Bangkit dari Keterpurukan Piala Thomas, Fajar/Fikri Fokus Tatap Dua Turnamen Besar
Admin WGM - Thursday, 21 May 2026 | 02:00 PM


Sektor ganda putra bulu tangkis Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, langsung bergerak cepat menggenjot porsi latihan di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur. Langkah intensif ini diambil sebagai respons nyata untuk bangkit setelah skuad Merah Putih mengalami keterpurukan hebat dalam ajang beregu paling bergengsi, Piala Thomas 2026.
Sebagaimana diketahui, Indonesia mencatatkan sejarah kelam di Piala Thomas 2026 setelah dipastikan gagal melaju ke babak gugur untuk pertama kalinya sejak format fase grup diberlakukan pada tahun 1984. Pemegang 14 gelar juara terbanyak sepanjang sejarah tersebut harus tersingkir lebih awal di babak penyisihan Grup D usai kalah bersaing dengan Thailand, serta takluk dengan skor telak 1-4 dari Prancis. Hasil tersebut menjadi cermin tajam bahwa tradisi juara masa lalu tidak lagi menjamin prestasi di tengah pergeseran peta kekuatan bulu tangkis dunia saat ini.
Guna menebus kegagalan besar tersebut, Fajar/Fikri memilih strategi berani dengan sengaja absen dari turnamen Thailand Open 2026 dan Malaysia Masters 2026. Keputusan melewatkan dua turnamen tersebut sengaja diambil agar fokus dan energi mereka tidak terbagi, sehingga dapat memaksimalkan persiapan menghadapi dua ajang super penting terdekat, yakni Singapore Open 2026 dan Indonesia Open 2026. Turnamen Singapore Open dijadwalkan berlangsung pada 26–31 Mei 2026, disusul Indonesia Open pada 2–7 Juni 2026.
Fajar Alfian mengungkapkan bahwa proses adaptasi terhadap karakteristik arena menjadi menu utama latihan mereka saat ini. Dirinya berfokus penuh mengantisipasi kondisi lapangan pertandingan di Singapore Indoor Stadium yang dikenal memiliki hembusan angin cukup kencang. Untuk menyiasati hal itu, pola latihan di Cipayung kini disesuaikan menggunakan shuttlecock (kok) yang berkarakteristik lumayan kencang demi menyerupai kondisi rill di venue pertandingan nanti.
Senada dengan pasangannya, Muhammad Shohibul Fikri menambahkan bahwa seluruh program latihan fisik dan taktik di Pelatnas telah diselaraskan dengan hasil evaluasi mendalam. Mengingat undian atau draw pertandingan untuk kompetisi mendatang sudah resmi dirilis, Fikri berharap kesiapan yang lebih matang ini mampu melahirkan performa serta hasil akhir yang jauh lebih baik daripada turnamen-turnamen sebelumnya.
Di sisi lain, turnamen Indonesia Open 2026 yang akan digelar di Istora Senayan, Jakarta, memiliki arti emosional tersendiri bagi pasangan ganda putra andalan Indonesia ini. Di tengah misi besar untuk mengakhiri dahaga gelar juara bagi publik tuan rumah, Fajar/Fikri mengaku bahwa riuh rendah penonton di Istora senantiasa memberikan suntikan motivasi ekstra. Gemuruh suporter fanatik tanah air yang memadati tribun tidak dianggap sebagai beban, melainkan sebuah pengalaman istimewa yang membuat mereka bertanding dengan semangat yang jauh lebih membara di lapangan.
Next News

Langkah Kaki Sering Terlambat? Ini Trik Menguasai 6 Titik Langkah di Lapangan Badminton
5 days ago

Mengapa Lutut dan Pergelangan Kaki Sering Sakit Setelah Main Badminton? Ini Penyebabnya
5 days ago

Perbandingan Grip Handuk vs Grip Karet: Mana yang Paling Nyaman untuk Tangan Berkeringat?
5 days ago

Hasil Jerman vs Paraguay: Tumbang Adu Penalti, Der Panzer Tersingkir dari Piala Dunia 2026
11 days ago

Janice Tjen Ukir Sejarah di Wimbledon 2026, Singkirkan Unggulan 22 dan Lolos ke Babak Kedua
11 days ago

Aldila Sutjiadi Ukir Sejarah, Jadi Petenis Indonesia Pertama Juara Turnamen WTA 500
11 days ago

Resmi Tinggalkan Persib, Zalnando: Hati Saya Tetap Biru Selamanya
11 days ago

Timnas Voli Putra Indonesia Juara AVC Men's Volleyball Cup 2026, Taklukkan Korea Selatan 3-0
12 days ago

Hasil F1 GP Austria 2026: George Russell Juara, Verstappen Finis Kedua
12 days ago

Veda Ega Pratama Terjatuh di Moto3 Belanda 2026, Gagal Finis Saat Bersaing di Barisan Depan
12 days ago





