Kericuhan Pascademo Jakarta, 5 Truk Rusak hingga Warga Tewas di Pejompongan
Admin WGM - Friday, 28 August 2026 | 04:34 PM


Kericuhan yang terjadi setelah aksi demonstrasi pada Kamis (27/8/2026) malam meluas dari kawasan Gedung DPR/MPR RI ke sejumlah titik di Jakarta, termasuk Slipi, Kemanggisan, hingga Pejompongan. Polda Metro Jaya menyebut perusakan fasilitas umum dilakukan oleh kelompok yang disebut sebagai perusuh setelah massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menyelesaikan aksi dan membubarkan diri secara tertib.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan massa AMPB telah meninggalkan kawasan DPR setelah bertemu dengan pimpinan parlemen. Setelah itu, muncul massa susulan yang menduduki gerbang Gedung DPR/MPR RI hingga situasi meningkat dan terjadi perusakan serta pembakaran pagar. Polisi kemudian melakukan penanganan secara bertahap dengan mempertimbangkan eskalasi dan waktu aksi yang telah memasuki malam hari.
Kerusakan juga terjadi di kawasan Kemanggisan, Jakarta Barat. Sebanyak lima unit truk mengalami kerusakan dalam kericuhan dan telah dievakuasi polisi pada Jumat (28/8/2026) pagi. Kelima truk tersebut ditemukan dalam kondisi rusak, termasuk kaca pecah dan bagian pintu mengalami kerusakan.
Kaur Bin Ops Satlantas Jakarta Barat AKP Sudarmo memastikan kelima truk telah dievakuasi mulai pukul 05.30 WIB hingga 07.30 WIB. Ia juga menegaskan truk tersebut tidak dibakar, melainkan dirusak massa. Polisi turut membenahi separator bus Transjakarta dari kawasan Slipi hingga Tomang, sementara sejumlah separator di sekitar Pos Lalu Lintas Slipi masih menunggu penanganan pihak Transjakarta.
Selain truk, Pos Lalu Lintas Slipi juga mengalami kerusakan pada bagian bangunan. Polisi menyebut fasilitas di dalam pos seperti pendingin udara dan sejumlah sarana lainnya masih dalam kondisi baik. Kerusakan tersebut menjadi bagian dari dampak kericuhan yang terjadi setelah aksi demonstrasi berlangsung.
Kericuhan juga dilaporkan terjadi di Jalan Pejompongan Raya, Jakarta Pusat. Seorang pria bernama Bambang Setiawan, 60 tahun, dilaporkan meninggal setelah diduga menjadi korban pengeroyokan sekelompok orang tidak dikenal ketika situasi sekitar lokasi tengah ricuh. Informasi dari keluarga menyebut Bambang sempat keluar rumah untuk melihat kondisi sekitar setelah sebelumnya menutup dagangannya.
Menurut keterangan warga, Bambang kemudian didatangi sekelompok orang dan dibawa ke jalan raya sebelum dipukul menggunakan bambu. Korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Polri dan dinyatakan meninggal dunia. Polisi masih perlu mengungkap secara resmi rangkaian kejadian serta pihak yang bertanggung jawab atas kematian korban.
Sementara itu, aparat TNI dan Polri masih melakukan pengamanan di sejumlah titik untuk mencegah kericuhan susulan. Polisi juga melakukan pendataan kerusakan dan penyelidikan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi perusakan maupun kekerasan setelah demonstrasi.
Next News

Bareskrim Polri Ungkap Kasus Penyadapan Ilegal yang Sasar Presiden hingga Tokoh Ormas
in an hour

Hampir 10.000 Liter Solar Diduga Hasil Penimbunan Ditemukan di Pekalongan, Pemilik Gudang Kabur
in 29 minutes

Kabar Petinggi Polri Ditahan di Mako Brimob Mengemuka, Kadiv Humas Beri Tanggapan Mengambang
17 hours ago

Mantan Calon Bupati Deli Serdang Jadi Otak Pengiriman Uang Palsu Rp 980 Juta untuk Demo di Jakarta
20 hours ago

Kayuh Sepeda Pekalongan-Jakarta Berujung Tersangka, Bareskrim Polri Periksa Keluarga Pedagang Singkong
a day ago

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Tegaskan Indonesia Belum Bisa Ekspor Listrik ke Singapura
2 days ago

Pemerintah Siapkan Pajak Digital untuk Transfer Bank demi Genjot Penerimaan Negara
2 days ago

Titik Api Masih Muncul, Kebakaran TPA Degayu Pekalongan Landa Area Seluas 1,5 Hektar
2 days ago

Pembatalan Suket Ijazah Gibran Berpotensi Merembet ke Presiden Prabowo
3 days ago

Polda Metro Jaya Minta Maaf Soal Polemik Deklarasi Mahasiswa di Bundaran HI
3 days ago



