Senin, 10 Agustus 2026
Walisongo Global Media
Culture

Upaya Global Mengabadikan Bahasa Terancam Punah lewat Teknologi Digital

Admin WGM - Sunday, 09 August 2026 | 11:00 AM

Background
Upaya Global Mengabadikan Bahasa Terancam Punah lewat Teknologi Digital
Bahasa adat terancam punah (Kompas /)

Fenomena kepunahan bahasa adat di berbagai belahan dunia saat ini telah berada pada tingkat yang sangat mengkhawatirkan akibat tergerus oleh laju modernisasi, globalisasi, serta dominasi bahasa-bahasa utama. Ketika sebuah bahasa lokal mati dan tidak lagi dituturkan oleh generasi muda, dunia tidak hanya kehilangan sekadar alat komunikasi verbal, melainkan juga mengalami kehancuran identitas kebudayaan unik yang telah dibangun selama berabad-abad.

Bahasa adat menyimpan repositori pengetahuan sains lokal yang sangat kaya mengenai keanekaragaman hayati, klasifikasi flora dan fauna, hingga ramuan obat-obatan tradisional yang belum tersentuh oleh riset ilmiah modern. Hilangnya bahasa-bahasa ini secara otomatis menghapus catatan sejarah lisan serta kearifan ekologis berharga yang diturunkan oleh para leluhur secara lisan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Sistem linguistik masyarakat adat sering kali memuat istilah-istilah spesifik terkait navigasi alam, perilaku iklim, serta strategi adaptasi lingkungan yang tidak memiliki padanan kata dalam bahasa-bahasa internasional. Tanpa adanya penutur asli yang memahami struktur kebahasaan tersebut, ribuan pemahaman sains tradisional mengenai pemeliharaan ekosistem secara alami dipastikan akan sirna begitu saja tanpa jejak.

Selain berdampak pada sektor sains lokal, kepunahan bahasa adat juga merusak tatanan kebudayaan serta memperlemah struktur sosial yang menjadi perekat hubungan antaranggota komunitas adat. Kepunahan ini memutus rantai narasi sejarah, mitologi lokal, serta pandangan hidup (worldview) khas yang memberi makna mendalam bagi filosofi keberadaan manusia di atas bumi.

Upaya penyelamatan dan revitalisasi bahasa adat melalui pendokumentasian digital serta integrasi ke dalam kurikulum pendidikan daerah merupakan langkah yang sangat mendesak untuk segera direalisasikan. Kerja sama yang inklusif antara komunitas lokal, linguis, dan pemerintah sangat dibutuhkan agar bahasa-bahasa daerah yang terancam punah tersebut dapat terus hidup dan diwariskan kepada generasi penerus.

Melindungi keberadaan bahasa adat sama artinya dengan merawat keanekaragaman pemikiran serta menyelamatkan khazanah pengetahuan intelektual manusia yang sangat bernilai tinggi. Mari kita tingkatkan kepedulian terhadap kelestarian bahasa lokal demi menjaga kekayaan sains, sejarah, dan warisan budaya dunia agar tidak hilang ditelan zaman.