Pelibatan Militer dalam Pelatihan Pengelola Koperasi Merah Putih Dipersoalkan
Admin WGM - Wednesday, 24 June 2026 | 10:45 AM


Kebijakan pemerintah yang mewajibkan puluhan ribu calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) menuai kritik. Pengamat militer Jaleswari Pramodhawardhani mempertanyakan alasan keterlibatan TNI dalam pelatihan yang berkaitan dengan pengelolaan koperasi, yang menurutnya merupakan domain sipil.
Dalam keterangannya kepada wartawan usai peluncuran buku Memoar Agus Widjojo: Militer Pemikir, Pemikir Militer di Gedung Kompas Gramedia, Jakarta, Senin (22/6/2026), Jaleswari menilai pengembangan kapasitas pengelola koperasi seharusnya dilakukan oleh pihak yang memiliki kompetensi di bidang tersebut.
Menurutnya, pengelolaan koperasi membutuhkan pemahaman dan keterampilan khusus terkait manajemen, sehingga pelatihan lebih tepat diberikan oleh tenaga profesional sipil yang memahami tata kelola koperasi.
Jaleswari juga mengingatkan agar keterlibatan militer dalam berbagai aktivitas sipil tidak semakin meluas. Ia menilai kondisi tersebut berpotensi menimbulkan gesekan di masyarakat dan memicu konflik sosial di lapangan.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan mengungkapkan bahwa sebanyak 35.476 peserta akan mengikuti program Latsarmil Komponen Cadangan (Komcad). Peserta terdiri dari sekitar 30.000 calon pengelola KDKMP dan 5.476 calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan, program tersebut direncanakan berlangsung selama 45 hari dan dilaksanakan di 67 satuan pendidikan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Rangkaian pelatihan akan diawali dengan pendidikan kedisiplinan dan bela negara selama 30 hari. Selanjutnya, peserta akan mengikuti pelatihan manajerial selama 15 hari yang disusun bersama kementerian terkait guna mendukung tugas mereka sebagai pengelola koperasi dan kampung nelayan.
Next News

Seorang Perempuan Asal Pemalang Ditemukan Meninggal di Rumah Warga Karanganyar
in 6 hours

Geger Brankas Rahasia! Polisi Sita Emas 74 Kg dan Uang Rp543 Miliar Hasil Korupsi, Polri-KPK Buru Tersangka
in 7 hours

Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 3.889 Orang, PM Vietnam Apresiasi Ratusan Prajurit Evakuasi
in 6 hours

Kewalahan dengan Media Sosial? Coba Panduan Digital Detox untuk Kesehatan Mental
in 6 hours

Mens Rea Etik Suryani: KPK Sebut Korupsi di Sukoharjo Estafet Antarbupati
in 3 hours

Diserang Isu Money Laundering Raffi Ahmad, RANS Buka Suara di Tengah Persiapan Melantai di Bursa!
in an hour

Sogok Massal Penguasa Gerbang Negara: Bagaimana John Field dkk Membeli Kebijakan Bea Cukai Senilai Puluhan Miliar
in an hour

Rampung Seleksi Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, Tiga Operator Raksasa Bersiap Dongkrak Jaringan
in 5 hours

Ingin Porsi Layak Seperti di Amerika, Prabowo Minta Daging Ayam Menu MBG Tak Dipotong Kecil-Kecil
in 4 hours

Kondisi Menurun Drastis, Wali Kota Bandung Farhan Mendadak Dilarikan ke IGD Rumah Sakit
in 2 hours





