Dinamika Politik AS, DonaldTrump Jadi Target Pen*mb*kan Di Tengah Isu Nuklir Iran
Admin WGM - Monday, 27 April 2026 | 04:37 PM


Insiden baku tembak menegangkan terjadi saat perjamuan makan malam resmi pejabat Amerika Serikat di Washington yang diduga menargetkan Presiden Donald Trump, Sabtu (25/4/2026). Investigasi besar-besaran langsung digelar oleh otoritas federal guna mengungkap pelaku di balik rentetan ancaman keamanan pejabat tinggi negara yang mengarah pada kebijakan luar negeri AS di tengah ketegangan global yang meningkat.
Berdasarkan momen yang dibagikan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, Trump bersama jajaran pejabat tinggi telah melihat secara langsung rekaman CCTV saat terjadinya insiden penembakan di Gedung Putih. Polisi setempat telah mengidentifikasi pelaku penembakan, yakni Cole Tomas Allen (31), warga Torrance, California.
Menurut Trump, pelaku penembakan yang sudah menjadi tersangka tersebut memiliki banyak kebencian di dalam hatinya sejak lama, sehingga hal itu menjadi alasan yang memungkinkan dirinya melakukan tindakan tersebut. Suara tembakan yang terdengar di Gedung Putih pada saat perjamuan makan malam langsung menggerakkan aparat keamanan untuk segera mengevakuasi para pejabat.
Pada hari yang sama (25/4/2026), Trump menyampaikan bahwa Iran dapat menelepon AS untuk melakukan negosiasi guna mengakhiri perang. Pernyataan ini muncul di samping pembatalan kunjungan utusan AS, Steve Witkoff, dan penasihat, Jared Kushner, ke Pakistan akibat penolakan Teheran dalam perbincangan langsung di Washington.
"Jika mereka (Iran—red) ingin berbicara, mereka bisa datang kepada kami atau mereka dapat menghubungi kami. Anda tahu, ada telepon. Kami memiliki saluran yang bagus dan aman," ungkap Trump saat diwawancarai program Fox News, dilansir dari laman Kompas, Senin (27/4/2026).
Sementara itu, pihak Iran yang diwakili Abbas Araghchi melakukan kunjungan singkat ke Islamabad yang bertujuan untuk bertemu jajaran pejabat senior Pakistan sekaligus Perdana Menteri Shehbaz Sharif. Pertemuan ini justru memupuskan perundingan damai dengan AS yang sebelumnya belum menghasilkan kesepakatan apa pun.
"Mereka tahu apa yang seharusnya ada dalam perjanjian. Sangat sederhana, mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir. Jika tidak demikian, tidak ada alasan untuk bertemu," tegas Trump.
Informasi sementara yang dilaporkan media AS, Axios, menyampaikan bahwa Iran telah menyerahkan proposal baru kepada AS melalui Pakistan sebagai mediator. Namun, hingga saat ini belum ada perundingan lebih lanjut terkait dengan kebijakan yang akan berpengaruh pada keamanan global.
Next News

Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Ini Daftar Menteri dan Pejabat yang Dilantik
in 18 minutes

Menepis Isu Miring, Wamenkeu Purbaya Dorong Insentif Rp5 Juta per Motor Listrik ke Presiden
in 2 hours

Demokrasi Diuji, Yusril Sebut Pemerintah Senang Dikritik Saat Feri Amsari Dipolisikan
in 33 minutes

Bukan Sekadar Langganan Zoom, BGN Ungkap Urgensi Anggaran Rp5,7 Miliar untuk Program Gizi
27 minutes ago

Peta Politik Israel Berubah, Dua Mantan PM Bersatu Lawan Kepemimpinan Netanyahu
an hour ago

Gugur di Lebanon, Kopda Rico Pramudia Dapatkan Penghormatan Militer Tertinggi dari PBB
3 hours ago

Pasca-Insiden Penembakan, Trump Tegaskan Posisi Keras Terhadap Konflik Timur Tengah
4 hours ago

Wujudkan Astacita, Pemda Tekankan Pentingnya Sinkronisasi Kebijakan Nasional
5 hours ago

Jangan Sampai Rugi! Cek Daftar Pecahan Rupiah yang Tak Laku Lagi Mulai Tahun Ini
6 hours ago

Eskalasi Tanpa Henti, Lebanon Selatan Menjadi Medan Tempur Mematikan bagi Semua Pihak
8 hours ago





