Jumat, 10 Juli 2026
Walisongo Global Media
Health

Sariawan Sering Kambuh? Kenali 8 Penyebabnya dan Cara Mencegahnya

Admin WGM - Sunday, 28 June 2026 | 07:00 PM

Background
Sariawan Sering Kambuh? Kenali 8 Penyebabnya dan Cara Mencegahnya
(umsida.ac.id/)

Sariawan merupakan luka kecil yang muncul di bagian dalam mulut, seperti lidah, bibir, gusi, atau pipi bagian dalam. Meski umumnya dapat sembuh sendiri dalam waktu 7–14 hari, sebagian orang mengalami sariawan yang terus berulang hingga mengganggu aktivitas makan, minum, dan berbicara.

Sariawan berulang tidak selalu disebabkan oleh satu faktor. Kondisi ini dapat dipicu oleh kombinasi kebiasaan sehari-hari, kekurangan nutrisi, hingga penyakit tertentu yang memerlukan penanganan medis.

1. Cedera pada Bagian Dalam Mulut

Penyebab paling umum adalah luka akibat tergigit, menyikat gigi terlalu keras, penggunaan kawat gigi atau gigi palsu yang tidak pas, maupun gesekan gigi yang tajam pada jaringan mulut. Luka kecil tersebut dapat berkembang menjadi sariawan, terutama jika terjadi berulang.

2. Kekurangan Vitamin dan Mineral

Tubuh yang kekurangan vitamin B kompleks, zat besi, asam folat, atau zinc lebih rentan mengalami sariawan berulang. Karena itu, menjaga pola makan bergizi seimbang sangat penting untuk mendukung kesehatan jaringan mulut.

3. Stres Berlebihan

Stres tidak hanya memengaruhi kesehatan mental, tetapi juga dapat menurunkan daya tahan tubuh dan memicu munculnya sariawan. Pada sebagian orang, stres juga meningkatkan kebiasaan menggigit bibir atau pipi bagian dalam yang akhirnya menyebabkan luka.

4. Perubahan Hormon

Perubahan hormon, terutama pada wanita saat menstruasi, kehamilan, atau menopause, dapat meningkatkan risiko sariawan. Kondisi ini biasanya bersifat sementara dan akan membaik setelah kadar hormon kembali stabil.

5. Penggunaan Obat-obatan Tertentu

Beberapa jenis obat, seperti obat antiinflamasi, antibiotik tertentu, obat tekanan darah, hingga kemoterapi dan radioterapi, diketahui dapat memicu timbulnya sariawan sebagai efek samping.

6. Pasta Gigi yang Mengandung SLS

Kandungan sodium lauryl sulfate (SLS) pada sebagian pasta gigi dapat mengiritasi lapisan mulut sehingga memicu sariawan pada orang yang sensitif. Menggunakan pasta gigi bebas SLS dapat membantu mengurangi risiko kambuh.

7. Makanan dan Minuman Tertentu

Beberapa orang lebih mudah mengalami sariawan setelah mengonsumsi makanan yang terlalu pedas, asam, panas, atau makanan tertentu seperti cokelat, kacang-kacangan, tomat, kopi, dan keju. Reaksi setiap orang dapat berbeda-beda.

8. Tanda Adanya Penyakit Tertentu

Sariawan yang sering kambuh juga dapat menjadi gejala penyakit tertentu, seperti infeksi virus atau jamur, penyakit autoimun, hingga gangguan pencernaan. Bila sariawan berukuran besar, tidak sembuh lebih dari dua minggu, atau disertai demam dan sulit makan, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Cara Mencegah Sariawan Berulang

Untuk mengurangi risiko sariawan kambuh, Anda dapat menjaga kebersihan gigi dan mulut, menggunakan sikat gigi berbulu lembut, memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral, mengelola stres, menghindari makanan yang memicu iritasi, serta memilih pasta gigi yang tidak mengandung SLS bila diperlukan.

Sariawan yang sering kambuh sebaiknya tidak dianggap sepele. Selain dipicu oleh cedera ringan, kondisi ini juga dapat berkaitan dengan pola hidup, kekurangan nutrisi, hingga penyakit tertentu. Jika sariawan terus berulang, terasa sangat nyeri, atau tidak kunjung sembuh dalam lebih dari dua minggu, segera konsultasikan dengan tenaga medis untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.