Selasa, 26 Mei 2026
Walisongo Global Media
Health

Jangan Diabaikan, Ini Risiko Penyakit yang Dapat Mengintai Kelenjar Tiroid

Admin WGM - Monday, 25 May 2026 | 07:00 PM

Background
Jangan Diabaikan, Ini Risiko Penyakit yang Dapat Mengintai Kelenjar Tiroid
Ilustrasi (Google.com/)

Kelenjar Kecil yang Memiliki Peran Besar bagi Tubuh

Kelenjar tiroid mungkin berukuran kecil, tetapi memiliki fungsi yang sangat penting bagi tubuh. Organ berbentuk menyerupai kupu-kupu yang berada di bagian depan leher ini berperan menghasilkan hormon tiroid yang membantu mengatur metabolisme, suhu tubuh, detak jantung, tekanan darah, hingga proses tubuh mengubah makanan menjadi energi.

Ketika fungsi kelenjar tiroid terganggu, keseimbangan hormon di dalam tubuh dapat berubah. Akibatnya, berbagai sistem tubuh dapat ikut terpengaruh. Pada beberapa kasus, gejalanya sering dianggap sepele karena muncul secara perlahan, sehingga banyak orang baru menyadari setelah kondisinya berkembang lebih lanjut.

Gangguan pada kelenjar tiroid dapat menyebabkan produksi hormon terlalu sedikit atau justru berlebihan. Selain itu, perubahan bentuk kelenjar juga dapat memunculkan masalah kesehatan tertentu.

Hipotiroidisme, Saat Tubuh Kekurangan Hormon Tiroid

Salah satu gangguan yang cukup sering terjadi adalah hipotiroidisme. Kondisi ini muncul ketika kelenjar tiroid tidak mampu menghasilkan hormon tiroid dalam jumlah yang cukup.

Salah satu penyebab yang cukup dikenal adalah Penyakit Hashimoto. Pada kondisi tersebut, sistem kekebalan tubuh justru menyerang jaringan tiroid yang sehat sehingga mengganggu produksi hormon.

Gejala hipotiroidisme dapat muncul secara bertahap, seperti:

  • Mudah lelah
  • Berat badan meningkat
  • Tubuh lebih sensitif terhadap udara dingin
  • Kulit dan rambut menjadi kering
  • Rambut rontok
  • Wajah tampak membengkak
  • Gangguan menstruasi pada wanita

Karena gejalanya berkembang perlahan, sebagian orang sering menganggapnya sebagai kelelahan biasa atau pengaruh aktivitas sehari-hari.

Hipertiroidisme, Produksi Hormon Terlalu Berlebihan

Berbeda dengan hipotiroidisme, hipertiroidisme terjadi ketika tubuh memproduksi hormon tiroid secara berlebihan.

Salah satu penyebab yang sering ditemukan ialah Penyakit Graves. Penyakit autoimun ini membuat kelenjar tiroid bekerja terlalu aktif sehingga produksi hormon meningkat secara berlebihan.

Gejala yang sering muncul antara lain:

  • Jantung berdebar
  • Tangan gemetar
  • Berat badan menurun
  • Tubuh mudah berkeringat
  • Mudah merasa cemas
  • Sulit tidur
  • Nafsu makan meningkat
  • Mudah gelisah

Pada beberapa kasus, penderita juga dapat mengalami perubahan pada mata yang terlihat lebih menonjol.

Gondok dan Nodul Tiroid Juga Perlu Diwaspadai

Gangguan lain yang dapat muncul adalah pembesaran kelenjar tiroid atau gondok (struma). Kondisi ini sering dikaitkan dengan kekurangan asupan yodium, meskipun faktor genetik, kehamilan, serta paparan tertentu juga dapat berpengaruh.

Pada tahap awal, gondok terkadang tidak menimbulkan gejala. Namun ketika ukurannya membesar, penderitanya dapat merasakan:

  • Benjolan pada leher
  • Kesulitan menelan
  • Sulit bernapas
  • Suara menjadi serak
  • Batuk

Selain gondok, terdapat pula nodul tiroid, yaitu benjolan yang muncul di dalam kelenjar tiroid. Sebagian besar nodul bersifat jinak, tetapi dalam beberapa kondisi juga dapat berkaitan dengan tumor atau kanker.

Faktor Risiko yang Dapat Meningkatkan Kemungkinan Gangguan Tiroid

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit tiroid, di antaranya:

  • Berjenis kelamin perempuan
  • Berusia di atas 60 tahun
  • Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit tiroid
  • Memiliki penyakit autoimun
  • Kekurangan yodium
  • Pernah menjalani terapi radiasi pada area dada
  • Pernah menjalani pengobatan dengan iodium radioaktif

Faktor-faktor tersebut tidak selalu menyebabkan penyakit tiroid, tetapi dapat meningkatkan peluang seseorang mengalaminya.

Penting Mengenali Gejala Sejak Dini

Gangguan pada kelenjar tiroid sering kali tidak menimbulkan tanda yang spesifik pada tahap awal. Karena itu, pemeriksaan lebih lanjut biasanya diperlukan untuk memastikan diagnosis, seperti tes darah hormon tiroid, USG, pemindaian, atau biopsi bila diperlukan.

Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit tiroid dapat menimbulkan komplikasi seperti gangguan irama jantung, gagal jantung, krisis tiroid, hingga gangguan fungsi organ lainnya.

Mengenali perubahan pada tubuh dan tidak mengabaikan gejala yang muncul menjadi langkah awal yang penting. Penanganan yang dilakukan lebih cepat dapat membantu mencegah gangguan berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.