BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ini Alasannya
Admin WGM - Saturday, 29 August 2026 | 05:00 PM


Badan Gizi Nasional (BGN) mencoret sekitar 80 sekolah swasta yang dinilai tidak membutuhkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari daftar penerima manfaat. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari penajaman sasaran program sekaligus evaluasi penggunaan anggaran agar bantuan makanan bergizi diberikan kepada kelompok yang lebih membutuhkan.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan sekolah-sekolah yang dikeluarkan dari daftar tersebut mayoritas merupakan sekolah swasta elite yang dinilai memiliki kemampuan menyediakan kebutuhan makan bagi siswanya secara mandiri. Beberapa nama sekolah yang disebut masuk dalam daftar pengecualian antara lain Jakarta Intercultural School (JIS), Cikal, Taruna Nusantara, dan Kemala Bhayangkari.
Menurut Sudaryono, penyisiran penerima manfaat dilakukan untuk memastikan anggaran MBG digunakan secara tepat sasaran. BGN juga menemukan adanya potensi data penerima ganda dalam proses evaluasi, sehingga pendataan kembali diperlukan untuk memperbaiki akurasi jumlah penerima program.
Langkah tersebut disampaikan Sudaryono saat mendatangi Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (28/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, Sudaryono bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas evaluasi pelaksanaan program MBG sekaligus sinkronisasi anggaran.
Pertemuan itu menjadi pertemuan resmi pertama Sudaryono dengan Purbaya sejak dirinya menjabat sebagai Kepala BGN sekitar satu bulan lalu. Sudaryono mengatakan koordinasi dengan Kementerian Keuangan diperlukan untuk membahas pelaksanaan anggaran tahun berjalan, sisa anggaran, hingga rencana anggaran untuk tahun berikutnya.
Selain persoalan anggaran, pembahasan juga mencakup penajaman daftar penerima manfaat MBG. BGN menilai evaluasi diperlukan karena setiap perubahan jumlah penerima akan berdampak terhadap kebutuhan anggaran program tersebut.
Sudaryono menegaskan pelaksanaan MBG membutuhkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Menurutnya, program tersebut memiliki alokasi anggaran besar sehingga pelaksanaan dan pertanggungjawabannya harus dilakukan secara optimal.
Pemerintah sendiri telah menyiapkan anggaran MBG untuk 2027 sebesar Rp240,2 triliun dengan sasaran sekitar 72,1 juta penerima manfaat. Penyesuaian data penerima menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk memastikan alokasi anggaran tersebut sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Dengan pencoretan sekolah yang dinilai mampu memenuhi kebutuhan secara mandiri, BGN berharap program MBG dapat lebih terarah kepada masyarakat yang membutuhkan. Evaluasi data dan anggaran akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya memperbaiki pelaksanaan program prioritas pemerintah tersebut.
Next News

Mantan Calon Bupati Deli Serdang Jadi Otak Pengiriman Uang Palsu Rp 980 Juta untuk Demo di Jakarta
in 5 hours

Kayuh Sepeda Pekalongan-Jakarta Berujung Tersangka, Bareskrim Polri Periksa Keluarga Pedagang Singkong
in an hour

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Tegaskan Indonesia Belum Bisa Ekspor Listrik ke Singapura
16 hours ago

Pemerintah Siapkan Pajak Digital untuk Transfer Bank demi Genjot Penerimaan Negara
20 hours ago

Titik Api Masih Muncul, Kebakaran TPA Degayu Pekalongan Landa Area Seluas 1,5 Hektar
a day ago

Pembatalan Suket Ijazah Gibran Berpotensi Merembet ke Presiden Prabowo
2 days ago

Polda Metro Jaya Minta Maaf Soal Polemik Deklarasi Mahasiswa di Bundaran HI
2 days ago

Melestarikan Warisan Budaya, Parade Kain Batik 116 Meter Bentang Pewarna Alami di Kota Pekalongan
2 days ago

Gelombang Pengunduran Diri Musisi dan UMKM Warnai Rencana Penyelenggaraan RANS Carnival di Sleman
3 days ago

Putusan Kasasi Mahkamah Agung Batalkan Surat Penyetaraan Ijazah Gibran Rakabuming Raka
3 days ago


