Hanya Demi Foto, Rombongan Mobil Mewah Berhenti di Sitinjau Lauik, Polisi Pengawal Kini Diperiksa
Admin WGM - Tuesday, 14 April 2026 | 12:00 PM


Aksi rombongan mobil mewah yang berhenti untuk berswafoto di tikungan ekstrem Sitinjau Lauik, Kota Padang, Sumatra Barat, berujung pada tindakan tegas kepolisian. Polda Sumatra Barat (Sumbar) mengonfirmasi tengah memeriksa dua personel polisi yang melakukan pengawalan terhadap konvoi tersebut. Langkah ini diambil setelah video aksi rombongan tersebut viral dan menuai kritik tajam karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan serta melanggar etika pengawalan lalu lintas.
Insiden yang terjadi di jalur lintas Sumatra yang dikenal rawan kecelakaan ini menyeret nama politisi sekaligus Komisaris PT Pusri, Arteria Dahlan, sebagai salah satu anggota dalam rombongan tersebut.
Keputusan rombongan untuk berhenti tepat di bahu jalan tikungan tajam Sitinjau Lauik demi kepentingan dokumentasi memicu kemarahan publik. Jalur tersebut merupakan jalur vital bagi kendaraan berat seperti truk dan bus, di mana sudut kemiringan jalan memerlukan ruang gerak luas dan kewaspadaan tinggi.
Kabid Humas Polda Sumbar menyatakan bahwa personel yang melakukan pengawalan (patwal) seharusnya memastikan kelancaran lalu lintas, bukan justru memfasilitasi tindakan yang menghambat arus kendaraan di titik rawan. "Dua personel yang terlibat dalam pengawalan tersebut saat ini sedang diperiksa oleh Propam Polda Sumbar. Kami akan mendalami mengapa mereka membiarkan rombongan berhenti di lokasi yang jelas-jelas dilarang dan berbahaya," tegasnya dalam keterangan resmi, Selasa (14/4/2026).
Pihak kepolisian menekankan bahwa pengawalan khusus atau voojrijder tidak memberikan hak istimewa kepada rombongan untuk melanggar aturan keselamatan jalan raya, terutama di lokasi dengan risiko kecelakaan tinggi.
Pakar keselamatan berkendara memperingatkan bahaya besar dari aksi berhenti di tikungan Sitinjau Lauik. Area tersebut merupakan zona blind spot atau titik buta bagi pengemudi kendaraan besar. Truk yang datang dari arah atas maupun bawah membutuhkan momentum dan ruang manuver yang konstan.
"Berhenti di tikungan ekstrem seperti Sitinjau Lauik hanya untuk berfoto adalah tindakan yang sangat tidak bertanggung jawab. Hal itu dapat memaksa pengemudi truk melakukan pengereman mendadak di tanjakan atau turunan curam, yang berisiko menyebabkan rem blong atau kendaraan terbalik," tulis laporan evaluasi lalu lintas setempat.
Publik menyayangkan tindakan rombongan yang seolah mengabaikan keselamatan publik demi konten visual, terlebih aksi tersebut dilakukan di bawah pengawasan aparat penegak hukum.
Video yang beredar luas di media sosial mengaitkan rombongan tersebut dengan Arteria Dahlan. Mantan politisi PDI Perjuangan yang kini menjabat sebagai Komisaris PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang tersebut menjadi sasaran kritik warganet. Kehadirannya dalam rombongan yang berhenti di tikungan tersebut memicu diskursus mengenai kepatutan perilaku pejabat publik di jalan raya.
Profil Arteria yang dikenal vokal selama di legislatif kini kembali diperbincangkan pascapindah ke posisi strategis di Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Arteria Dahlan terkait keterlibatannya dalam aksi foto di jalur ekstrem tersebut.
Insiden ini mendorong tuntutan publik agar Polri lebih selektif dan tegas dalam memberikan fasilitas pengawalan bagi tokoh publik atau konvoi tertentu. Banyak pihak mendesak agar aturan mengenai pengawalan diperketat agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi yang justru merugikan masyarakat umum.
Polda Sumbar berjanji akan memberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku bagi personel yang terbukti melakukan pelanggaran prosedur dalam menjalankan tugas pengawalan. Kejadian ini diharapkan menjadi pelajaran bagi seluruh pengguna jalan agar tetap mengedepankan aspek keselamatan di atas kepentingan dokumentasi pribadi, terutama di jalur-jalur rawan kecelakaan nasional.
Next News

Fenomena Pemadaman Listrik Bergilir Resahkan Warga, Waka MPR Desak PLN Benahi Infrastruktur
an hour ago

Gelar Aksi di Kantor DPRD Sementara, Aliansi Mahasiswa Pekalongan Raya Suarakan Isu Lokal dan Nasional
an hour ago

Zona Merah Lahan Hijau Pekalongan Terancam Proyek PSEL, Wali Kota Pekalongan Soroti Darurat Sampah
2 hours ago

Motor Diangkut Dishub Saat Ambil Pesanan, Driver Ojol Menangis dan Mohon Kendaraannya Dikembalikan
an hour ago

Video Aksi Diduga Mata Elang di Rawamangun Viral, Disebut Meresahkan Pengendara Perempuan
an hour ago

SPPG di Jateng Wajib Serap Telur dan Daging Ayam Peternak Lokal untuk Program MBG
2 hours ago

BMKG Catat Rentetan Gempa Dangkal di Sesar Kendeng, Warga Diminta Tetap Waspada
2 hours ago

Jembatan Garuda Merah Putih Capai 70 Persen, Akses Kendal-Batang Segera Lebih Mudah
2 hours ago

Urai Kemacetan Akhir Tahun, 10 Ruas Jalan Tol Baru Siap Dibuka Fungsional Jelang Nataru!
2 hours ago

Teken Damai dengan Iran, Donald Trump Dihujani Kritik Pedas dari Internal Partai Republik
3 hours ago





