Rampung Seleksi Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, Tiga Operator Raksasa Bersiap Dongkrak Jaringan
Admin WGM - Saturday, 11 July 2026 | 01:30 PM


Peta penguasaan spektrum frekuensi telekomunikasi di Indonesia kini resmi mengalami perubahan besar pasca-rampungnya proses seleksi pengguna pita frekuensi radio baru. Kementerian Komunikasi dan Digital mengumumkan hasil akhir lelang frekuensi krusial 700 MHz dan 2,6 GHz yang selama ini menjadi rebutan para operator seluler raksasa tanah air.
Dalam persaingan sengit tersebut, emiten telekomunikasi hasil merger XLSmart menunjukkan agresivitas luar biasa demi mengamankan aset strategis tersebut. Operator ini dikabarkan berani merogoh kocek dan membayar komitmen sebesar Rp 1 triliun demi merebut hak penggunaan pita frekuensi emas yang sangat bernilai tinggi.
Langkah berani XLSmart ini tentu langsung mengubah konformasi persaingan data dengan dua rival utamanya, yakni Telkomsel dan Indosat Ooredoo Hutchison. Ketiga operator terbesar di Indonesia ini sekarang saling memperkuat kepemilikan spektrum mereka demi menjamin kapasitas jaringan yang lebih stabil dan adil ke depan.
Kebutuhan akan tambahan frekuensi ini dinilai sangat mendesak mengingat Indonesia juga tengah bersiap menyongsong era internet masa depan 6G. Penguasaan pita frekuensi rendah dan tinggi menjadi modal dasar bagi industri telekomunikasi dalam negeri agar tidak tertinggal dari perkembangan teknologi global yang masif.
Sejumlah pengamat teknologi menilai bahwa ketersediaan spektrum yang memadai akan menjadi penentu utama kesiapan infrastruktur digital nasional dalam mengadopsi jaringan generasi keenam tersebut. Kecepatan transmisi data yang super tinggi dan latensi rendah hanya bisa dicapai jika pengelolaan frekuensi dilakukan secara optimal sejak dini.
Pemerintah sendiri berharap hasil seleksi ini mampu mendorong percepatan digitalisasi secara merata hingga ke wilayah pelosok dan pulau-pulau terluar Indonesia. Pendapatan negara dari nilai lelang yang fantastis ini juga diproyeksikan akan dialokasikan kembali untuk pembangunan ekosistem teknologi informasi yang lebih inklusif.
Kini, masyarakat luas tinggal menantikan implementasi nyata dari pemanfaatan frekuensi baru tersebut dalam meningkatkan kualitas layanan internet sehari-hari. Kompetisi yang sehat antar-operator diharapkan dapat menghadirkan tarif layanan data yang tetap kompetitif dengan kualitas jaringan yang jauh lebih prima.
Next News

Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 3.889 Orang, PM Vietnam Apresiasi Ratusan Prajurit Evakuasi
in 7 hours

Mens Rea Etik Suryani: KPK Sebut Korupsi di Sukoharjo Estafet Antarbupati
in 4 hours

Diserang Isu Money Laundering Raffi Ahmad, RANS Buka Suara di Tengah Persiapan Melantai di Bursa!
in 3 hours

Sogok Massal Penguasa Gerbang Negara: Bagaimana John Field dkk Membeli Kebijakan Bea Cukai Senilai Puluhan Miliar
in 2 hours

Ingin Porsi Layak Seperti di Amerika, Prabowo Minta Daging Ayam Menu MBG Tak Dipotong Kecil-Kecil
in 5 hours

Kondisi Menurun Drastis, Wali Kota Bandung Farhan Mendadak Dilarikan ke IGD Rumah Sakit
in 3 hours

Aksi Arogan Berujung Bui! Polisi Tangkap 'Bang Jago' yang Viral Rusak Mini Cooper di Sunter
in 2 hours

Peluang atau Ancaman? Memahami Konsep Bonus Demografi untuk Masa Depan Bangsa
in 3 hours

Bumi Makin Padat: Bagaimana Ledakan Populasi Memengaruhi Krisis Lingkungan Global
in 2 hours

Ratusan Nakes NTT Desak Proses Hukum: Dugaan Misteri di Balik Kasus dr. Icha Harus Dibongkar!
15 hours ago





