Minggu, 5 April 2026
Walisongo Global Media
Science & Technology

Pertama Sejak 1972, Inilah Foto-foto Bumi yang Diambil Manusia dari Jalur Menuju Bulan

Admin WGM - Saturday, 04 April 2026 | 07:30 PM

Background
Pertama Sejak 1972, Inilah Foto-foto Bumi yang Diambil Manusia dari Jalur Menuju Bulan
NASA Rilis Foto Bumi dan Bulan dari Kapsul Orion (NASA/Reid Wiseman /)

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) resmi merilis serangkaian foto perdana yang diambil oleh kru misi Artemis II dari kapsul Orion. Momen ini menandai pertama kalinya manusia kembali mengabadikan citra Bumi dan Bulan dari jarak jauh sejak berakhirnya misi Apollo pada tahun 1972. Foto-foto tersebut tidak hanya menjadi pencapaian artistik, tetapi juga bukti teknis keberhasilan sistem optik wahana antariksa dalam misi berawak menuju orbit Bulan.

Pada hari ketiga penerbangan, empat antariksawan yang berada di dalam kapsul dilaporkan dalam kondisi prima. Mereka tengah bersiap melakukan manuver teknis penting sekaligus bersiap menerima penugasan observasi permukaan Bulan yang lebih mendalam.

Koleksi foto yang dirilis NASA menunjukkan perspektif Bumi yang perlahan mengecil, kontras dengan latar belakang kegelapan ruang angkasa yang pekat. Salah satu gambar yang paling menarik perhatian publik menampilkan potret sebagian modul Orion dengan latar belakang lengkungan Bumi yang biru. Citra ini secara emosional mengingatkan dunia pada foto "Earthrise" yang ikonik, namun kini dengan kualitas resolusi tinggi yang jauh lebih modern.

Bagi komunitas sains, foto-foto ini memiliki nilai lebih dari sekadar dokumentasi. Pengambilan gambar ini berfungsi sebagai uji coba sensor navigasi optik yang akan digunakan untuk pendaratan di masa depan. NASA menegaskan bahwa kejernihan gambar yang dihasilkan melampaui ekspektasi awal, memberikan data visual berharga mengenai atmosfer Bumi dari ketinggian yang belum pernah dicapai lagi oleh manusia dalam lima dekade terakhir.

Memasuki hari ketiga penerbangan (3/4/2026), kru Artemis II yang terdiri dari Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen, sibuk melakukan serangkaian prosedur teknis. Fokus utama mereka adalah persiapan first correction burn atau pembakaran mesin pertama untuk koreksi lintasan.

Manuver ini sangat krusial guna memastikan kapsul Orion tetap berada pada jalur presisi menuju orbit yang direncanakan. Kesalahan sekecil apa pun dalam lintasan dapat berdampak pada efisiensi penggunaan bahan bakar dan durasi misi secara keseluruhan. Hingga saat ini, sistem propulsi Orion dilaporkan bekerja secara nominal tanpa kendala berarti.

"Kru bekerja dengan sangat baik. Mereka telah melewati fase adaptasi gravitasi mikro dan kini fokus pada operasional wahana antariksa serta persiapan observasi lunar," ujar perwakilan pusat kendali misi NASA di Johnson Space Center.

Selain aspek teknis navigasi, kru Artemis II mulai mempersiapkan diri untuk menerima instruksi penugasan observasi lunar. Tugas ini melibatkan identifikasi fitur geografis di permukaan Bulan yang akan menjadi lokasi potensial bagi misi pendaratan manusia berikutnya (Artemis III).

Para antariksawan akan menggunakan peralatan optik canggih untuk memetakan kawah, pegunungan, dan area kutub selatan Bulan yang masih menyimpan banyak misteri. Data observasi langsung dari mata manusia ini dianggap sangat penting untuk melengkapi data yang selama ini hanya diperoleh dari satelit tak berawak.

Keberhasilan misi Artemis II sejauh ini membangkitkan optimisme global mengenai kembalinya manusia ke Bulan secara berkelanjutan. Foto-foto yang dikirimkan oleh para "pelancong lunar" pertama di abad ke-21 ini menjadi pengingat bahwa ambisi manusia untuk menjelajahi tata surya kini telah memasuki babak baru yang lebih canggih dan inklusif.