Sabtu, 11 Juli 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Mahasiswa KKN UNIKAL Hadirkan Rocket Stove, Inovasi Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan di Desa Kedungjaran

Admin WGM - Thursday, 02 July 2026 | 04:09 PM

Background
Mahasiswa KKN UNIKAL Hadirkan Rocket Stove, Inovasi Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan di Desa Kedungjaran
Program KKN Tematik UNIKAL Desa Kedungjaran (Radar Pekalongan /)

 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Pekalongan (UNIKAL) Periode II Tahun Akademik 2025/2026 Kelompok Desa Kedungjaran, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, merealisasikan program kerja unggulan berupa Rocket Stove, sebuah teknologi tepat guna yang dirancang untuk membantu pengelolaan sampah organik secara lebih efisien dan ramah lingkungan.

Rocket Stove merupakan alat pembakaran berbahan bakar biomassa yang mampu menghasilkan panas tinggi dengan emisi asap yang lebih rendah dibandingkan metode pembakaran terbuka. Inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi solusi sederhana bagi masyarakat dalam mengelola sampah organik secara mandiri sekaligus mengurangi pencemaran udara.

Pembuatan Rocket Stove berlangsung selama empat hari, mulai Jumat (26/6/2026) hingga Senin (29/6/2026) di Desa Kedungjaran. Dalam proses pembuatannya, mahasiswa memanfaatkan bata ringan (hebel) sebagai material utama karena memiliki ketahanan panas yang baik, bobot yang ringan, mudah ditemukan di pasaran, serta biaya yang relatif terjangkau sehingga dapat direplikasi oleh masyarakat.

Program tersebut merupakan implementasi dari tema besar KKN Tematik Universitas Pekalongan, yakni "Mewujudkan Masyarakat Sehat dan Sejahtera melalui Program Pemberdayaan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan." Sebelum menentukan program unggulan, mahasiswa melakukan observasi lapangan dan berdiskusi bersama pemerintah desa untuk mengidentifikasi persoalan lingkungan yang menjadi prioritas, terutama terkait pengelolaan sampah rumah tangga.

Ketua Kelompok KKN Desa Kedungjaran, Muhammad Haidar Aidil Akbar, menjelaskan bahwa Rocket Stove dipilih karena merupakan teknologi sederhana yang memiliki manfaat besar bagi masyarakat, baik dari sisi efisiensi pembakaran maupun dampaknya terhadap lingkungan.

Menurutnya, Rocket Stove bekerja menggunakan prinsip chimney effect atau efek cerobong sehingga proses pembakaran menjadi lebih optimal. Sistem tersebut memungkinkan panas yang dihasilkan lebih tinggi, penggunaan bahan bakar lebih hemat, serta menghasilkan asap yang jauh lebih sedikit dibandingkan pembakaran konvensional.

"Rocket Stove merupakan alat pembakaran biomassa yang bekerja menggunakan prinsip efek cerobong (chimney effect), sehingga menghasilkan proses pembakaran yang lebih panas, lebih efisien, serta menghasilkan asap yang lebih sedikit dibandingkan pembakaran terbuka. Melalui inovasi ini kami berharap masyarakat memiliki alternatif pengelolaan sampah organik yang lebih ramah lingkungan," ujar Haidar.

Seluruh anggota KKN terlibat aktif dalam proses pembangunan Rocket Stove, mulai dari penyusunan desain, pemotongan bata ringan, perakitan ruang bakar, pemasangan saluran udara hingga tahap uji coba alat. Keterlibatan seluruh anggota menjadi bagian dari pembelajaran sekaligus bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna.

Rocket Stove dirancang untuk memanfaatkan berbagai jenis biomassa yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, seperti ranting pohon, daun kering, sekam padi, hingga limbah organik lainnya. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memiliki alternatif dalam mengurangi volume sampah, tetapi juga dapat memanfaatkan limbah organik sebagai sumber energi pembakaran yang lebih efisien.

Selain berfungsi sebagai alat pembakaran, Rocket Stove juga dijadikan sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab. Mahasiswa berharap kehadiran alat tersebut dapat mengurangi kebiasaan membakar sampah secara terbuka yang berpotensi menimbulkan polusi udara serta berdampak buruk terhadap kesehatan.

Kepala Desa Kedungjaran, Ida Bagus Sanubari, S.Pd., memberikan apresiasi atas inovasi yang dihadirkan mahasiswa KKN Universitas Pekalongan. Ia menilai program tersebut menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam membantu pemerintah desa mengatasi persoalan lingkungan melalui pendekatan yang sederhana namun aplikatif.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa KKN Universitas Pekalongan atas inovasi Rocket Stove yang telah dibuat. Kami berharap alat ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat dan menjadi contoh pengelolaan sampah yang lebih efektif, sehingga mampu mendukung terciptanya lingkungan Desa Kedungjaran yang bersih, sehat, dan berkelanjutan," katanya.

Program Rocket Stove menjadi salah satu capaian utama KKN Tematik UNIKAL di Desa Kedungjaran. Mahasiswa berharap inovasi tersebut tidak hanya dimanfaatkan selama masa pelaksanaan KKN, tetapi juga dapat terus digunakan, dirawat, bahkan dikembangkan oleh pemerintah desa bersama masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan sampah yang mandiri dan berkelanjutan.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Universitas Pekalongan menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya dilakukan melalui penyuluhan dan edukasi, tetapi juga diwujudkan lewat inovasi sederhana yang memberikan manfaat nyata. Rocket Stove menjadi simbol kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, serta peduli terhadap pengelolaan sampah secara berkelanjutan.