Kamis, 26 Februari 2026
Walisongo Global Media
How's Going

38 Hari Tanpa Listrik, Pengungsi Banjir Aceh Utara Bertahan di Tengah Gelap

Admin WGM - Saturday, 03 January 2026 | 04:50 AM

Background
38 Hari Tanpa Listrik, Pengungsi Banjir Aceh Utara Bertahan di Tengah Gelap
Susana malam hari di lokasi pengungsian korban banjir Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh (Kompas.com/Masriadi Sambo)

Malam itu sejumlah pengungsi korban banjir belum tidur di Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Kamis (2/1/2026) malam. Jam menunjukkan pukul 21.00 WIB. Genap 38 hari warga hidup tanpa listrik sejak banjir besar melanda kampung tersebut pada 26 November 2025.

Pengungsi banjir di Aceh Utara harus bertahan dalam kondisi serba terbatas setelah hampir 38 hari hidup tanpa aliran listrik. Banjir yang melanda wilayah tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur dan terhambatnya pemulihan layanan dasar.

Ketiadaan listrik membuat aktivitas pengungsi, terutama pada malam hari, menjadi sangat sulit. Anak-anak kesulitan belajar, sementara lansia dan kelompok rentan harus beradaptasi dengan kondisi gelap dan minim penerangan.

Warga berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera memulihkan jaringan listrik agar kehidupan di pengungsian menjadi lebih layak. Pasokan listrik dinilai sangat penting untuk mendukung kebutuhan dasar, termasuk kesehatan dan keamanan.

Hingga kini, pengungsi tetap bertahan dengan semangat gotong royong sambil menanti solusi nyata dari pihak berwenang untuk mempercepat pemulihan pascabencana.