Bukan Dihakimi, Begini Cara Tepat Berbicara dengan Seseorang yang Mengalami Halusinasi
Admin WGM - Sunday, 24 May 2026 | 08:30 AM


Kebutuhan akan edukasi mengenai cara berinteraksi dengan individu yang mengalami kendala kesehatan mental harian kini semakin mendesak untuk dipahami oleh masyarakat luas. Salah satu aspek krusial yang memerlukan panduan komunikasi khusus berbasis empati adalah tata cara berbicara dan merespons seseorang yang sedang berada di bawah pengaruh atau mengalami episode halusinasi.
Halusinasi, baik berupa pendengaran, penglihatan, maupun sensorik lainnya, merupakan sebuah pengalaman yang terasa sangat nyata bagi orang yang mengalaminya, meskipun hal tersebut tidak terjadi di realitas objektif. Guna menjembatani kondisi darurat psikologis tersebut, sebuah panduan praktis diluncurkan untuk melatih masyarakat agar mampu memposisikan diri secara tepat, yaitu dengan mengambil peran ganda sebagai "telinga" dan "jangkar".
Menjadi telinga yang baik di sini berarti memberikan ruang bagi orang yang bersangkutan untuk mengekspresikan apa yang sedang mereka dengar atau lihat tanpa adanya interupsi yang bersifat menghakimi. Komunikasi empati ini melarang keras tindakan mendebat, menyanggah, atau menertawakan apa yang mereka alami. Membujuk atau meyakinkan mereka secara agresif bahwa halusinasi itu tidak ada justru akan memicu rasa tidak percaya, kepanikan yang lebih tinggi, serta membuat mereka merasa terisolasi secara emosional.
Sebaliknya, pendengar diharapkan mampu memberikan validasi terhadap perasaan atau emosi yang muncul akibat halusinasi tersebut, bukan memvalidasi isi halusinasinya. Sebagai contoh, jika seseorang merasa ketakutan karena mendengar suara-suara gaib, komunikator disarankan untuk merespons ketakutannya dengan kalimat penenang, seperti mengakui bahwa situasi tersebut pasti terasa sangat menakutkan bagi mereka, tanpa harus membenarkan keberadaan suara itu sendiri.
Peran kedua yang tidak kalah penting dalam garis waktu penanganan ini adalah bertindak sebagai jangkar (anchor). Istilah jangkar digunakan sebagai metafora untuk menambatkan kembali kesadaran orang yang sedang berhalusinasi ke dalam realitas nyata di sekitarnya. Suami, keluarga, atau teman yang berada di lokasi kejadian bertugas memberikan rasa aman fisik dan psikologis agar emosi korban tidak hanyut terlalu jauh.
Sebagai jangkar, komunikator dapat menggunakan suara yang tenang, lembut, namun tetap tegas untuk mengalihkan fokus perhatian mereka secara perlahan. Menghadirkan kontak mata yang bersahabat, menyebutkan nama mereka secara berkala, atau mengajak mereka menyadari keberadaan fisik di ruangan tersebut seperti menyentuh permukaan benda atau mengatur napas bersama—adalah bentuk teknik penambatan realitas yang sangat efektif.
Melalui penyebaran tips praktis komunikasi empati ini, masyarakat diharapkan tidak lagi merasa cemas atau bingung ketika berhadapan dengan situasi serupa. Memahami formula sederhana untuk menjadi pendengar yang penuh perhatian serta pelindung yang menambatkan realitas, dapat menjadi langkah awal yang menyelamatkan untuk mereduksi tingkat stres ekstrem pada individu yang sedang berjuang melawan halusinasinya.
Next News

Bukan Langsung Cek HP! Ini Ritual Pagi Terbaik untuk Tubuh Bugar dan Mood Bahagia
a day ago

Sejarah Hari Zoonosis Sedunia: Bagaimana Satu Suntikan Menyelamatkan Jutaan Nyawa Manusia
4 days ago

Bisa Jadi Sarang Bakteri, Ini Risiko Kesehatan Makan Daging Setengah Matang
4 days ago

Waspada! 5 Penyakit Berbahaya pada Hewan yang Bisa Menular ke Manusia
5 days ago

Makan Cokelat Bikin Bahagia? Simak Penjelasan Ilmiah di Balik Efek Mood Booster Cokelat
7 days ago

Sesuatu yang Berlebihan Itu Buruk: Ini 5 Efek Samping Terlalu Banyak Makan Buah
9 days ago

Bukan Cuma Bilas Air! Ini Cara Benar Mencuci Buah Agar Bersih dari Pestisida
10 days ago

Jangan Salah Pilih! Daftar Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet dan Diabetes
10 days ago

Manfaat Vitamin C untuk Daya Tahan Tubuh, Ketahui Sumber Alami dan Cara Memenuhinya
11 days ago

Kaya Omega-3, Ini 5 Manfaat Hebat Ikan Tangkapan Laut Bagi Tubuh
11 days ago




