Rhabdomyolysis, Risiko Ginjal Kolaps saat Marathon: Ini Fakta Medis yang Perlu Diketahui
Admin WGM - Wednesday, 24 June 2026 | 02:30 PM


Lari marathon dikenal sebagai salah satu olahraga ketahanan paling berat yang menguji kemampuan fisik dan mental. Namun di balik prestise tersebut, terdapat risiko kesehatan serius yang jarang disadari, yaitu rhabdomyolysis, kondisi yang dapat memicu gangguan ginjal akut hingga "ginjal kolaps".
Rhabdomyolysis adalah kondisi ketika jaringan otot rangka mengalami kerusakan berat sehingga melepaskan isi sel otot, termasuk protein seperti mioglobin, ke dalam aliran darah. Jika jumlahnya terlalu banyak, zat tersebut dapat menyumbat dan merusak fungsi ginjal.
Bagaimana Marathon Bisa Memicu Rhabdomyolysis?
Dalam aktivitas fisik berat seperti marathon, otot bekerja secara ekstrem dalam durasi panjang. Ketika tubuh tidak siap, dehidrasi, kelelahan panas, dan tekanan berlebihan pada otot dapat memicu kerusakan sel otot (exertional rhabdomyolysis).
Kondisi ini lebih sering terjadi pada pelari yang memaksakan diri melampaui batas kemampuan tubuh, terutama saat latihan tidak cukup atau kondisi tubuh tidak prima.
Dampaknya pada Ginjal
Ketika otot rusak, protein mioglobin masuk ke aliran darah dan kemudian menuju ginjal. Di organ inilah masalah besar bisa terjadi. Mioglobin dapat menyumbat saluran kecil di ginjal dan mengganggu aliran darah, sehingga fungsi ginjal menurun drastis.
Dalam kondisi berat, hal ini dapat berkembang menjadi acute kidney injury (AKI) atau gagal ginjal akut yang membutuhkan penanganan medis segera.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Rhabdomyolysis tidak selalu langsung disadari oleh pelari. Beberapa gejala yang umum muncul antara lain:
- Nyeri otot hebat dan tidak biasa
- Kelemahan ekstrem setelah olahraga
- Urine berwarna gelap seperti teh atau cola
- Pembengkakan pada bagian otot tertentu
- Dehidrasi berat
Jika gejala ini muncul setelah aktivitas berat seperti marathon, kondisi tersebut tidak boleh diabaikan.
Siapa yang Paling Berisiko?
Meskipun dapat terjadi pada siapa saja, risiko rhabdomyolysis lebih tinggi pada:
- Pelari marathon atau atlet endurance
- Orang yang baru memulai latihan intensif
- Individu yang berolahraga dalam kondisi panas ekstrem
- Mereka yang mengalami dehidrasi berat
Pencegahan yang Bisa Dilakukan
Pencegahan menjadi kunci utama untuk menghindari kondisi ini. Beberapa langkah penting antara lain:
- Melatih tubuh secara bertahap sebelum mengikuti marathon
- Menjaga hidrasi sebelum, saat, dan setelah olahraga
- Tidak memaksakan diri saat tubuh sudah sangat lelah
- Memperhatikan kondisi cuaca saat berlari
- Melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti event besar
Rhabdomyolysis menunjukkan bahwa olahraga ekstrem tidak selalu tanpa risiko. Marathon memang menyehatkan, tetapi tanpa persiapan yang tepat, justru bisa berdampak serius pada kesehatan ginjal. Kesadaran terhadap batas kemampuan tubuh menjadi faktor penting agar olahraga tetap aman dan bermanfaat.
Next News

Lebih dari Mengatur Jarak Kelahiran: Pentingnya Edukasi Keluarga Berencana (KB) Modern
in 5 hours

Bukan Langsung Cek HP! Ini Ritual Pagi Terbaik untuk Tubuh Bugar dan Mood Bahagia
2 days ago

Sejarah Hari Zoonosis Sedunia: Bagaimana Satu Suntikan Menyelamatkan Jutaan Nyawa Manusia
5 days ago

Bisa Jadi Sarang Bakteri, Ini Risiko Kesehatan Makan Daging Setengah Matang
5 days ago

Waspada! 5 Penyakit Berbahaya pada Hewan yang Bisa Menular ke Manusia
5 days ago

Makan Cokelat Bikin Bahagia? Simak Penjelasan Ilmiah di Balik Efek Mood Booster Cokelat
7 days ago

Sesuatu yang Berlebihan Itu Buruk: Ini 5 Efek Samping Terlalu Banyak Makan Buah
10 days ago

Bukan Cuma Bilas Air! Ini Cara Benar Mencuci Buah Agar Bersih dari Pestisida
10 days ago

Jangan Salah Pilih! Daftar Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet dan Diabetes
10 days ago

Manfaat Vitamin C untuk Daya Tahan Tubuh, Ketahui Sumber Alami dan Cara Memenuhinya
12 days ago





