Senin, 20 April 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Atlet MMA Terlibat Penikaman Nus Kei, Polres Malra Pastikan Proses Hukum Tegas

Admin WGM - Monday, 20 April 2026 | 12:30 PM

Background
Atlet MMA Terlibat Penikaman Nus Kei, Polres Malra Pastikan Proses Hukum Tegas
Kronologi Penikaman Nus Kei di Bandara Langgur (Kompas Regional /)

Dunia politik dan masyarakat Maluku Tenggara (Malra) digemparkan oleh aksi penikaman tragis yang menewaskan Nus Kei, tokoh senior sekaligus Ketua DPC Partai Golkar Maluku Tenggara, pada Senin (20/4/2026). Insiden berdarah tersebut terjadi di area Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, saat korban tengah berada di lokasi publik. Pihak kepolisian bergerak cepat dengan menangkap dua terduga pelaku, di mana salah satunya diidentifikasi sebagai seorang atlet bela diri campuran (Mixed Martial Arts/MMA).

Hingga saat ini, aparat penegak hukum masih mendalami motif di balik serangan tersebut, yang diduga kuat berakar pada persoalan dendam pribadi yang telah berlangsung lama.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, insiden terjadi secara mendadak di tengah keramaian bandara. Saksi mata menyebutkan bahwa korban diserang menggunakan senjata tajam oleh dua orang pria. Nus Kei sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka tikaman fatal di bagian vital tubuhnya.

Laporan dari CNN Indonesia menyebutkan bahwa suasana di lokasi kejadian sempat mencekam saat aksi penyerangan berlangsung. Petugas keamanan bandara dan kepolisian segera melakukan sterilisasi area guna melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengamankan barang bukti yang tertinggal.

Kepolisian Resor (Polres) Maluku Tenggara mengonfirmasi telah mengamankan dua orang pria yang diduga kuat sebagai pelaku penikaman tersebut. Penangkapan dilakukan dalam waktu singkat setelah tim penyidik melakukan pengejaran berdasarkan identifikasi dari rekaman kamera pengawas (CCTV) dan keterangan saksi di lokasi kejadian.

"Kami telah menangkap dua terduga pelaku penikaman terhadap saudara Nus Kei. Saat ini keduanya tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Malra," ungkap perwakilan otoritas kepolisian melalui kanal Tribratanews Polri.

Kejutan muncul saat proses identifikasi berlangsung. Salah satu terduga pelaku diketahui merupakan seorang atlet profesional yang aktif di arena MMA. Keterlibatan oknum atlet ini menjadi perhatian khusus bagi penyidik, mengingat kemampuan fisik dan keahlian bela diri yang dimilikinya diduga digunakan dalam tindakan kriminal tersebut.

Berdasarkan pemeriksaan awal, motif serangan ini diduga dipicu oleh dendam lama antara pelaku dan korban. Pihak kepolisian menegaskan bahwa sejauh ini insiden tersebut murni merupakan tindak pidana kriminalitas dan belum ditemukan indikasi yang mengaitkannya dengan konstalasi politik daerah, meskipun korban menjabat sebagai pimpinan partai politik.

"Motif sementara yang kami dalami adalah dendam pribadi. Pelaku merasa sakit hati atas permasalahan di masa lalu dengan korban," tulis laporan Detikcom merujuk pada keterangan pihak kepolisian. Meski demikian, polisi berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini guna memastikan tidak ada aktor intelektual lain di balik aksi nekat para pelaku.

Kematian Nus Kei memicu reaksi duka yang mendalam dari keluarga besar Partai Golkar dan simpatisannya di Maluku Tenggara. Massa sempat berkumpul di sekitar rumah sakit dan kantor polisi untuk menuntut keadilan bagi almarhum. Namun, pihak kepolisian dan tokoh masyarakat setempat mengimbau warga untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum.

Polres Maluku Tenggara juga meningkatkan patroli keamanan di sejumlah titik vital guna mengantisipasi adanya potensi gesekan atau aksi balasan yang dapat mengganggu stabilitas keamanan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah tersebut.

Jenazah Nus Kei rencananya akan dimakamkan dalam waktu dekat, sementara kedua pelaku kini terancam dijerat dengan pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman maksimal sesuai KUHP. Kasus ini kini menjadi sorotan nasional, mengingat status korban sebagai tokoh publik dan latar belakang pelaku yang merupakan seorang atlet profesional.