Sabtu, 11 Juli 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Sebut Deddy Sitorus PDIP Tersesat, Herzaky Demokrat Sebut Kritik ke AHY Salah Tangkap

Admin WGM - Thursday, 25 June 2026 | 02:30 PM

Background
Sebut Deddy Sitorus PDIP Tersesat, Herzaky Demokrat Sebut Kritik ke AHY Salah Tangkap
Saling Serang Argumen Antara Elite Demokrat dan PDIP Terkait Kinerja AHY (MerahPutih/)

Eskalasi ketegangan politik antara Partai Demokrat dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kembali memanas di ruang publik. Ketegangan terbaru ini dipicu oleh aksi saling serang pernyataan antara elite kedua partai. Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, melayangkan kritik menohok dengan menyebut politikus senior PDIP, Deddy Sitorus, telah mengalami salah tangkap dan berada dalam pemikiran yang "tersesat" terkait kritik yang disampaikannya baru-baru ini.

Silat lidah antarelite partai ini bermula dari pernyataan Deddy Sitorus yang mengkritik keras kinerja serta posisi politik Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Menanggapi serangan verbal tersebut, internal Partai Demokrat langsung pasang badan dan melancarkan serangan balik secara masif untuk menetralisasi narasi negatif yang dialamatkan kepada pimpinan tertinggi mereka.

Herzaky menegaskan bahwa argumentasi yang dibangun oleh Deddy Sitorus sama sekali tidak berlandaskan pada basis data yang valid, melainkan sekadar asumsi politik yang keliru. Menurutnya, Deddy gagal memahami esensi substansi dari kebijakan dan pencapaian yang telah ditorehkan oleh AHY selama berada di pemerintahan. Demokrat menilai kritik tersebut tidak lebih dari sekadar manuver politik usang yang sengaja digulirkan demi mendegradasi citra positif partai di mata masyarakat menjelang dinamika politik ke depan.

Tidak berhenti di situ, elite Partai Demokrat lainnya juga turut memperkuat benteng pertahanan dengan menegaskan bahwa seluruh argumen dan kinerja yang ditunjukkan oleh AHY sejauh ini "terlalu benar untuk dibantah". Mereka mengklaim bahwa rekam jejak kerja nyata AHY di kementerian terbukti mendapat apresiasi luas dari publik, sehingga serangan balik dari rival politik justru akan berbalik menjadi bumerang yang memperlihatkan ketidaksiapan lawan dalam beradu data secara objektif.

Polemik terbuka ini menjadi potret teranyar bagaimana ruang komunikasi politik di Indonesia kerap diwarnai oleh benturan persepsi yang tajam antarpandangan partai. Pengamat politik menilai aksi saling serang ini merupakan hal yang lumrah dalam dinamika konsolidasi, namun mengingatkan agar perdebatan tetap difokuskan pada substansi kinerja demi kepentingan masyarakat luas. Hingga kini, genderang perang argumen antara Demokrat dan PDIP diprediksi masih akan terus berlanjut di berbagai platform media nasional.