Persaingan Sengit Ganda Putra Asia: Indonesia Incar Balas Dendam terhadap Wakil Korea
Admin WGM - Wednesday, 25 March 2026 | 06:30 PM


Persaingan sektor ganda putra pada Kejuaraan Asia 2026 kian memanas seiring munculnya ancaman serius dari pasangan-pasangan unggulan kawasan. Pasangan muda Indonesia, Raymond Indra/Daniel Edgar Marvino (Raymond/Joaquin), kini dalam posisi waspada menyusul performa impresif rival-rival mereka, termasuk ganda putra Malaysia, Chia Weijie/Liew Xun, yang berada di bawah arahan pelatih bertangan dingin, Chia Soh.
Pelatih ganda putra Malaysia dikabarkan memiliki misi khusus untuk merusak dominasi pemain-pemain unggulan di turnamen ini. Hal tersebut menjadi sinyal bahaya bagi Raymond/Joaquin yang harus menunjukkan konsistensi tinggi jika ingin melangkah jauh dalam kejuaraan bergengsi ini. Tekanan tidak hanya datang dari aspek teknis, tetapi juga kematangan strategi yang disiapkan oleh tim lawan.
Di sisi lain, pelatih kepala ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi (Herry IP), memberikan instruksi tegas kepada anak asuhnya untuk mengusung misi balas dendam atau revans. Fokus utama tertuju pada pertemuan potensial melawan pasangan Korea Selatan, Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (Kim/Seo), yang sebelumnya kerap menjadi batu sandungan bagi wakil Merah Putih di berbagai ajang internasional.
"Kami telah melakukan evaluasi mendalam terhadap kekalahan sebelumnya. Saya meminta para atlet untuk tampil lebih berani dan taktis. Ini saatnya bagi kita untuk revans atas Kim/Seo dan membuktikan bahwa kualitas ganda putra Indonesia masih berada di jajaran elite Asia," tegas Herry IP dalam keterangannya menjelang babak utama.
Sementara itu, sorotan juga datang dari kamp pelatihan Malaysia yang secara khusus membedah kekuatan Kim/Seo. Pelatih Malaysia menilai bahwa pasangan Korea Selatan tersebut memiliki pertahanan yang sangat solid, sehingga memerlukan daya gedor ekstra untuk menembusnya. Analisis ini menunjukkan bahwa peta kekuatan ganda putra Asia saat ini sangat merata, di mana setiap kesalahan kecil dapat berakibat fatal bagi peluang meraih gelar juara.
Kejuaraan Asia 2026 di Ningbo ini diprediksi akan menjadi panggung pembuktian bagi regenerasi ganda putra Indonesia. Dengan instruksi khusus dari Herry IP dan bayang-bayang ancaman dari tim Malaysia serta Korea Selatan, perjuangan Raymond/Joaquin dan kawan-kawan akan menjadi ujian mentalitas yang krusial sebelum melangkah ke turnamen level dunia berikutnya.
Next News

Kontrak Bojan Hodak Segera Habis, Persib Disebut Siap Naikkan Gaji Demi Pertahankan Sang Pelatih
in 2 hours

Bangkit dari Keterpurukan Piala Thomas, Fajar/Fikri Fokus Tatap Dua Turnamen Besar
a day ago

Tundukkan Freiburg di Partai Puncak, Magis Unai Emery Kembali Guncang Jagat Sepak Bola
a day ago

Bungkam Lawan di Dublin, Aston Villa Segel Gelar Juara Kontinental yang Bersejarah
a day ago

Pecah Rekor! Calvin Verdonk Jadi Pemain Indonesia Pertama dalam Sejarah Liga Champions
4 days ago

Gresini Racing Rilis Kabar Baik, Alex Marquez Sadar Penuh Usai Tabrakan Mengerikan
4 days ago

Piala Dunia 2026: Penantian 52 Tahun Selesai, Haiti Siap Mengulang Kejutan Sejarah
4 days ago

Fokus Liga Inggris, Bintang Arsenal Christian Norgaard Gantung Sepatu dari Timnas
9 days ago

Batal Balapan di Kandang, Marc Marquez Fokus Pemulihan Pasca-Operasi Ganda
10 days ago

Sandy Walsh Raja Thailand, Indonesia Resmi Kantongi Dua Tiket ACL Elite
10 days ago





