Ratusan Buruh Peringati May Day di Pekalongan, SPN Suarakan 3 Tuntutan Utama
Luluk - Friday, 01 May 2026 | 12:54 PM


Serikat Pekerja Nasional (SPN) menggelar peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Monumen Juang, Kota Pekalongan, Jumat (1/5) pagi. Kegiatan tersebut diisi dengan apel, doa bersama, sambutan, orasi, hingga pembagian doorprize.
Acara ini diikuti oleh serikat buruh dari wilayah Pekalongan, Batang, dan Brebes. Sejumlah pejabat daerah turut hadir, di antaranya Wali Kota Pekalongan, Wakil Wali Kota, serta jajaran pemerintah setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua SPN Kota Pekalongan, Alfian Santoso, menyampaikan tiga tuntutan utama buruh kepada pemerintah.
Pertama, buruh meminta agar pemerintah segera mengesahkan undang-undang ketenagakerjaan yang berpihak kepada pekerja. Kedua, mereka menyoroti pentingnya kepastian kerja di tengah maraknya sistem outsourcing dan kontrak jangka pendek. Ketiga, buruh menuntut upah layak yang seimbang dengan kondisi ekonomi saat ini.
"Kami meminta disahkannya undang-undang ketenagakerjaan yang pro buruh, kepastian kerja di tengah maraknya outsourcing, serta upah layak yang bisa mengimbangi inflasi," ujar Alfian Santoso kepada wartawan, Jumat (1/5) di Monumen Juang Kota Pekalongan.
Ia juga menyoroti kondisi sebagian pekerja yang masih dirumahkan dan berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok agar kesejahteraan buruh tetap terjaga.
Sementara itu, Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid alias Mas Aaf, mengapresiasi pelaksanaan peringatan May Day yang berlangsung tertib dan kondusif.
"Alhamdulillah May Day bisa kita peringati lagi bersama teman-teman buruh, tidak hanya dari Kota Pekalongan, tetapi juga dari Batang dan Brebes. Semuanya berjalan lancar," ucap Wali Kota Pekalongan saat diwawancara.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas daerah agar iklim investasi tetap terjaga.
"Kalau situasi kondusif, investor akan tertarik ke Kota Pekalongan. Namun jika tidak kondusif, tentu akan menjadi pertimbangan bagi mereka untuk berinvestasi," ujarnya.
Aaf juga menambahkan, sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, pelaku usaha, dan pekerja sejauh ini dinilai berjalan baik. Hal tersebut, menurutnya, tercermin dari tidak adanya keluhan terkait pembayaran tunjangan hari raya (THR) pada momen Lebaran sebelumnya.
Peringatan Hari Buruh tahun ini di Kota Pekalongan berlangsung dalam suasana tertib dengan pengamanan dari aparat kepolisian dan TNI.
Melalui momentum ini, para buruh berharap aspirasi mereka dapat menjadi perhatian pemerintah, khususnya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan pekerja di tengah dinamika ekonomi yang masih fluktuatif.
Next News

Anak Tukang Becak Menangis Terancam Batal Kuliah, Imbas Ayahnya Mendadak Masuk Desil 9
in 5 hours

Wakil Ketua Gerindra Banyumas Jadi Perantara Uang Rp650 Juta dalam Kasus Korupsi Unsoed
in 5 hours

Bus Rombongan Pati Dilempari Batu di Tol Japek, Polisi Klarifikasi Soal Botok
in 5 hours

Harga Minyak Dunia Merosot ke US$ 93 di Tengah Panasnya Rencana Sanksi Baru AS ke Iran
in 3 hours

Polemik Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Dari Sorotan Waketum MUI hingga Insiden Pelemparan Bus
in an hour

Polda Metro Luruskan Isu Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Bukan Diblokir
in an hour

Bukan Cuma Dongeng: Cara Seru Menceritakan Sirah Nabawiyah pada Anak di Rumah
in an hour

Unsoed Gempar! Rektor Tersangka KPK Kasus Jalur Mandiri, Prof Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt.
19 hours ago

Tiba di Pekanbaru Disambut Asap, Prabowo Ancam Bawa Pelaku "Modus Mancing" ke Jakarta!
19 hours ago

Sumber Air Menyusut, BNPB Ungkap Pemadaman Karhutla Makin Sulit
21 hours ago





