Lebih Efektif Mana Lari atau Bersepeda Buat Bakar Kalori dalam Waktu Singkat?
Admin WGM - Wednesday, 11 February 2026 | 04:30 PM


Memasuki gaya hidup sehat sering kali dimulai dengan pertanyaan klasik jenis olahraga yang paling cepat bikin kurus. Di antara sekian banyak pilihan, lari dan bersepeda selalu menjadi dua kubu yang paling sering diperdebatkan. Keduanya sama-sama olahraga kardio yang populer, mudah dilakukan, dan punya komunitas yang sangat besar di Indonesia.
Namun, kalau fokus utamanya adalah membuang lemak dan membakar kalori sebanyak mungkin dalam waktu singkat, mana yang sebenarnya lebih unggul? Jawabannya ternyata tidak sesederhana memilih mana yang lebih seru. Ada banyak faktor seperti intensitas, durasi, hingga kondisi fisik yang menentukan hasilnya. Yuk, kita bedah tuntas biar kamu gak salah pilih!
Adu Efisiensi Pembakaran Kalori dalam Satu Jam
Jika kita bicara angka murni di atas kertas, lari umumnya memenangkan pertempuran dalam hal pembakaran kalori per menit. Saat berlari, kamu menggerakkan seluruh anggota tubuh dan menahan beban tubuhmu sendiri di atas tanah. Aktivitas ini membutuhkan energi yang sangat besar.
Secara rata-rata, berlari selama satu jam dengan kecepatan sedang dapat membakar sekitar 600 hingga 900 kalori, tergantung berat badan dan intensitas. Sementara itu, bersepeda dalam durasi yang sama dengan intensitas sedang biasanya membakar sekitar 400 hingga 600 kalori. Perbedaan saat bersepeda, sebagian beban tubuhmu ditopang oleh sadel, sehingga kerja otot tidak seberat saat berlari. Namun, ingat, jika kamu bersepeda dengan kecepatan tinggi atau di medan menanjak, angka tersebut bisa melonjak drastis.
Efek Setelah Olahraga dan Pembakaran Lemak
Selain kalori yang terbakar saat bergerak, kita juga perlu mengenal istilah Afterburn Effect atau EPOC (Excess Post-exercise Oxygen Consumption). Lari cenderung menghasilkan efek ini lebih besar daripada bersepeda santai. Artinya, tubuhmu tetap akan membakar kalori lebih banyak bahkan setelah kamu selesai mandi dan beristirahat.
Tetapi, bersepeda punya keunggulan dalam hal durasi. Karena bersepeda terasa "lebih ringan" dan minim guncangan, banyak orang mampu bersepeda selama 2 hingga 3 jam tanpa merasa kelelahan yang ekstrem. Bandingkan dengan lari; bagi pemula, berlari selama satu jam penuh adalah tantangan yang sangat berat. Jadi, meski kalori per menitnya lebih kecil, durasi bersepeda yang lebih lama bisa membuat total kalori yang terbakar dalam sehari menjadi lebih tinggi.
Risiko Cedera dan Keberlanjutan dalam Jangka Panjang
Lari adalah olahraga high-impact. Setiap kali kaki menyentuh tanah, persendianmu menerima tekanan hingga tiga kali berat badanmu. Ini membuat pelari lebih rentan terkena cedera lutut atau pergelangan kaki jika tekniknya salah atau berat badan terlalu berlebih (overweight).
Di sisi lain, bersepeda adalah olahraga low-impact. Ini adalah pilihan terbaik bagi mereka yang memiliki masalah sendi atau obesitas karena tekanan pada lutut sangat minim. Bagi kamu yang ingin konsisten berolahraga setiap hari tanpa takut kaki pegal berlebihan, bersepeda mungkin menjadi pilihan yang lebih berkelanjutan. Ingat, olahraga terbaik bukanlah yang paling banyak membakar kalori, tapi yang paling bisa kamu lakukan secara rutin tanpa rasa tersiksa.
Pengaruh pada Pembentukan Otot Tubuh
Kalau kamu ingin kaki yang kencang dan otot inti (core) yang stabil, lari adalah jawabannya. Lari melibatkan hampir semua otot besar, termasuk perut dan punggung bawah untuk menjaga keseimbangan.
Bersepeda lebih fokus pada pembentukan otot tubuh bagian bawah, seperti paha depan (quadriceps), paha belakang (hamstrings), dan betis. Bersepeda sangat efektif bagi kamu yang ingin mengencangkan bagian kaki tanpa memberikan beban berlebih pada tubuh bagian atas. Jadi, pilihan ini kembali lagi pada body goals yang ingin kamu capai.
Mana yang Lebih Ramah di Kantong dan Waktu?
Dari segi efisiensi waktu, lari jelas juaranya. Kamu hanya butuh sepatu lari dan bisa langsung keluar rumah. Dalam 30 menit, kamu sudah bisa mendapatkan latihan jantung yang sangat intens.
Bersepeda membutuhkan investasi lebih, mulai dari unit sepeda, helm, hingga perawatan rutin. Selain itu, untuk mendapatkan hasil pembakaran kalori yang sama dengan lari, kamu butuh waktu hampir dua kali lipat lebih lama. Bersepeda lebih cocok bagi kamu yang menganggap olahraga sebagai sarana rekreasi, traveling, atau bersosialisasi dengan komunitas.
Jadi, mana yang lebih cepat membakar kalori? Secara teknis, lari adalah pemenangnya dalam durasi yang sama. Namun, bersepeda adalah opsi yang jauh lebih aman bagi sendi dan bisa dilakukan dalam waktu yang lebih lama.
Kunci sukses diet bukan hanya soal memilih antara lari atau bersepeda, tapi soal konsistensi. Kalau kamu benci lari tapi hobi bersepeda, maka bersepedalah, karena kamu akan lebih sering melakukannya. Atau, kenapa tidak mencoba keduanya secara bergantian? Dengan begitu, tubuhmu tidak akan bosan, dan semua kelompok otot akan terlatih dengan maksimal.
Next News

Rekor Pecah! Sandy Walsh Jadi Pionir Pemain Indonesia di AFC Champions League Elite
4 hours ago

Gak Cuma Putih Polos! Inilah Evolusi Jersey Real Madrid yang Bikin Fans Auto Pengen Koleksi
3 days ago

Gak Cuma Pesta! Ternyata Ini Alasan Kenapa Real Madrid Selalu Rayakan Juara di Cibeles
3 days ago

Gak Ada Lawan! Inilah Sosok Florentino Perez, Presiden di Balik Mewahnya Skuad Real Madrid
3 days ago

Gak Ada Lawan! Cristiano Ronaldo Masih Jadi Raja Gol Abadi Real Madrid, Ini Daftarnya
3 days ago

Real Madrid dan Liga Champions: Kisah Cinta Abadi yang Bikin Klub Lain Gigit Jari
3 days ago

Rekor Lari 2026 Pecah Terus! Mengenal Teknologi "Sepatu Pegas" yang Bikin Pelari Amatir Makin Kencang
3 days ago

Bukan Sekadar Gunners, Simak Sejarah Unik Nama Gooners yang Jadi Identitas Fans Meriam London
3 days ago

Gak Cuma Menang, Ini Rahasia 'Jogo Bonito' ala Arsenal yang Bikin Lawan Auto Kena Mental
3 days ago

Gak Ada Obat! Mengenang Formasi 4-4-2 Invincibles yang Bikin Lawan Auto Kena Mental
3 days ago





