Sebut Deddy Sitorus PDIP Tersesat, Herzaky Demokrat Sebut Kritik ke AHY Salah Tangkap
Admin WGM - Thursday, 25 June 2026 | 02:30 PM


Eskalasi ketegangan politik antara Partai Demokrat dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kembali memanas di ruang publik. Ketegangan terbaru ini dipicu oleh aksi saling serang pernyataan antara elite kedua partai. Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, melayangkan kritik menohok dengan menyebut politikus senior PDIP, Deddy Sitorus, telah mengalami salah tangkap dan berada dalam pemikiran yang "tersesat" terkait kritik yang disampaikannya baru-baru ini.
Silat lidah antarelite partai ini bermula dari pernyataan Deddy Sitorus yang mengkritik keras kinerja serta posisi politik Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Menanggapi serangan verbal tersebut, internal Partai Demokrat langsung pasang badan dan melancarkan serangan balik secara masif untuk menetralisasi narasi negatif yang dialamatkan kepada pimpinan tertinggi mereka.
Herzaky menegaskan bahwa argumentasi yang dibangun oleh Deddy Sitorus sama sekali tidak berlandaskan pada basis data yang valid, melainkan sekadar asumsi politik yang keliru. Menurutnya, Deddy gagal memahami esensi substansi dari kebijakan dan pencapaian yang telah ditorehkan oleh AHY selama berada di pemerintahan. Demokrat menilai kritik tersebut tidak lebih dari sekadar manuver politik usang yang sengaja digulirkan demi mendegradasi citra positif partai di mata masyarakat menjelang dinamika politik ke depan.
Tidak berhenti di situ, elite Partai Demokrat lainnya juga turut memperkuat benteng pertahanan dengan menegaskan bahwa seluruh argumen dan kinerja yang ditunjukkan oleh AHY sejauh ini "terlalu benar untuk dibantah". Mereka mengklaim bahwa rekam jejak kerja nyata AHY di kementerian terbukti mendapat apresiasi luas dari publik, sehingga serangan balik dari rival politik justru akan berbalik menjadi bumerang yang memperlihatkan ketidaksiapan lawan dalam beradu data secara objektif.
Polemik terbuka ini menjadi potret teranyar bagaimana ruang komunikasi politik di Indonesia kerap diwarnai oleh benturan persepsi yang tajam antarpandangan partai. Pengamat politik menilai aksi saling serang ini merupakan hal yang lumrah dalam dinamika konsolidasi, namun mengingatkan agar perdebatan tetap difokuskan pada substansi kinerja demi kepentingan masyarakat luas. Hingga kini, genderang perang argumen antara Demokrat dan PDIP diprediksi masih akan terus berlanjut di berbagai platform media nasional.
Next News

Mens Rea Etik Suryani: KPK Sebut Korupsi di Sukoharjo Estafet Antarbupati
in 6 hours

Diserang Isu Money Laundering Raffi Ahmad, RANS Buka Suara di Tengah Persiapan Melantai di Bursa!
in 4 hours

Sogok Massal Penguasa Gerbang Negara: Bagaimana John Field dkk Membeli Kebijakan Bea Cukai Senilai Puluhan Miliar
in 4 hours

Ingin Porsi Layak Seperti di Amerika, Prabowo Minta Daging Ayam Menu MBG Tak Dipotong Kecil-Kecil
in 7 hours

Kondisi Menurun Drastis, Wali Kota Bandung Farhan Mendadak Dilarikan ke IGD Rumah Sakit
in 5 hours

Aksi Arogan Berujung Bui! Polisi Tangkap 'Bang Jago' yang Viral Rusak Mini Cooper di Sunter
in 4 hours

Peluang atau Ancaman? Memahami Konsep Bonus Demografi untuk Masa Depan Bangsa
in 5 hours

Bumi Makin Padat: Bagaimana Ledakan Populasi Memengaruhi Krisis Lingkungan Global
in 4 hours

Ratusan Nakes NTT Desak Proses Hukum: Dugaan Misteri di Balik Kasus dr. Icha Harus Dibongkar!
14 hours ago

Karpet Merah untuk CPO Lokal: Mandatori B50 Prabowo Siap Serap 2,1 Juta Tenaga Kerja Baru!
14 hours ago





