Sabtu, 2 Mei 2026
Walisongo Global Media
Economy

Prabowo Subianto Teken Perpres, Potongan Aplikator Ojol Maksimal 8 Persen

Admin WGM - Friday, 01 May 2026 | 03:00 PM

Background
Prabowo Subianto Teken Perpres, Potongan Aplikator Ojol Maksimal 8 Persen
ilustrasi (VOI/)

Pemerintah melalui Presiden Prabowo Subianto menetapkan kebijakan baru terkait ekosistem transportasi daring. Dalam Perpres terbaru, potongan yang dikenakan oleh perusahaan aplikator kepada pengemudi ojek online dibatasi maksimal 8 persen.

Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan perlindungan ekonomi bagi para mitra pengemudi, yang selama ini kerap mengeluhkan besarnya potongan dari platform digital.

Perlindungan bagi Pengemudi

Dengan adanya batas maksimal potongan, pendapatan yang diterima pengemudi diharapkan menjadi lebih stabil dan adil.

Selama ini, besaran potongan aplikator sering menjadi polemik karena dinilai terlalu tinggi dan mengurangi penghasilan bersih para pengemudi.

Melalui aturan ini, pemerintah berupaya menciptakan keseimbangan antara kepentingan perusahaan aplikator dan kesejahteraan mitra pengemudi.

Dorong Ekosistem Transportasi yang Sehat

Kebijakan ini juga diharapkan dapat menciptakan ekosistem transportasi online yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Dengan pembatasan potongan, perusahaan aplikator didorong untuk meningkatkan efisiensi operasional tanpa membebani mitra pengemudi.

Selain itu, regulasi ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam menata industri transportasi berbasis aplikasi yang terus berkembang pesat di Indonesia.

Respons Positif dari Pengemudi

Sejumlah komunitas pengemudi ojek online menyambut baik kebijakan ini. Mereka menilai aturan tersebut sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap pekerja sektor informal.

Namun demikian, beberapa pihak juga berharap implementasi kebijakan ini dapat diawasi secara ketat agar benar-benar dijalankan oleh seluruh aplikator.

Tantangan Implementasi

Meski dinilai positif, penerapan kebijakan ini tetap menghadapi tantangan, terutama dalam hal pengawasan dan kepatuhan dari perusahaan aplikator.

Pemerintah perlu memastikan bahwa aturan tersebut tidak hanya berlaku di atas kertas, tetapi juga diterapkan secara konsisten di lapangan.

Langkah Reformasi Digital

Perpres ini menjadi bagian dari upaya reformasi di sektor ekonomi digital, khususnya dalam menciptakan hubungan yang lebih adil antara platform dan mitra.

Dengan regulasi yang jelas, diharapkan industri transportasi online dapat berkembang secara berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat bagi seluruh pihak yang terlibat.

Penetapan batas potongan aplikator ojol maksimal 8 persen oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi langkah penting dalam melindungi kesejahteraan pengemudi. Kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan sistem yang lebih adil serta mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif.