Jumat, 20 Februari 2026
Walisongo Global Media
Daily & Lifestyle

Kenapa Kita Sering Merasa Waktu Berjalan Lebih Cepat di Hari Jumat? Simak Penjelasan Sainsnya!

Admin WGM - Friday, 13 February 2026 | 04:16 PM

Background
Kenapa Kita Sering Merasa Waktu Berjalan Lebih Cepat di Hari Jumat? Simak Penjelasan Sainsnya!

Pernah merasa kalau hari Senin rasanya seperti satu abad, tapi begitu sampai hari Jumat, waktu seolah-olah punya mesin turbo? Baru saja duduk di meja kantor pukul 9 pagi, tahu-tahu matahari sudah mau terbenam dan jam pulang sudah tiba.

Fenomena ini bukan sekadar perasaanmu saja. Di tahun 2026, para ahli saraf dan psikolog makin sering membahas tentang persepsi waktu manusia yang ternyata sangat fleksibel. Penasaran kenapa hari Jumat selalu terasa "ngebut"? Ini penjelasan sains di baliknya!

1. Antisipasi dan Hormon Dopamin

Hari Jumat adalah gerbang menuju akhir pekan. Secara psikologis, kita berada dalam kondisi antisipasi yang tinggi terhadap sesuatu yang menyenangkan (liburan, istirahat, atau kencan).

  • Sainsnya: Ketika kita menantikan sesuatu yang positif, otak melepaskan dopamin. Hormon ini mempercepat detak jantung dan ritme internal kita. Akibatnya, jam internal otak kita berjalan lebih lambat dibandingkan waktu dunia nyata, sehingga kita merasa "waktu di luar" berjalan sangat cepat.

2. Beban Kognitif yang Berkurang

Senin adalah hari di mana otak kita biasanya "panas" karena harus menyusun strategi, rapat, dan memulai proyek baru (beban kognitif tinggi).

  • Sainsnya: Di hari Jumat, tugas-tugas kita biasanya lebih bersifat administratif atau penyelesaian. Ketika otak tidak terlalu keras memproses informasi baru yang kompleks, persepsi kita terhadap durasi waktu cenderung menyusut. Kita merasa waktu "mengalir" begitu saja tanpa hambatan.

3. Fenomena "Oddball Effect" yang Terbalik

Otak kita cenderung merekam memori baru dan unik sebagai waktu yang lama. Itulah kenapa saat kita liburan di tempat baru, hari-hari terasa panjang.

  • Sainsnya: Sebaliknya, karena hari Jumat biasanya diisi dengan rutinitas yang sudah sangat familiar (menutup deadline rutin), otak kita tidak melihat banyak informasi baru untuk diproses. Minimnya "kejutan" membuat memori hari tersebut terasa pendek dan cepat berlalu saat diingat kembali.

4. Perhatian yang Terbagi (Tugas vs Rencana Liburan)

Di hari Jumat, perhatian kita seringkali terpecah antara menyelesaikan pekerjaan terakhir dan merencanakan kegiatan Sabtu-Minggu.

  • Sainsnya: Menurut teori Attensional Gate Model, ketika perhatian kita tidak terfokus sepenuhnya pada berjalannya waktu (karena sedang sibuk memikirkan rencana liburan), "gerbang" persepsi waktu kita tertutup sebagian. Hal ini membuat kita tidak menyadari berapa banyak menit yang sudah lewat sampai kita melihat jam kembali.

Cara "Memperlambat" Hari Jumat (Jika Kamu Mau)

Kalau kamu merasa hari Jumatmu terlalu cepat padahal pekerjaan masih menumpuk, sains menyarankan untuk:

  1. Lakukan tugas baru yang menantang: Mempelajari hal baru akan memaksa otak memproses informasi lebih lama.
  2. Mindfulness: Berhenti sejenak dan fokus pada napas atau lingkungan sekitar bisa menarik persepsi waktumu kembali ke dunia nyata.

Waktu sebenarnya berjalan sama setiap harinya, tapi otak kita adalah sutradara yang hebat dalam mengedit durasi hidup kita. Hari Jumat yang terasa cepat adalah tanda bahwa kamu punya sesuatu yang menyenangkan untuk dinanti di akhir pekan.

Jadi, jangan panik kalau waktu terasa ngebut sore ini, itu tandanya otakmu sudah siap untuk liburan!