Sabtu, 11 Juli 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Pemerintah Siapkan Pelatihan Vokasi untuk 50 Ribu Korban PHK pada Semester II 2026

Admin WGM - Tuesday, 23 June 2026 | 01:30 PM

Background
Pemerintah Siapkan Pelatihan Vokasi untuk 50 Ribu Korban PHK pada Semester II 2026
(lintastotabuan.com/)

Pemerintah menyiapkan program pelatihan vokasi nasional bagi 50 ribu korban pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi semester II tahun 2026. Program tersebut diharapkan dapat membantu pekerja terdampak PHK memperoleh keterampilan baru sehingga lebih siap kembali memasuki dunia kerja.

Selain menyasar korban PHK, pemerintah juga menargetkan sekitar 220 ribu peserta dari kalangan lulusan SMA dan SMK. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia di tengah perubahan kebutuhan industri dan pasar kerja.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyatakan pemerintah tengah mempersiapkan pelaksanaan program tersebut agar dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi peserta. Menurutnya, peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi salah satu langkah penting dalam menghadapi dinamika ekonomi nasional yang terus berkembang.

Tidak hanya pelatihan vokasi, pemerintah juga akan melanjutkan Program Magang Nasional atau MagangHub angkatan kedua pada 2026. Program tersebut ditargetkan mampu menjangkau hingga 150 ribu peserta sepanjang tahun dan direncanakan mulai berjalan pada Juli 2026.

Untuk mendukung pelaksanaan program magang dan vokasi, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp6,26 triliun pada semester II 2026. Dana tersebut merupakan bagian dari paket stimulus ekonomi yang nilainya mencapai Rp26,34 triliun. Selain sektor ketenagakerjaan, stimulus tersebut juga mencakup bantuan pangan dan insentif transportasi guna mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa program vokasi dan magang diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi nasional. Selain meningkatkan kompetensi tenaga kerja, program ini juga diharapkan mampu mempercepat penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor industri.

Pemerintah juga berencana menyempurnakan pelaksanaan program magang dengan memperluas distribusi peserta serta menyesuaikan bidang kejuruan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Peserta nantinya akan mendapatkan uang saku setara upah minimum, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, pendampingan mentor, serta sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Sebagai gambaran, Program Magang Nasional sebelumnya berhasil menjangkau lebih dari 102 ribu peserta dengan melibatkan lebih dari 8.000 perusahaan dan instansi pemerintah di berbagai daerah. Capaian tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk memperluas jangkauan program pada tahun 2026.

Melalui program pelatihan vokasi dan magang nasional ini, pemerintah berharap para korban PHK maupun lulusan baru memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan keterampilan, memperoleh sertifikasi kompetensi, dan bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif. Di tengah tantangan ekonomi global, penguatan kualitas sumber daya manusia dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan.