Airlangga Tegaskan Indonesia Bukan Negara yang Sengaja Melemahkan Mata Uang
Admin WGM - Wednesday, 29 April 2026 | 08:00 PM


Isu manipulasi mata uang kembali mencuat setelah Amerika Serikat menyoroti beberapa negara Asia yang diduga sengaja melemahkan nilai tukarnya guna meningkatkan daya saing ekspor. Namun, pemerintah Indonesia memastikan bahwa praktik tersebut tidak dilakukan oleh Indonesia.
Airlangga Hartarto menegaskan bahwa Indonesia tidak masuk dalam kategori negara yang melakukan currency manipulation. Ia menyatakan bahwa pemerintah bersama bank sentral terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar tetap sesuai dengan fundamental ekonomi.
Menurutnya, pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi belakangan ini bukanlah hasil kebijakan yang disengaja, melainkan bagian dari dinamika global yang juga dialami banyak negara. Bahkan, tekanan terhadap mata uang tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga pada mata uang negara lain di kawasan dan dunia.
Tekanan Global Pengaruhi Nilai Tukar
Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa waktu terakhir memang mengalami tekanan. Nilai dolar AS sempat berada di kisaran Rp17.200 hingga Rp17.300 per dolar AS.
Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor global, seperti ketidakpastian ekonomi internasional, kebijakan suku bunga negara maju, hingga dinamika geopolitik.
Pemerintah menilai bahwa pelemahan tersebut masih dalam batas wajar karena terjadi secara bersamaan dengan pelemahan mata uang lain, termasuk yen Jepang dan mata uang negara berkembang lainnya.
Strategi Pemerintah dan Bank Indonesia
Dalam menghadapi tekanan global, pemerintah tidak mengambil langkah yang bertentangan dengan arus pasar. Airlangga menyebut bahwa kebijakan yang diambil lebih bersifat adaptif, mengikuti kondisi global tanpa melakukan intervensi yang berlebihan.
Bank Indonesia juga berperan penting dalam menjaga stabilitas rupiah melalui berbagai instrumen kebijakan moneter, termasuk intervensi di pasar valuta asing dan penguatan cadangan devisa.
Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa fluktuasi nilai tukar tetap terkendali dan tidak berdampak signifikan terhadap perekonomian domestik.
Menjaga Kredibilitas Ekonomi Indonesia
Pernyataan pemerintah ini sekaligus menjadi upaya menjaga kredibilitas Indonesia di mata internasional. Tuduhan manipulasi mata uang dapat berdampak pada hubungan dagang dan kepercayaan investor global.
Dengan menegaskan bahwa Indonesia tidak melakukan praktik tersebut, pemerintah ingin menunjukkan komitmen terhadap sistem ekonomi yang transparan dan berbasis mekanisme pasar.
Dinamika Global Masih Berlanjut
Tekanan terhadap nilai tukar diperkirakan masih akan berlanjut seiring dengan kondisi global yang belum sepenuhnya stabil. Oleh karena itu, pemerintah dan otoritas moneter terus memantau perkembangan ekonomi dunia guna merespons secara tepat.
Kebijakan yang diambil diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara stabilitas ekonomi dan daya saing nasional di tengah ketidakpastian global.
Penegasan Airlangga Hartarto bahwa Indonesia tidak termasuk negara yang sengaja melemahkan mata uang menjadi sinyal penting bagi pasar global. Di tengah tekanan ekonomi internasional, stabilitas rupiah tetap dijaga melalui kebijakan yang adaptif dan terukur, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan tata kelola ekonomi yang kredibel.
Next News

Peran Pos Indonesia dalam Mendukung Distribusi dan Jangkauan Pasar UMKM Lokal
19 days ago

Modal Kecil Untung Berlipat, Membedah Strategi Bisnis Olahan Cireng Kekinian yang Selalu Laris Manis
a month ago

Bebas Dari Tekanan Validasi Sosial, Kekuatan Strategi Menabung Diam-Diam demi Kedamaian Finansial Masa Depan
a month ago

Tameng Komoditas Tangguh: Cara Nikel dan Batu Bara Menahan Gempuran Defisit Perdagangan
a month ago

Uji Coba Biodiesel B50 Tunjukkan Hasil Positif, Wamen ESDM Tinjau Langsung Performa Mesin Kendaraan
a month ago

Wajib Siapkan KAS Lebih! 7 Biaya Tersembunyi Saat Pengajuan KPR Rumah
2 months ago

Gaji 5 Juta Bisa Dapat Rumah Harga Berapa? Rumus Hitung Cicilan KPR Ideal
2 months ago

Harga Emas dan Perak Melonjak Naik di Tengah Konflik AS-Iran, Safe Haven Jadi Incaran Investor
2 months ago

Sinyal Penting Bagi Pasar Modal: Respon Istana Usai Gubernur BI Perry Warjiyo Mengundurkan Diri
2 months ago

Baru 2 Minggu IPO, Direktur RANS Pilihan 2025 Mendadak Mundur dari Jabatan
2 months ago





