Kericuhan di Stasiun Udhna: Ribuan Buruh Berebut Kereta, Polisi Terpaksa Gunakan Kekerasan
Admin WGM - Monday, 20 April 2026 | 05:30 PM


Stasiun Kereta Api Udhna di Kota Surat, Gujarat, India, berubah menjadi zona kekacauan pada akhir pekan ini setelah lebih dari tujuh ribu buruh migran memadati area stasiun secara bersamaan. Kepadatan yang tidak terkendali memicu aksi saling dorong dan kepanikan massal saat para penumpang berebut menaiki kereta yang jumlahnya terbatas. Situasi semakin memanas ketika aparat kepolisian terpaksa menggunakan tindakan represif berupa lathicharge atau pemukulan menggunakan tongkat untuk membubarkan massa yang mulai tidak terkontrol.
Insiden ini memicu kekhawatiran besar mengenai standar keselamatan publik serta mendesak adanya perbaikan segera dalam pengelolaan arus penumpang di salah satu pusat industri terbesar di India tersebut.
Lonjakan penumpang mulai terjadi sejak Minggu pagi (19/4/2026), ketika ribuan buruh migran berencana pulang ke kampung halaman mereka di wilayah utara dan timur India untuk merayakan festival musim panas. Kapasitas stasiun yang tidak memadai untuk menampung lebih dari 7.000 orang secara bersamaan menyebabkan antrean yang mengular hingga ke luar area peron.
Laporan dari Travel and Tour World menyebutkan bahwa kepanikan pecah saat kereta tiba di peron. Massa yang khawatir tidak mendapatkan tempat duduk mulai merangsek maju dan memanjat jendela kereta. Keadaan yang tidak kondusif ini membuat petugas keamanan stasiun kewalahan, hingga akhirnya personel kepolisian setempat diturunkan untuk meredam situasi.
Kericuhan mencapai puncaknya ketika video yang beredar di media sosial menunjukkan polisi menggunakan tongkat kayu untuk memukul mundur kerumunan yang mencoba menembus barikade. Video tersebut memperlihatkan suasana mencekam di mana penumpang berlarian menyelamatkan diri di tengah teriakan dan tangisan.
Meski pihak kepolisian mengeklaim tindakan tersebut diambil sebagai langkah terakhir untuk mencegah terjadinya insiden injak-injak (stampede), kritik tajam mengalir dari berbagai aktivis hak asasi manusia. Mereka menilai tindakan tersebut terlalu keras terhadap warga yang hanya ingin pulang ke rumah. "Keamanan adalah prioritas, namun tindakan kekerasan terhadap warga sipil yang terjebak dalam krisis logistik harus dievaluasi," tulis laporan India Today.
Menanggapi krisis yang terjadi di Surat, otoritas Kereta Api India (Indian Railways) akhirnya mengambil langkah darurat. Pemerintah Gujarat bekerja sama dengan kementerian terkait segera mengumumkan pengerahan sejumlah rangkaian kereta api khusus tambahan untuk mengurai penumpukan penumpang di Stasiun Udhna.
Laporan dari Ommcom News mengonfirmasi bahwa kereta-kereta tambahan ini akan difokuskan pada rute-rute padat menuju Uttar Pradesh dan Bihar. Pihak otoritas juga berjanji akan menambah jumlah personel keamanan dan petugas pengatur antrean guna memastikan insiden serupa tidak terulang dalam beberapa hari ke depan.
Tragedi di Stasiun Udhna ini kembali membuka tabir buruknya manajemen transportasi publik di wilayah industri yang memiliki populasi migran tinggi. Kota Surat, yang dikenal sebagai pusat pemotongan berlian dan tekstil, menampung jutaan buruh dari luar daerah yang sangat bergantung pada layanan kereta api murah.
Para pengamat transportasi mendesak pemerintah untuk melakukan digitalisasi sistem antrean serta meningkatkan frekuensi perjalanan kereta api pada musim liburan atau festival. Tanpa adanya perbaikan infrastruktur dan sistem manajemen massa yang mumpuni, stasiun-stasiun di India akan terus menjadi titik risiko tinggi bagi keselamatan nyawa manusia.
Hingga Senin pagi, situasi di Stasiun Udhna dilaporkan mulai berangsur kondusif seiring dengan diberangkatkannya sejumlah kereta tambahan, meski penjagaan ketat oleh aparat bersenjata masih terus dilakukan di area pintu masuk stasiun.
Next News

1000 Rumah Apung di Sadakan Hangus Terbakar, Kemlu RI Prioritaskan Keselamatan WNI
5 hours ago

Kronologi Pen*ikaman Nus Kei Golkar oleh Dua Pria, Polisi Sebut Motif Balas Dendam
8 hours ago

Mitigasi Risiko Merger BUMN Logistik, DPR: Jangan Sampai Layanan Publik Terganggu
6 hours ago

Jeffrey Sachs Sebut Trump dan Netanyahu Sebagai Ancaman Bagi Stabilitas Umat Manusia
8 hours ago

Atlet MMA Terlibat Penikaman Nus Kei, Polres Malra Pastikan Proses Hukum Tegas
10 hours ago

Pertaruhan Trump di Kuba: Antara Tawaran Investasi dan Bayang-Bayang Militeristik
11 hours ago

Trump Gertak Iran, Teheran Pilih Mundur dari Perundingan Kedua di Pakistan
13 hours ago

Israel Meradang, Iran dan AS Sepakati Gencatan Senjata Lebanon dan Buka Selat Hormuz Secara Komersial
2 days ago

Jalur Minyak Dunia Terbuka, Iran Berlakukan Protokol Transit Baru di Selat Hormuz
2 days ago

Nasib 4.000 Eks-Penyuluh Jadi Sorotan, Pemerintah Didesak Beri Prioritas Seleksi ASN
2 days ago





