1000 Rumah Apung di Sadakan Hangus Terbakar, Kemlu RI Prioritaskan Keselamatan WNI
Admin WGM - Monday, 20 April 2026 | 05:19 PM


Kebakaran besar terjadi di kawasan permukiman kampung terapung Sandakan, Sabah, Malaysia, pada Minggu (19/4/2026) dini hari waktu setempat. Insiden besar ini dilaporkan telah menghanguskan lebih dari 1.000 rumah kayu dan menyebabkan ribuan masyarakat kehilangan tempat tinggalnya.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia terus memantau perkembangan penanganan kebakaran dan terus melakukan pemantauan penanganan wilayah yang sebagian besar dihuni oleh pekerja migran, salah satunya warga negara Indonesia (WNI).
"Kementerian Luar Negeri melalui KJRI Kota Kinabalu (KJRI KK) dan Dit. Pelindungan WNI terus memonitor perkembangan dan melakukan pendampingan penanganan insiden kebakaran di Sandakan, Malaysia," ungkap Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, dilansir dari laman Sindonews (20/4/2026).
Berdasarkan laporan AFP, luasnya penyebaran api kebakaran disebabkan oleh bahan kayu yang mudah terbakar dan jarak bangunan yang saling berdekatan, sehingga api sulit untuk dikendalikan. Kelompok masyarakat yang tinggal di kampung ini berada pada kondisi ekonomi rentan, termasuk penduduk adat dan warga tanpa kewarganegaraan.
Di samping itu, kondisi pasang surut air laut turut menyulitkan petugas dalam mendapatkan sumber air terbuka yang menjadi akses pemadaman. Angin kencang turut memperparah penyebaran kobaran api di kawasan padat ini. Beruntungnya, informasi terkini menyatakan bahwa tidak terdapat laporan korban jiwa, hanya sebagian warga yang mengalami luka ringan.
"Hingga saat ini tidak terdapat korban jiwa. Sejumlah warga yang dilaporkan mengalami luka ringan saat berupaya menyelamatkan barang-barang mereka telah mendapat penanganan medis," tulis Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dalam keterangannya, Senin (20/4/2026).
Kemlu tengah melakukan penanganan dan distribusi pangan bagi WNI terdampak. Selain itu, Kemlu juga akan menyiapkan fasilitasi dokumen keimigrasian yang hilang akibat kebakaran. Warga terdampak yang telah terhimpun dalam data pusat penampungan sementara mencatat 445 orang telah mengungsi.
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyampaikan bahwa pemerintah federal Malaysia saat ini sedang melakukan koordinasi dengan otoritas Sabah untuk menyediakan bantuan dasar serta relokasi sementara bagi para korban terdampak.
"Prioritas saat ini adalah keselamatan para korban dan bantuan segera di lapangan," ungkap Anwar Ibrahim dilansir dari laman Liputan6.
Pemerintah Malaysia menyatakan akan melakukan penyelidikan mendalam mengenai penyebab pasti munculnya api. Sementara itu, informasi lebih lanjut mengenai kondisi WNI akan disampaikan secara berkala seiring dengan perkembangan proses evakuasi di lapangan.
Next News

Buntut Pembatalan Bebas Bersyarat Indra Kenz & Bechi, Kemenkumham Periksa Seluruh Petugas Lapas!
13 hours ago

Harga Minyak Dunia Meroket, Indonesia Bersiap Hadapi Imbas Inflasi dan Beban Subsidi.
13 hours ago

Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Level III Siaga, Warga Dimbau Tak Panik
6 hours ago

Rumah Dinas Perwira TNI Diduga Jadi Markas Judol, 11 Orang Warga Sipil Diamankan
6 hours ago

Rombongan Pemuda Bawa Celurit Nabrak Gerobak Sate di Kedungwuni, Satu Meninggal Dunia
9 hours ago

Geger Belatung di Menu Makan Bergizi Gratis Banyuwangi, SPPG Beri Klarifikasi
a day ago

Kasus Pengeroyokan Usai SKNC 2026 Memanjang, Polisi Tetapkan 9 Tersangka
a day ago

MK Tolak Gugatan Ijazah Gibran, Tim Hukum Dorong Pemakzulan ke DPR
a day ago

Sembunyikan Sabu di Ayam Goreng Krispi, Nenek di Surabaya Gagalkan Penyelundupan Narkoba ke Lapas Porong
2 days ago

Gibran Tanggapi Putusan MK Soal Gugatan Ijazah, Tegaskan Lulus SMA dan Tetap Fokus Bekerja
2 days ago





