Rabu, 10 Juni 2026
Walisongo Global Media
Health

Sering Merasa Cemas? Jangan-Jangan Kondisi Bakteri di Ususmu Sedang Gak Seimbang!

Admin WGM - Wednesday, 10 June 2026 | 06:00 PM

Background
Sering Merasa Cemas? Jangan-Jangan Kondisi Bakteri di Ususmu Sedang Gak Seimbang!
Ususmu Adalah Otak Keduamu (Dehealth Supplies /)

Selama ini, gangguan kesehatan mental seperti kecemasan (anxiety) dan perubahan suasana hati (mood swing) kerap dianggap sebagai masalah yang murni bersumber dari fungsi otak atau tekanan psikologis semata. Namun, penelitian terbaru di bidang kedokteran dan neurosains berhasil mengungkap sebuah fakta medis yang mencengangkan. Terdapat hubungan timbal balik yang sangat kuat antara kesehatan sistem pencernaan khususnya ekosistem bakteri di dalam usus dengan kondisi kesehatan mental manusia.

Di dalam saluran pencernaan kita, hidup triliunan mikroorganisme yang terdiri atas bakteri, jamur, dan virus yang dikenal dengan istilah mikrobioma usus. Ekosistem ini tidak hanya bertugas membantu proses pembusukan dan penyerapan sari makanan. Lebih jauh dari itu, usus dan otak kita terhubung secara langsung melalui sebuah jalur komunikasi biokimia dua arah yang disebut dengan istilah gut-brain axis (poros usus-otak).

Gut-Brain Axis: Jalur Komunikasi Usus dan Otak

Komunikasi yang terjadi di dalam sistem gut-brain axis ini melibatkan jaringan saraf yang sangat kompleks, sistem imun, serta senyawa kimia tubuh. Jaringan saraf terbesar yang menghubungkan organ pencernaan ke otak adalah Saraf Vagus (Vagus Nerve). Melalui saraf ini, sinyal-sinyal dari usus dikirim langsung ke pusat emosi di otak, dan sebaliknya.

Selain jalur saraf, mikrobioma usus yang sehat juga bertanggung jawab penuh dalam memproduksi neurotransmiter, yaitu senyawa kimia yang bertugas menyampaikan pesan antar-sel saraf. Salah satu senyawa terpenting adalah serotonin, yang populer dikenal sebagai hormon kebahagiaan karena fungsinya yang meregulasi suasana hati, kualitas tidur, dan nafsu makan.

Secara mengejutkan, sekitar 90 persen dari total hormon serotonin di dalam tubuh manusia justru diproduksi di dalam usus oleh bantuan mikrobioma, bukan di dalam otak. Oleh karena itu, jika populasi bakteri baik di dalam usus mengalami ketidakseimbangan (disbiosis), produksi serotonin akan terganggu, yang secara instan berpotensi memicu timbulnya gejala kecemasan hingga depresi.

Menjaga Usus untuk Jiwa yang Sehat

Keterkaitan yang erat ini melahirkan pemahaman baru bahwa menjaga kesehatan mental juga harus dimulai dari meja makan. Ketidakseimbangan mikrobioma usus umumnya dipicu oleh pola hidup yang buruk, seperti terlalu sering mengonsumsi makanan olahan, tinggi gula, serta penggunaan antibiotik yang tidak bijak.

Guna menjaga keharmonisan hubungan usus dan kecemasan ini, Anda disarankan untuk rutin mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan probiotik (bakteri baik hidup) seperti yoghurt, kefir, atau tempe. Selain itu, penuhilah kebutuhan prebiotik (makanan untuk bakteri baik) yang bersumber dari sayuran hijau, buah-buahan, dan biji-bijian utuh.

Melalui konsumsi makanan yang sehat dan seimbang, kita tidak hanya sedang memelihara kesehatan fisik pencernaan, melainkan juga sedang menanam investasi jangka panjang untuk mewujudkan jiwa dan pikiran yang lebih tenang, bahagia, serta bebas dari kecemasan.