Hubungan China-Barat Memanas Buntut UU Kontroversial Xi Jinping Terkait Etnis Minoritas
Admin WGM - Sunday, 05 July 2026 | 01:30 PM


Presiden China, Xi Jinping, resmi mengesahkan undang-undang baru mengenai persatuan etnis yang mewajibkan seluruh sekolah di negara tersebut untuk menggunakan bahasa Mandarin sebagai bahasa pengantar utama. Kebijakan ketat ini langsung memicu kekhawatiran mendalam di kalangan pakar pendidikan dan hak asasi manusia yang menilai aturan tersebut dapat mengikis identitas budaya lokal.
Sistem edukasi yang tersentralisasi ini dinilai mengancam keberadaan bahasa dan tradisi kelompok minoritas yang tersebar di berbagai wilayah otonom China. Para pengamat internasional melihat beleid baru ini sebagai langkah agresif Beijing untuk mempercepat asimilasi budaya secara paksa dengan dalih memperkokoh rasa persatuan nasional di bawah ideologi partai.
Kontroversi aturan ini semakin meruncing karena regulasi di dalamnya diduga kuat melegalkan tindakan represif yang jangkauannya melintasi batas-batas negara (transnational repression). Ketentuan tersebut memungkinkan otoritas keamanan untuk mengawasi, menekan, hingga menargetkan para pembangkang atau warga etnis minoritas yang vokal menyuarakan kritik dari luar negeri.
Langkah hukum sepihak ini mendapat kecaman luas dari berbagai organisasi global karena dianggap melanggar hak-hak dasar kelompok minoritas dalam mempertahankan warisan leluhur mereka. Di sisi lain, pemerintah China tetap bergeming dan menegaskan bahwa regulasi ini sangat krusial demi menjaga stabilitas politik serta keamanan nasional dari ancaman disintegrasi.
Dampak dari titah terbaru Xi Jinping ini diprediksi akan memperkeruh hubungan diplomatik China dengan negara-negara Barat yang fokus pada isu penegakan hak asasi manusia. Dunia kini terus memantau bagaimana implementasi undang-undang kontroversial tersebut di lapangan serta potensi eskalasi perlawanan dari komunitas diaspora di tingkat internasional.
Next News

Diserang Isu Money Laundering Raffi Ahmad, RANS Buka Suara di Tengah Persiapan Melantai di Bursa!
in 7 hours

Sogok Massal Penguasa Gerbang Negara: Bagaimana John Field dkk Membeli Kebijakan Bea Cukai Senilai Puluhan Miliar
in 7 hours

Aksi Arogan Berujung Bui! Polisi Tangkap 'Bang Jago' yang Viral Rusak Mini Cooper di Sunter
in 6 hours

Bumi Makin Padat: Bagaimana Ledakan Populasi Memengaruhi Krisis Lingkungan Global
in 7 hours

Ratusan Nakes NTT Desak Proses Hukum: Dugaan Misteri di Balik Kasus dr. Icha Harus Dibongkar!
11 hours ago

Karpet Merah untuk CPO Lokal: Mandatori B50 Prabowo Siap Serap 2,1 Juta Tenaga Kerja Baru!
11 hours ago

Dari Kursi Kuasa ke Ruang Pemeriksaan: Kejatuhan Bupati Sukoharjo Etik Suryani dalam Semalam
11 hours ago

Sempat Ditutupi Tersangka Kasus Pembakaran Tiga Santri di Ponpes Lombok Ditangkap Polisi
13 hours ago

Kasus Korupsi Batu Bara Blackout Sumatra, Polisi Geledah 12 Lokasi Sita Ratusan Miliar Barang Bukti
14 hours ago

Ingin Ganti Kuasa Pajak? Pahami Syarat Kompetensi dan Prosedur Pencabutan Terbaru Menurut DJP
8 hours ago





