Main Proyek 32 Paket, Bupati Lombok Barat Terima Suap Mobil Mewah Hingga Hewan Kurban
Trista Aura - Wednesday, 22 July 2026 | 03:14 PM


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi menetapkan Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengaturan proyek serta penerimaan suap dan gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Penetapan status hukum tersebut dilakukan penyidik KPK setelah menemukan bukti permulaan yang cukup dari hasil penyelidikan mendalam.
"Berdasarkan bukti permulaan yang sah, KPK kemudian menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan, dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka," ungkap Plt. Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, dalam konferensi pers, Selasa (21/7/2026).
Selain menetapkan kepala daerah tersebut, lembaga antirasuah juga menetapkan dua orang pimpinan perusahaan sebagai tersangka yang diduga kuat terlibat aktif dalam mufakat jahat ini. Kedua tersangka lainnya, yaitu Direktur Utama PT Air Minum Giri Menang Sudirman serta Direktur Utama PT Meconel Sistim Instrument Alvonsus Gani.
Taufik Husein mengungkapkan bahwa Bupati Lombok Barat diduga kuat mematok jatah fee dari berbagai pengerjaan proyek infrastruktur daerah. Total nilai suap, gratifikasi, serta penerimaan fasilitas yang dikantongi oleh Lalu Ahmad Zaini diperkirakan mencapai angka sebesar Rp12,4 miliar.
"KPK juga menemukan adanya dugaan penerimaan lainnya atau gratifikasi oleh Saudara SUD dan Saudara LAZ (Lalu Ahmad Zaini). Di antaranya, tahun 2025 diduga terdapat permintaan pengumpulan uang dari Saudara LAZ di momen menjelang Lebaran, ini kurang lebih Rp500 juta sampai Rp750 juta," ungkap Taufik, dilansir dari laman KompasTV, Selasa (21/7/2026).
Modus operandi yang digunakan tersangka adalah dengan memerintahkan pejabat dinas terkait untuk merekayasa proses lelang tender serta mengatur penunjukan langsung puluhan paket pekerjaan. Sudirman lantas meminjam bendera dari sejumlah penyedia jasa lain untuk menyamarkan pengerjaan 32 paket proyek agar tidak memicu kecurigaan publik.
Dari total dana proyek bernilai puluhan miliar rupiah di Dinas PUPRPKP maupun BUMD daerah, Sudirman diduga berhasil menghimpun keuntungan finansial sebesar puluhan miliar rupiah. Sebagian besar dana segar dari hasil pemenangan proyek bermasalah tersebut kemudian disetorkan secara bertahap kepada sang bupati.
Selain menerima kucuran uang tunai secara berkala, Lalu Ahmad Zaini juga diduga menerima pemberian berbagai barang berharga dan fasilitas mewah dari pihak kontraktor. Barang-barang tersebut mencakup satu unit mobil mewah Toyota Alphard, sepatu bermerek Hermes, ponsel iPhone 17 Pro, akomodasi penerbangan, hingga hewan kurban.
Tidak berhenti di situ, KPK menduga Bupati Lombok Barat juga sempat meminta pengumpulan uang senilai ratusan juta rupiah dari sejumlah pejabat dinas menjelang hari raya Lebaran. Dana taktis tersebut diduga dikumpulkan untuk memenuhi kebutuhan pribadi sang bupati serta operasional tertentu yang di luar ketentuan.
Atas perbuatannya, Lalu Ahmad Zaini dan Sudirman dijerat menggunakan pasal berlapis dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Penyidik menahan para tersangka untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut serta terus mendalami potensi keterlibatan pihak-pihak lainnya.
Next News

Kabar Petinggi Polri Ditahan di Mako Brimob Mengemuka, Kadiv Humas Beri Tanggapan Mengambang
in 4 hours

Mantan Calon Bupati Deli Serdang Jadi Otak Pengiriman Uang Palsu Rp 980 Juta untuk Demo di Jakarta
in an hour

Kayuh Sepeda Pekalongan-Jakarta Berujung Tersangka, Bareskrim Polri Periksa Keluarga Pedagang Singkong
2 hours ago

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Tegaskan Indonesia Belum Bisa Ekspor Listrik ke Singapura
20 hours ago

Pemerintah Siapkan Pajak Digital untuk Transfer Bank demi Genjot Penerimaan Negara
a day ago

Titik Api Masih Muncul, Kebakaran TPA Degayu Pekalongan Landa Area Seluas 1,5 Hektar
a day ago

Pembatalan Suket Ijazah Gibran Berpotensi Merembet ke Presiden Prabowo
2 days ago

Polda Metro Jaya Minta Maaf Soal Polemik Deklarasi Mahasiswa di Bundaran HI
2 days ago

Melestarikan Warisan Budaya, Parade Kain Batik 116 Meter Bentang Pewarna Alami di Kota Pekalongan
2 days ago

Gelombang Pengunduran Diri Musisi dan UMKM Warnai Rencana Penyelenggaraan RANS Carnival di Sleman
3 days ago



