Lippo Group Hibahkan Meikarta 30 Hektare, Siap Kontribusi Program 3 Juta Rumah
Trista - Monday, 09 March 2026 | 03:25 PM


Lippo Group resmi menghibahkan lahan seluas 30 hektare (Ha) di kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, untuk mendukung program 3 juta rumah rancangan Presiden Prabowo Subianto. Lahan pengadaan rusun bersubsidi yang dihibahkan diperkirakan mencapai nilai valuasi Rp 4,5 triliun hingga Rp 6 triliun.
Informasi ini dipastikan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (Ara) menyampaikan lahan tersebut akan diperuntukan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Mengacu pada kisaran harga lahan Rp 15 juta hingga Rp 20 juta per meter persegi untuk 30 hektare, pembangunan hunian dapat dimaksimalkan di angka 140.000 unit.
"Kalau 30 hektare, ini luar biasa dari gambaran timnya Danantara dan Pak James (Lippo Group) ini kan jadi kurang lebih bisa 140.000 unit dengan 30 hektare," jelas Ara, Menteri PKP dalam agenda Groundbreaking Proyek Rusun Subsidi Meikarta dilansir dari laman Bisnis Indonesia, Minggu (8/3/2026).
Berdasarkan rancangan pembangunan, Kementerian PKP akan mendirikan 18 tower di setiap kawasan dengan pembagian 3 area berbeda yang memiliki luas masing-masing 10 ha dengan total 54 tower rusun subsidi.
Dokumen hibah lahan diserahkan langsung oleh pendiri Lippo Group, Mochtar Riady yang didampingi oleh anaknya, James Riady sebagai pemimpin tertinggi Lippo Group saat ini. Perwakilan pemerintah yang hadir adalah Maruarar Sirait untuk selanjutnya diserahkan kepada Rosan Roeslani sebagai CEO Danantara Indonesia.
"Alasan kami menghibahkan tanah ini karena mendukung Presiden yang punya hati untuk rakyat," ungkap CEO Lippo Group James Riady, dilansir dari laman Tribun Bekasi, (8/3/2026).
Ketua Satgas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, menyampaikan hibah ini menjadi sejarah dalam kontribusi pembangunan hunian bagi masyarakat yang lahir dari kepedulian dan kemanusian untuk masyarakat. Lahan hibah ini diproyeksikan dapat memenuhi setidaknya 5% dari target nasional program 3 juta rumah.
Kebutuhan rumah layak huni di Indonesia masih sangat besar dengan data yang didapat kurang lebihnya 9 hingga 15 juta keluarga yang belum memiliki rumah. Selain itu, sekitar 27 juta rumah tangga yang masih tinggal di rumah tidak layak huni.
Perencanaan pembangunan perumahan akan memberikan dampak berantai terhadap perputaran perekonomian dan dapat menggerakkan lebih dari 180 sektor industri, dari bahan bangunan hingga perabot rumah tangga. Dilansir dari laman News Indozone, pemerintah telah menyiapkan sejumlah lokasi lain untuk pembangunan hunian vertikal (rusun), salah satunya di Depok yang akan memanfaatkan 45 hektare lahan.
Next News

Anak Tukang Becak Menangis Terancam Batal Kuliah, Imbas Ayahnya Mendadak Masuk Desil 9
2 hours ago

Wakil Ketua Gerindra Banyumas Jadi Perantara Uang Rp650 Juta dalam Kasus Korupsi Unsoed
2 hours ago

Bus Rombongan Pati Dilempari Batu di Tol Japek, Polisi Klarifikasi Soal Botok
2 hours ago

Harga Minyak Dunia Merosot ke US$ 93 di Tengah Panasnya Rencana Sanksi Baru AS ke Iran
3 hours ago

Polemik Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Dari Sorotan Waketum MUI hingga Insiden Pelemparan Bus
5 hours ago

Polda Metro Luruskan Isu Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Bukan Diblokir
6 hours ago

Bukan Cuma Dongeng: Cara Seru Menceritakan Sirah Nabawiyah pada Anak di Rumah
6 hours ago

Unsoed Gempar! Rektor Tersangka KPK Kasus Jalur Mandiri, Prof Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt.
a day ago

Tiba di Pekanbaru Disambut Asap, Prabowo Ancam Bawa Pelaku "Modus Mancing" ke Jakarta!
a day ago

Sumber Air Menyusut, BNPB Ungkap Pemadaman Karhutla Makin Sulit
a day ago





