Peringatan Hari Buruh Tahun Ini Digeser ke Monas demi Dialog Langsung dengan Prabowo
Trista - Thursday, 30 April 2026 | 04:13 PM


Peringatan Hari Buruh atau May Day diisi dengan rutinitas penyampaian aspirasi oleh kelompok buruh di depan Gedung DPR RI pada tahun-tahun sebelumnya. Namun, Said Iqbal, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, menyampaikan rutinitas ini akan beralih ke Monas bersama Presiden Prabowo Subianto.
Menurut penuturan Said Iqbal, aksi Hari Buruh di Monas yang akan dilangsungkan pada Jumat (1/5/2026) merupakan pemenuhan Presiden Prabowo atas permintaan diskusi langsung terkait isu dan harapan buruh ke depannya. Perpindahan tempat aksi ke Monas menjadi aksi yang menggabungkan ratusan ribu dengan kisaran 50.000 buruh KSPI dari Jabodetabek, Karawang, Purwakarta, Subang, Bandung Raya, dan sebagian Cirebon Raya.
"Ada alasan mengapa KSPI memindahkan rencana aksi May Day 1 Mei 2026 yang rencana awalnya di depan Gedung DPR RI diubah menjadi Monas, Jakarta, adalah karena Presiden Prabowo meminta kami untuk bertemu dan berdiskusi," ungkap Said Iqbal dalam konferensi pers, dilansir dari laman CNBC Indonesia (29/4/2026).
Diskusi terbuka dimanfaatkan kelompok buruh untuk menyampaikan tuntutannya yang meliputi Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan yang baru, hapus outsourcing dan tolak upah murah (HOSTUM), sahkan RUU Perampasan Aset, reformasi pekerjaan buruh, serta peningkatan kesejahteraan ojol dan guru honorer. Said Iqbal menyampaikan setidaknya ada 11 isu yang sudah disampaikan, tetapi baru beberapa respons dan penegasan dari presiden.
"Alasan yang kedua mengapa aksi May Day KSPI dipindahkan dari DPR ke Monas, Jakarta, adalah dari 11 isu dan harapan, ada beberapa isu yang krusial yang sangat penting bagi buruh Indonesia harus dijawab dan ditegaskan oleh Bapak Presiden, yang tentunya ini adalah progres atau tindak lanjut dari pemerintah atas harapan dan isu yang dibawa oleh KSPI tersebut," ungkap Said Iqbal.
Permasalahan yang turut disoroti adalah adanya ratifikasi Konvensi ILO Nomor 190 tentang Penghapusan Kekerasan di Tempat Kerja yang menyasar sebagian besar pekerja perempuan. Selain itu, isu yang sedang ramai diperbincangkan di publik yakni naiknya tarif ojek online, sehingga banyak pekerja yang mengeluhkan polemik ini.
Kelompok buruh menuntut pemerintah dan negara harus ikut andil dalam menjembatani komunikasi antara Danantara dengan pemilik aplikasi agar potongan tarif sebesar 10 persen bisa diwujudkan. Aksi buruh menuntut pada peringatan Hari Buruh juga diadakan di sejumlah wilayah di Indonesia dengan tujuan untuk kesejahteraan buruh.
Next News

Anak Tukang Becak Menangis Terancam Batal Kuliah, Imbas Ayahnya Mendadak Masuk Desil 9
in 5 hours

Wakil Ketua Gerindra Banyumas Jadi Perantara Uang Rp650 Juta dalam Kasus Korupsi Unsoed
in 5 hours

Bus Rombongan Pati Dilempari Batu di Tol Japek, Polisi Klarifikasi Soal Botok
in 5 hours

Harga Minyak Dunia Merosot ke US$ 93 di Tengah Panasnya Rencana Sanksi Baru AS ke Iran
in 3 hours

Polemik Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Dari Sorotan Waketum MUI hingga Insiden Pelemparan Bus
in an hour

Polda Metro Luruskan Isu Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Bukan Diblokir
in an hour

Bukan Cuma Dongeng: Cara Seru Menceritakan Sirah Nabawiyah pada Anak di Rumah
in an hour

Unsoed Gempar! Rektor Tersangka KPK Kasus Jalur Mandiri, Prof Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt.
19 hours ago

Tiba di Pekanbaru Disambut Asap, Prabowo Ancam Bawa Pelaku "Modus Mancing" ke Jakarta!
19 hours ago

Sumber Air Menyusut, BNPB Ungkap Pemadaman Karhutla Makin Sulit
21 hours ago





