Senin, 20 April 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Kronologi Pen*ikaman Nus Kei Golkar oleh Dua Pria, Polisi Sebut Motif Balas Dendam

Trista - Monday, 20 April 2026 | 02:58 PM

Background
Kronologi Pen*ikaman Nus Kei Golkar oleh Dua Pria, Polisi Sebut Motif Balas Dendam
Kondisi Nus Kei (Berita Jelajah Fakta /)

Insiden penikaman menyasar Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Minggu (19/4/2026). Penikaman terjadi tak lama setelah korban mendarat dari Bandara Pattimura Ambon; saat menuju pintu keluar bandara, ia langsung diserang oleh orang tidak dikenal menggunakan senjata tajam.

Selang dua jam setelah kejadian, Kepolisian Resor (Polres) Maluku Tenggara berhasil mengamankan dua pelaku penikaman, yakni HR (28) serta FU (36), dengan dugaan motif balas dendam. Berdasarkan kronologi yang dihimpun, Ketua DPP Partai Golkar, Dave Laksono, menyampaikan korban mengalami empat luka tusuk di bagian dada kanan dan kiri, leher bagian kiri, serta tulang belakang.

"Selang beberapa menit, datang seorang pria diduga pelaku memakai jaket merah dan menggunakan masker langsung menikam saudara almarhum Agrapinus Rumatora," ungkap Dave dilansir dari laman Kompas.com, (19/04/2026).

Saat kejadian berlangsung, kakak korban sempat berupaya menghentikan pelaku dengan menjatuhkannya. Namun, pelaku berhasil melakukan perlawanan dan melarikan diri. Korban juga sempat berusaha menyelamatkan diri, tetapi sebelum sempat meminta pertolongan lebih lanjut, ia sudah tersungkur di dekat pintu keluar.

Petugas bandara yang mengetahui insiden tersebut langsung bergegas memberikan pertolongan dengan membawa korban ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun untuk mendapatkan tindakan medis. Namun, nyawa korban tidak tertolong akibat luka yang diderita dan tim medis menyatakan korban meninggal dunia.

"Saudara Agrapinus Rumatora sempat lari ke dalam bandara, namun terjatuh di pintu keluar bandara dan sempat mendapat pertolongan dari petugas Bandara Karel Sadsuitubun," kata Dave.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Maluku, Kombes Roem Ohoirat (sebelumnya tertulis Rositah Umasugi), menyampaikan kedua pelaku menaruh dendam karena menganggap Nus Kei terseret pada kasus kematian Dani Holat. Meninggalnya Dani Holat di samping Apartemen Metro Galaxy, Kalimalang, Bekasi pada 2020, disinyalir karena suruhan Nus Kei.

"Kedua pelaku dendam karena Nus Kei diduga berada di balik pembunuhan saudara mereka," ungkap Roem saat dikonfirmasi Tempo, Senin (20/4/2026).

Saat ini kedua pelaku penikaman Nus Kei dalam proses pemindahan dari Maluku Tenggara ke Ambon dengan dikawal oleh aparat bersenjata lengkap. Sebelumnya, pelaku sudah menjalani pemeriksaan di Markas Komando (Mako) Brimob Maluku Tenggara yang selanjutnya dibawa langsung ke Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Maluku.

"Sedang dibawa ke Ambon, sedang perjalanan ke Ambon," ungkap Roem, dilansir dari laman CNN Indonesia, Senin (20/4/2026).

Pihak kepolisian saat ini sedang melakukan pemeriksaan lanjutan untuk menentukan jeratan hukum yang diberikan. Polisi turut mengimbau masyarakat bahwa wilayah sekitar Langgur sudah dalam suasana kondusif dan meminta warga tetap tenang agar tidak memperkeruh suasana.