Sabtu, 11 Juli 2026
Walisongo Global Media
Health

Studi Ungkap Golongan Darah Tertentu Berisiko Lebih Tinggi Alami Stroke, Ini Penjelasannya

Admin WGM - Wednesday, 24 June 2026 | 07:30 PM

Background
Studi Ungkap Golongan Darah Tertentu Berisiko Lebih Tinggi Alami Stroke, Ini Penjelasannya
(Pixabay/)

Sebuah penelitian kembali menyoroti hubungan antara golongan darah dan risiko penyakit kardiovaskular. Hasil studi menunjukkan bahwa pemilik golongan darah A memiliki risiko lebih tinggi mengalami stroke pada usia yang lebih muda dibandingkan kelompok golongan darah lainnya.

Temuan ini berasal dari analisis sejumlah penelitian genetika yang melibatkan ribuan partisipan dari berbagai negara. Para peneliti menemukan adanya keterkaitan antara variasi gen yang menentukan golongan darah dengan kemungkinan terjadinya stroke iskemik, yaitu jenis stroke yang terjadi akibat penyumbatan aliran darah menuju otak.

Golongan Darah A Dikaitkan dengan Risiko Lebih Tinggi

Berdasarkan hasil penelitian, individu dengan golongan darah A memiliki kecenderungan mengalami stroke sebelum usia 60 tahun lebih tinggi dibandingkan mereka yang memiliki golongan darah lain. Sebaliknya, pemilik golongan darah O tercatat memiliki risiko yang relatif lebih rendah.

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa perbedaan risiko tersebut tidak terlalu besar dan tidak berarti seseorang dengan golongan darah tertentu pasti akan mengalami stroke.

Mengapa Golongan Darah Bisa Berpengaruh?

Para ahli menduga hubungan tersebut berkaitan dengan faktor biologis yang memengaruhi proses pembekuan darah. Golongan darah tertentu diketahui memiliki karakteristik yang dapat memengaruhi kadar protein pembeku darah serta respons tubuh terhadap gangguan pada pembuluh darah.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko terbentuknya gumpalan darah yang dapat menyumbat aliran darah ke otak dan memicu stroke.

Namun hingga saat ini, mekanisme pasti yang menghubungkan golongan darah dengan risiko stroke masih terus diteliti oleh para ilmuwan.

Gaya Hidup Tetap Menjadi Faktor Utama

Meskipun penelitian menunjukkan adanya kaitan antara golongan darah dan risiko stroke, para pakar kesehatan menegaskan bahwa faktor gaya hidup tetap memiliki pengaruh yang jauh lebih besar.

Beberapa faktor yang diketahui meningkatkan risiko stroke antara lain:

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Diabetes
  • Kolesterol tinggi
  • Kebiasaan merokok
  • Kurang aktivitas fisik
  • Obesitas
  • Konsumsi alkohol berlebihan

Dengan kata lain, seseorang yang memiliki golongan darah berisiko tetapi menerapkan pola hidup sehat tetap dapat menurunkan kemungkinan terkena stroke secara signifikan.

Pentingnya Deteksi dan Pencegahan Dini

Stroke masih menjadi salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia. Karena itu, pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi langkah penting untuk mendeteksi faktor risiko sejak dini.

Menjaga tekanan darah tetap normal, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, serta menghindari rokok merupakan langkah sederhana yang terbukti efektif dalam mengurangi risiko stroke.

Penelitian mengenai hubungan golongan darah dan risiko stroke memberikan wawasan baru dalam dunia kesehatan. Meski pemilik golongan darah A disebut memiliki risiko sedikit lebih tinggi mengalami stroke usia dini, faktor genetik bukanlah satu-satunya penentu. Pola hidup sehat, pemeriksaan kesehatan rutin, dan pengendalian faktor risiko tetap menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan otak dan pembuluh darah sepanjang hayat.