Selasa, 28 Juli 2026
Walisongo Global Media
Economy

Pemerintah Luncurkan 8 Stimulus Ekonomi Senilai Rp26,34 Triliun untuk Semester II 2026

Admin WGM - Tuesday, 23 June 2026 | 10:15 AM

Background
Pemerintah Luncurkan 8 Stimulus Ekonomi Senilai Rp26,34 Triliun untuk Semester II 2026
(publika.id/)

Pemerintah mengumumkan delapan kebijakan stimulus ekonomi yang akan dijalankan pada kuartal II dan semester II tahun 2026. Langkah ini disiapkan sebagai upaya menjaga pertumbuhan ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan dan ketidakpastian ekonomi global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, paket stimulus tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat daya tahan ekonomi sekaligus mendorong aktivitas masyarakat dan dunia usaha.

Menurut Airlangga, kebijakan yang diluncurkan pemerintah terbagi dalam tiga pilar utama, yakni penguatan konsumsi dan dunia usaha, dukungan terhadap ketenagakerjaan kelas menengah, serta perlindungan daya beli masyarakat dan ketahanan pangan.

Pada pilar pertama, pemerintah memberikan sejumlah insentif guna meningkatkan aktivitas ekonomi. Salah satunya adalah penerapan tarif khusus Pajak Penghasilan (PPh) Final Royalti bagi penulis sebesar 1,5 persen. Selain itu, pemerintah juga menghadirkan berbagai potongan biaya transportasi selama periode libur sekolah, Natal, dan Tahun Baru.

Diskon tersebut mencakup potongan harga tiket kereta api dan kapal Pelni sebesar 30 persen, pembebasan tarif jasa kepelabuhanan ASDP, serta fasilitas Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga 100 persen untuk tiket pesawat domestik berjadwal kelas ekonomi.

Di sektor industri, pemerintah menetapkan tarif bea masuk nol persen untuk impor LPG yang digunakan industri petrokimia dan bahan baku plastik. Kebijakan ini ditujukan untuk menekan biaya produksi sehingga harga barang konsumsi dapat tetap terkendali.

Sementara itu, pada pilar kedua, pemerintah fokus memperkuat kualitas tenaga kerja melalui Program Magang Nasional Tahap II yang akan dimulai pada Juli 2026. Program dengan anggaran Rp4,14 triliun tersebut menargetkan 150 ribu lulusan perguruan tinggi yang baru menyelesaikan pendidikan.

Pemerintah juga mengalokasikan dana Rp2,12 triliun untuk program pelatihan vokasi yang menyasar 220 ribu lulusan SMK agar lebih siap memasuki dunia kerja. Selain itu, pelatihan peningkatan keterampilan juga akan diberikan kepada 50 ribu pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

Pada pilar ketiga, pemerintah berupaya menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus memastikan stabilitas pasokan pangan. Salah satunya melalui penyaluran bantuan beras sebanyak 10 kilogram kepada 33,24 juta keluarga penerima manfaat selama tiga bulan berturut-turut mulai Juli 2026.

Tak hanya itu, pemerintah juga meluncurkan program Bantuan Stabilitas Harga dan Pasokan Pangan (SPHP) kedelai. Dalam program tersebut, para perajin tahu dan tempe akan memperoleh subsidi hingga Rp2.000 per kilogram untuk kuota tahap pertama sebanyak 250 ribu ton.

Airlangga menyebut total nilai stimulus ekonomi yang disiapkan pemerintah pada semester II 2026 mencapai sekitar Rp26,34 triliun. Anggaran tersebut terdiri atas insentif transportasi sebesar Rp2,04 triliun, program magang dan vokasi Rp6,26 triliun, serta bantuan pangan senilai Rp18,04 triliun.

Pemerintah berharap berbagai stimulus tersebut dapat menjaga daya beli masyarakat, mendukung dunia usaha, serta mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi nasional hingga akhir tahun 2026.