintasan balap mulai diakui secara luas, salah satunya oleh media ternama asal Italia. Dalam laporan terbarunya, media Italia tersebut menyoroti bahwa Veda Ega Pratama memiliki karakteristik yang sangat berbeda dibandingkan dengan pembalap asal Asia pada umumnya. Selama ini, pembalap dari benua Asia sering kali diidentikkan dengan gaya balap yang cenderung konservatif atau terlalu berhati-hati saat berada di tengah kerumunan pembalap. Namun, Veda justru menampilkan anomali dengan gaya balap yang agresif, berani, dan taktis, menyerupai gaya pembalap-pembalap tangguh dari Eropa.

Pujian serupa datang dari internal timnya sendiri. Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan apresiasi tinggi terhadap adaptasi kilat yang ditunjukkan oleh pemuda asal Gunungkidul tersebut. Aoyama menyebut Veda sebagai sosok rookie yang fantastis. Menurut legenda balap asal Jepang tersebut, kemampuan Veda dalam memahami karakter motor dan menaklukkan sirkuit-sirkuit baru di kalender Moto3 berada di atas rata-rata pembalap seusianya. Kecepatan belajar ini menjadi modal krusial bagi Veda untuk tetap kompetitif di barisan depan meskipun harus bersaing dengan pembalap yang jauh lebih berpengalaman.

Tidak hanya dari pihak mancanegara, dukungan dan analisis mendalam juga datang dari dalam negeri. Mantan pembalap Grand Prix pertama Indonesia, Doni Tata Pradita, turut memberikan pandangannya mengenai talenta juniornya tersebut. Doni menilai bahwa meskipun Veda menyandang status sebagai "anak baru" di kelas Moto3, ia memiliki ketenangan mental yang luar biasa. Ketenangan tersebut sangat terlihat ketika Veda harus menghadapi tekanan di tikungan-tikungan krusial dalam kecepatan tinggi.

Lebih lanjut, Doni Tata mengungkapkan salah satu kelebihan teknis utama Veda, yakni kemampuan dalam melakukan pengereman lambat atau late braking. Teknik ini memungkinkan Veda untuk mempertahankan kecepatan lebih lama di trek lurus sebelum melakukan manuver menyalip secara tajam saat memasuki tikungan. Kemampuan teknis ini, dikombinasikan dengan insting balap yang tajam, membuat Veda menjadi lawan yang sulit diprediksi oleh pembalap lain.

Kehadiran Veda di kelas Moto3 merupakan bagian dari program pembinaan berkelanjutan dari Astra Honda Motor (AHM). Keberhasilannya menembus panggung dunia setelah sebelumnya mendominasi ajang Asia Talent Cup menjadi bukti nyata bahwa sistem pembinaan atlet motor di Indonesia telah berada pada jalur yang benar. Konsistensi Veda dalam meraih poin dan bersaing di posisi sepuluh besar pada seri-seri awal musim ini semakin mempertegas posisinya sebagai calon bintang masa depan di ajang MotoGP.

Kini, fokus Veda Ega Pratama adalah mempertahankan ritme balapnya untuk sisa musim 2026. Dengan dukungan teknis dari Honda Team Asia dan bimbingan dari para ahli, langkah Veda untuk mengibarkan bendera Merah Putih di podium internasional tampak semakin nyata. Dunia kini menanti, sejauh mana pembalap muda yang dijuluki "The Wonder Boy" dari Indonesia ini akan melangkah dalam mengukir sejarah baru di lintasan balap dunia.