Tetap Beribadah di Sepuluh Malam Terakhir Ramadan serta Penjelasan Hukum Islam Mengenai Ibadah Wanita Saat Haid
Admin WGM - Wednesday, 11 March 2026 | 06:00 PM


Salah satu kekhawatiran yang sering muncul di kalangan wanita muslim saat memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan adalah ketika masa haid tiba. Ada anggapan bahwa berhalangan melaksanakan salat dan puasa berarti kehilangan kesempatan untuk meraih kemuliaan Lailatul Qadar. Namun, secara teologis dan berdasarkan penjelasan para ulama, pintu rahmat Tuhan tidak pernah tertutup bagi siapa pun yang bersungguh-sungguh. Wanita yang sedang haid tetap dapat beribadah secara optimal dan meraih pahala yang sama besarnya dengan mereka yang bersujud di masjid melalui berbagai jalur ibadah lain yang diperbolehkan.
Keabsahan ibadah bagi wanita haid di malam Lailatul Qadar didukung oleh pernyataan para ulama besar. Imam Juwaibir menyatakan bahwa keberkahan Lailatul Qadar diberikan kepada siapa saja dari umat Nabi Muhammad yang beramal saleh di malam tersebut, baik ia dalam keadaan suci maupun sedang berhalangan. Senada dengan itu, Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menekankan bahwa pintu zikir, doa, dan selawat tetap terbuka lebar bagi wanita haid. Ibadah dalam Islam tidak terbatas pada gerakan salat semata, melainkan mencakup seluruh aktivitas yang bertujuan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah memperbanyak zikir dan selawat. Wanita haid sangat dianjurkan untuk membaca doa Lailatul Qadar yang diajarkan Rasulullah, yaitu "Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni" (Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku). Doa ini dapat dibaca berulang kali sepanjang malam tanpa batasan jumlah. Selain itu, membaca kalimat thayyibah seperti tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir merupakan bentuk pengabdian lisan yang sangat bernilai tinggi di sisi Tuhan.
Membaca dan mendengarkan Al-Quran juga tetap dapat dilakukan dengan penyesuaian teknis. Berdasarkan pendapat dalam Mazhab Syafi'i yang tertuang dalam kitab Majmu' Syarh al-Muhadzdzab, wanita haid dilarang menyentuh mushaf Al-Quran secara langsung. Namun, para ulama memperbolehkan wanita haid untuk membaca Al-Quran melalui gawai (smartphone) atau membaca kitab tafsir yang porsi terjemahannya lebih banyak daripada teks Arabnya. Mendengarkan lantunan ayat suci Al-Quran melalui audio juga menjadi sarana untuk menjaga koneksi spiritual agar tetap terasa kuat meski tidak sedang melaksanakan salat malam.
Jalur ibadah lainnya yang sangat efektif adalah melalui amal sosial atau sedekah. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, nilai amalan di malam Lailatul Qadar dilipatgandakan secara luar biasa. Memberi makan orang yang berbuka puasa, menyantuni anak yatim, atau membantu keperluan logistik jemaah yang sedang itikaf di masjid adalah bentuk ibadah mut'addi (ibadah yang manfaatnya dirasakan orang lain). Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, dan kedermawanan beliau meningkat drastis saat bulan Ramadan. Hal ini bisa menjadi teladan utama bagi wanita yang sedang berhalangan.
Terakhir, melayani keperluan keluarga yang sedang beribadah juga bernilai pahala yang sangat besar. Menyiapkan menu sahur bagi suami atau anak-anak yang akan berpuasa, serta memastikan kenyamanan anggota keluarga yang sedang itikaf, merupakan bentuk ketaatan yang nyata. Dengan menjaga niat yang tulus (ikhlas), setiap peluh dan usaha dalam melayani sesama muslim di malam-malam terakhir Ramadan akan dicatat sebagai amal saleh yang berat timbangannya.
Next News

Stop Pakai Kata 'Jangan'! Ini Alasan Ilmiah Kenapa Instruksi Positif Lebih Manjur ke Anak
7 hours ago

Mengapa Anak Lebih Cepat Meniru Apa yang Kamu Lakukan dibanding Apa yang Kamu Katakan?
8 hours ago

Gak Perlu Teriak! Ini Alasan Kenapa Membiarkan Anak Kedinginan Bisa Jadi Pelajaran Berharga
9 hours ago

Rutinitas Visual Membantu Anak Balita Menjalankan Tugas Tanpa Perlu Diingatkan Berkali-kali
10 hours ago

Stop Insecure! Ini Alasan Logis Kenapa Kesalahan Anak Bukan Berarti Kamu Gagal Jadi Orang Tua
11 hours ago

Anti-Menyesal! Ini Alasan Ilmiah Kenapa Menjeda 10 Detik Bisa Selamatkan Hubunganmu dan Anak
12 hours ago

Pentingnya Memvalidasi Perasaan Anak Sebelum Memperbaiki Perilakunya
13 hours ago

Lebih Cepat Menenangkan Saraf daripada Mengurung Anak Sendirian
14 hours ago

Bagaimana Respon Tenang Orang Tua Membantu Anak Membangun Jalur Saraf Kesabaran
15 hours ago

Gak Usah Marah-marah! Ini Alasan Ilmiah Kenapa Anak Kecil Belum Bisa Kontrol Emosi
16 hours ago





