Sabtu, 11 Juli 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Pemprov DKI Tegaskan Koperasi Kelurahan Merah Putih Bukan Pesaing Ritel dan Warung Kelontong

Admin WGM - Thursday, 18 June 2026 | 02:00 PM

Background
Pemprov DKI Tegaskan Koperasi Kelurahan Merah Putih Bukan Pesaing Ritel dan Warung Kelontong
(suaramerdeka.com/)

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta menegaskan bahwa Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) tidak dibentuk untuk bersaing dengan ritel modern maupun warung kelontong yang sudah lebih dulu beroperasi di tengah masyarakat. Sebaliknya, koperasi tersebut diharapkan menjadi mitra yang dapat memperkuat perekonomian warga dan mendukung perkembangan usaha kecil di tingkat kelurahan.

Kepala Bidang Koperasi Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Olansons, mengatakan berbagai anggapan yang menyebut kehadiran KKMP akan mengurangi pangsa pasar pedagang kecil maupun ritel modern tidak sesuai dengan tujuan pembentukannya. Menurutnya, koperasi hadir sebagai wadah kolaborasi yang dapat membantu mengembangkan usaha masyarakat, bukan sebagai kompetitor.

Ia menjelaskan bahwa salah satu fokus utama KKMP adalah mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar dapat berkembang dan memiliki akses pasar yang lebih luas. Melalui koperasi, pelaku UMKM diharapkan dapat memperoleh dukungan yang memudahkan mereka meningkatkan skala usaha dan daya saing.

Menurut Olansons, KKMP memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi di tingkat kelurahan. Koperasi tidak hanya menjadi sarana transaksi ekonomi masyarakat, tetapi juga berfungsi sebagai penghubung antara pelaku usaha kecil dengan pasar yang lebih besar.

Ia juga menegaskan bahwa modal operasional koperasi berasal dari simpanan pokok dan simpanan wajib para anggota yang merupakan warga setempat. Dengan demikian, koperasi menjadi bentuk pengelolaan ekonomi yang tumbuh dari masyarakat dan hasilnya kembali dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat itu sendiri.

Melalui KKMP, produk-produk yang dihasilkan pelaku UMKM dapat dipasarkan secara lebih luas. Kehadiran koperasi diharapkan mampu menjadi sarana promosi sekaligus distribusi bagi berbagai produk lokal yang selama ini kesulitan menjangkau konsumen yang lebih banyak.

Pandangan serupa juga disampaikan oleh Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas SDM dan Talenta Kementerian Koperasi, Siti Aedah. Menurutnya, KKMP dapat menjadi solusi bagi pelaku UMKM yang selama ini menghadapi kendala untuk masuk ke jaringan perdagangan yang lebih besar.

Ia menilai koperasi dapat berfungsi sebagai etalase bagi produk-produk UMKM sehingga memiliki kesempatan lebih besar untuk dikenal masyarakat. Dengan demikian, aktivitas ekonomi warga dapat semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan sekitar.

Sementara itu, pengurus KKMP di sejumlah wilayah juga menyatakan bahwa koperasi tidak dibangun untuk menciptakan persaingan dengan pelaku usaha yang sudah ada. Salah satunya disampaikan oleh Purwanto, pengurus KKMP Kelurahan Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Menurutnya, koperasi justru sering bekerja sama dengan pelaku usaha lain, termasuk warung kelontong dan toko yang membutuhkan pasokan kebutuhan pokok. Dalam beberapa kesempatan, koperasi bahkan menjadi pemasok sejumlah barang kebutuhan seperti beras dan minyak goreng yang kemudian dijual kembali oleh para pedagang.

Purwanto menambahkan, koperasi memiliki kemampuan menyediakan sejumlah kebutuhan masyarakat dengan harga yang relatif lebih terjangkau dibandingkan jalur distribusi lainnya. Hal tersebut dinilai dapat membantu masyarakat memperoleh barang kebutuhan pokok dengan harga yang lebih kompetitif.

Di Kelurahan Utan Panjang sendiri, banyak warga yang menjalankan usaha mikro, khususnya di bidang makanan rumahan. Karena itu, keberadaan KKMP diharapkan dapat menjadi sarana yang membantu produk-produk lokal tersebut memperoleh akses pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha kecil.

Melalui konsep kolaboratif yang diusung, pemerintah berharap Koperasi Kelurahan Merah Putih dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat tanpa mengganggu keberlangsungan usaha ritel modern maupun warung kelontong yang telah lebih dulu menjadi bagian dari aktivitas ekonomi warga.