Selasa, 28 April 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Perjanjian Invasi Militer AS ke Wilayah Indonesia Jadi Sorotan di Tengah Kunjungan Prabowo Subianto ke Rusia

Admin WGM - Monday, 13 April 2026 | 05:01 PM

Background
Perjanjian Invasi Militer AS ke Wilayah Indonesia Jadi Sorotan di Tengah Kunjungan Prabowo Subianto ke Rusia
Pertemuan Prabowo Putin Moskow (Sekretaris Negara /)

The Sunday Guardian, menyampaikan dokumen pertahanan AS yang dirahasiakan menyebutkan posisi Indonesia masuk dalam rencana untuk mengamankan akses lintas udara menyeluruh bagi pesawat militer Amerika melalui wilayah udara (12/4/2026). Upaya ini menyusul pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden AS Donald Trump di Washington pada Februari lalu. 

Dokumen ini menyinggung perluasan militer AS ke wilayah Indo-Pasifik dengan tujuan agar, Pemerintah Indonesia mengizinkan penerbangan lintas udara secara menyeluruh bagi pesawat AS melalui wilayah udara Indonesia untuk operasi darurat, tujuan tanggap kritis, dan kegiatan terkait latihan yang disepakati bersama. Melansir dari laman Sindonews, perjanjian ini telah mencapai konsensus dengan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin dijadwalkan mengunjungi Washington pada 15 April mendatang dimana diharapkan bahwa mekanisme tersebut akan disetujui. 

Menanggapi hal ini, Kementerian Pertahanan menyampaikan bahwa dokumen yang beredar masih dalam tahap pembahasan internal. Belum ada perjanjian final hingga kekuatan hukum mengikat serta belum dapat dijadikan dasar kebijakan resmi pemerintah. 

"Setiap kemungkinan pengaturan tetap menjamin kewenangan penuh Indonesia untuk menyetujui atau menolak setiap aktivitas di ruang udara nasional," ungkap Kemhan dalam rilis pers dilansir dari laman Katadata, pada Senin, (13/4/2026). 

Posisi demikian menjadi posisi tidak aman bagi Indonesia apabila disetujui, mengingat adanya potensi serangan balik dari musuh AS yang akan melewati Indonesia. Pemerintah Indonesia harus bersikap tegas dan menentukan secara pasti posisi Indonesia di tengah ganasnya konflik global. 

Disamping itu, Presiden Indonesia Prabowo Subianto diagendakan untuk melakukan pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin terkait dengan penguatan kemitraan strategis di tengah dinamika geopolitik global yang kian memanas. Prabowo telah tiba di Bandara Vnukovo-2 , Moskow, Rusia pada Senin (13/4/2026) pukul 07.45 waktu setempat. 

Dilansir dari laman BeritaSatu, Presiden Prabowo disambut oleh perwakilan Rusia yakni Andrey Rudenko Deputy Foreign Minister Rusia, Igor Bogdashev Director of State Protocol Department Rusia, Duta Besar RI untuk Rusia Jose Tavares, dan TNI Budi Susilo Atase Pertahanan RI di Moskow. Pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk mempererat hubungan antara kedua negara, terutama dalam bidang energi dan sektor prioritas lainnya. 

"Pada Tanggal 13 April, Presiden Rusia Vladimir Putin akan mengadakan pembicaraan di Moskow dengan presiden Indonesia Prabowo Subianto, yang akan melakukan kunjungan kerja ke Rusia," tulis pernyataan Kemlu Rusia di Telegram, dilansir dari laman Kompas TV (13/4/2026). 

Pertemuan antara Indonesia dengan Rusia menjadi sorotan media Asing sebagai strategi geopolitik di tengah tekanan kenaikan harga minyak global akibat perang di Timur Tengah. Salah satunya adalah media Prancis, AFP. Konflik Timur Tengah tidak hanya berdampak di Indonesia melainkan seluruh negara yang menjadi konsumen dan produsen minyak mentah, langkah Indonesia demikian menjadi salah satu upaya menjaga stabilitas harga BBM di dalam negeri 

Sementara itu, Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov menyampaikan pada bulan Maret, Rusia terbuka untuk melakukan distribusi minyak ke Indonesia, mengingat posisinya dalam satu organisasi BRICS yang ikut berkembang bersama Rusia dan China.

"Jika Indonesia membutuhkannya, beri tahu kami dan Anda akan mendapatkannya," ungkap Tolchenov saat di pelabuhan Jakarta, dilansir dari laman CNBC, (13/4/2026).  

Kunjungan Prabowo ke Rusia menjadi angin segar yang diapresiasi sekaligus usulan strategis untuk memperluasan bahasan tidak hanya kerja sama ekonomi, tetapi juga mengambil peran sebagai mediator perdamaian. Hal ini disampaikan Anggota Komisi I DPR Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Oleh Soleh yang menekankan bahwa Indonesia bersama Rusia dapat menjadi negosiator penting khususnya mendorong gencatan senjata permanen antara AS dan Iran.