Bukan Sekadar Asal Tendang: Mengasah Akurasi "Guntur" di Atas Lapangan
Admin WGM - Monday, 26 January 2026 | 10:23 AM


Ketatnya persaingan sepak, teknik melepas tendangan ke gawang bukan cuma urusan mengayunkan kaki sekuat tenaga. Sebuah gol lahir dari kombinasi apik antara gerak tubuh yang mekanis, presisi bidikan, dan ketenangan mental. Sering kali kita melihat pemain muda terjebak pada ambisi "adu power", tapi hasilnya justru tidak pas dengan ekspetasi melambungnya, ya berakhir lemah di pelukan kiper.
Para pelatih berlisensi AFC sering menekankan bahwa tendangan berkelas adalah buah dari repetisi atau latihan berulang yang disadari penuh, bukan sekadar insting. Merujuk pada kurikulum akademi top dunia, ada beberapa poin taktis yang bisa mengubah kualitas sepakan Anda secara instan.
Kaki Tumpu: Si "Kompas" Penentu Arah
Banyak yang tidak sadar bahwa rahasia tendangan akurat justru ada pada kaki yang tidak menendang. Kaki tumpu adalah jangkar sekaligus kompas. Untuk memastikan bola meluncur sesuai rencana, letakkan kaki tumpu sejajar di samping bola dengan jarak sekitar satu jengkal (15–20 cm).
Jika kaki tumpu Anda ketinggalan di belakang bola, jangan kaget kalau sepakan Anda malah melambung tinggi. Ini terjadi karena sudut kontak kaki jadi menyasar bagian bawah bola. Kuncinya, pastikan posisi badan agak condong ke depan saat kaki menghantam bola. "Kalau badan Anda condong ke belakang, kontrol atas ketinggian bola pasti hilang," ujar seorang pelatih lokal di Jakarta.
Mencari Sweet Spot dan Gerak Lanjut
Tendangan yang mematikan tidak butuh tenaga raksasa, tapi butuh perkenaan yang pas atau sweet spot. Untuk menghasilkan power drive yang keras dan mendatar, gunakan punggung kaki atau area tali sepatu. Mata harus terkunci pada titik tengah bola, dan yang paling penting: engkel kaki harus "dikunci" kuat (locked ankle) agar tidak goyang saat terjadi benturan.
Satu hal yang membedakan pemain amatir dan pro adalah follow-through atau gerak lanjut. Jangan langsung menghentikan ayunan kaki begitu menyentuh bola. Biarkan kaki menendang terus berayun mengikuti arah target sampai Anda mendarat dengan kaki yang sama. Gerakan mengalir ini memastikan seluruh energi tubuh berpindah ke bola secara maksimal.
Membangun Muscle Memory Lewat Dinding
Teknik secanggih apa pun akan buyar kalau mental berantakan saat pertandingan, sehingga latihan repetisi yang terukur merupakan hal yang sangat penting. Dibanding dengan asal menendang keras ke gawang kosong, cobalah rutin melakukan static ball striking.
Manfaatkan dinding terdekat. Berlatihlah menendang bola mati ke dinding dari jarak dekat hanya untuk merasakan bagaimana punggung kaki bersentuhan dengan bola secara konsisten. Jika sudah mulai "dapat" feeling-nya, barulah tambah jarak dan coba menendang sambil berlari (ball in motion). Latihan membosankan inilah yang sebenarnya mempertajam sinkronisasi antara mata, otak, dan otot kaki dalam waktu sekejap mata.
Next News

Rekor Pecah! Sandy Walsh Jadi Pionir Pemain Indonesia di AFC Champions League Elite
9 hours ago

Gak Cuma Putih Polos! Inilah Evolusi Jersey Real Madrid yang Bikin Fans Auto Pengen Koleksi
3 days ago

Gak Cuma Pesta! Ternyata Ini Alasan Kenapa Real Madrid Selalu Rayakan Juara di Cibeles
3 days ago

Gak Ada Lawan! Inilah Sosok Florentino Perez, Presiden di Balik Mewahnya Skuad Real Madrid
3 days ago

Gak Ada Lawan! Cristiano Ronaldo Masih Jadi Raja Gol Abadi Real Madrid, Ini Daftarnya
3 days ago

Real Madrid dan Liga Champions: Kisah Cinta Abadi yang Bikin Klub Lain Gigit Jari
3 days ago

Rekor Lari 2026 Pecah Terus! Mengenal Teknologi "Sepatu Pegas" yang Bikin Pelari Amatir Makin Kencang
3 days ago

Bukan Sekadar Gunners, Simak Sejarah Unik Nama Gooners yang Jadi Identitas Fans Meriam London
3 days ago

Gak Cuma Menang, Ini Rahasia 'Jogo Bonito' ala Arsenal yang Bikin Lawan Auto Kena Mental
3 days ago

Gak Ada Obat! Mengenang Formasi 4-4-2 Invincibles yang Bikin Lawan Auto Kena Mental
4 days ago





