Jangan Salah Sebut! Ini Perbedaan UFO dan UAP dalam Istilah Militer Modern
Admin WGM - Thursday, 02 July 2026 | 12:30 PM


Selama puluhan tahun, fenomena benda terbang misteri di langit selalu diidentikkan dengan istilah UFO (unidentified flying object) atau objek terbang tak dikenal. Istilah ini telah melekat kuat dalam budaya populer global dan sering kali langsung dikaitkan dengan keberadaan makhluk asing atau alien dari luar angkasa. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, sebuah pergeseran linguistik dan birokrasi yang signifikan mulai terjadi di lingkungan pemerintahan modern, khususnya di Amerika Serikat. Lembaga antariksa NASA dan Departemen Pertahanan kini secara resmi mengganti sebutan populer tersebut menjadi UAP (unidentified anomalous phenomena atau unidentified aerial phenomena).
Perubahan nomenklatur ini bukan sekadar pergantian frasa tanpa makna, melainkan sebuah langkah strategis untuk menghilangkan stigma negatif. Sejak pertengahan abad ke-20, istilah UFO telah mengalami distorsi makna di mata publik akibat pengaruh film fiksi ilmiah dan teori konspirasi yang tidak berdasar. Ketika seorang pilot militer atau ilmuwan melaporkan adanya penampakan aneh di langit dengan menggunakan kata UFO, laporan tersebut sering kali dianggap remeh atau tidak kredibel. Dengan mengubah nama menjadi UAP, pemerintah berupaya menciptakan ruang diskusi yang lebih ilmiah, objektif, dan bebas dari prasangka mistis mengenai piring terbang.
Secara teknis, istilah UAP juga memiliki cakupan definisi yang jauh lebih luas dan akurat dibandingkan dengan UFO. Kata object atau objek dalam istilah UFO membatasi pengamatan pada benda fisik yang padat dan memiliki struktur mekanis. Sementara itu, kata phenomena atau fenomena dalam istilah UAP memungkinkan para peneliti untuk memasukkan berbagai anomali lain yang tidak selalu berupa benda padat. Fenomena tersebut dapat berupa refleksi optik, gangguan cuaca ekstrem, teknologi pesawat nirawak (drone) canggih milik negara lain, atau fenomena atmosfer alam yang belum dapat dijelaskan oleh ilmu pengetahuan saat ini.
Selain itu, kata anomalous atau anomali yang menggantikan kata aerial memberikan ruang bagi para peneliti untuk mempelajari fenomena misterius yang tidak hanya terjadi di udara. Berdasarkan laporan militer terbaru, beberapa objek misterius diketahui memiliki kemampuan transmedium, yaitu dapat bergerak cepat di langit dan kemudian menyelam ke dalam samudra tanpa kehilangan kecepatan. Melalui rebranding dari UFO menjadi UAP ini, pemerintah dan komunitas ilmiah berharap dapat mengumpulkan data yang lebih valid demi kepentingan keselamatan penerbangan dan keamanan nasional tanpa perlu terjebak dalam perdebatan tanpa akhir mengenai keberadaan makhluk luar angkasa.
Next News

Seorang Perempuan Asal Pemalang Ditemukan Meninggal di Rumah Warga Karanganyar
in 6 hours

Geger Brankas Rahasia! Polisi Sita Emas 74 Kg dan Uang Rp543 Miliar Hasil Korupsi, Polri-KPK Buru Tersangka
in 7 hours

Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 3.889 Orang, PM Vietnam Apresiasi Ratusan Prajurit Evakuasi
in 6 hours

Kewalahan dengan Media Sosial? Coba Panduan Digital Detox untuk Kesehatan Mental
in 6 hours

Mens Rea Etik Suryani: KPK Sebut Korupsi di Sukoharjo Estafet Antarbupati
in 3 hours

Diserang Isu Money Laundering Raffi Ahmad, RANS Buka Suara di Tengah Persiapan Melantai di Bursa!
in an hour

Sogok Massal Penguasa Gerbang Negara: Bagaimana John Field dkk Membeli Kebijakan Bea Cukai Senilai Puluhan Miliar
in an hour

Rampung Seleksi Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, Tiga Operator Raksasa Bersiap Dongkrak Jaringan
in 5 hours

Ingin Porsi Layak Seperti di Amerika, Prabowo Minta Daging Ayam Menu MBG Tak Dipotong Kecil-Kecil
in 4 hours

Kondisi Menurun Drastis, Wali Kota Bandung Farhan Mendadak Dilarikan ke IGD Rumah Sakit
in 2 hours





