Natalius Pigai Desak Aparat Hukum Selesaikan Kasus Baku Tembak Tewaskan 15 Warga Sipil di Papua
Trista - Tuesday, 21 April 2026 | 03:45 PM


Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, menginformasikan insiden baku tembak yang menewaskan 15 warga sipil di Kampung Kembru, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Selasa (14/4/2026). Selain korban meninggal dunia, Kementerian HAM menyampaikan adanya tujuh orang luka-luka berdasarkan data yang dihimpun dari masyarakat sipil dan pemerintah daerah.
Insiden yang merenggut banyak korban jiwa dari kalangan sipil ini mendorong Kementerian HAM menjadikannya prioritas untuk mengusut kasus baku tembak di wilayah Papua Tengah tersebut. Natalius Pigai akan mengambil langkah transparan dan adil guna mengetahui motif pelaku penembakan yang terjadi antara pagi hingga siang hari.
"Peristiwa itu terjadi siang hari, pelakunya sudah diketahui. Itu tidak bisa diperdebatkan. Rakyat sudah tahu pelakunya; mereka yang menjadi korban tahu, masyarakat di lokasi kejadian juga tahu. Sekarang silakan, jangan disembunyikan, harus dibuka," ungkap Menteri HAM Natalius Pigai saat jumpa pers di kantor Kementerian HAM, Kuningan, Jakarta Pusat, dilansir dari laman Liputan6, Senin (20/4/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat dugaan pihak berwenang berupaya menutupi kasus ini dan lepas dari tanggung jawab. Pigai mendesak percepatan proses hukum oleh aparat penegak hukum dan memastikan pihaknya turun langsung ke lokasi, berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Palang Merah, hingga pemerintah provinsi.
"Saya tidak mau NGO, LSM, civil society, tokoh agama, atau Komnas HAM turun melakukan penyelidikan lebih dulu. Maksudnya, mereka tetap akan melakukan (penyelidikan), tetapi saya tidak mau mereka mendahului. Lebih baik Kementerian HAM mendahului mengecek data, fakta, dan informasi, itu jauh lebih bagus," lanjut Pigai.
Di sisi lain, pihak TNI membantah kabar yang menyebutkan jatuhnya korban akibat kontak senjata antara TNI dan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Wirya Arthadiguna, menegaskan tidak ada aktivitas prajurit TNI di lokasi penembakan Kampung Jigiunggi yang menyebabkan jatuhnya korban anak-anak.
Wirya menyampaikan terdapat dua peristiwa penembakan pada hari yang sama, Selasa (14/4/2026), di lokasi berbeda. Peristiwa pertama terjadi di Kampung Kembru, Papua, yang didatangi aparat TNI usai menerima laporan masyarakat terkait keberadaan kelompok bersenjata OPM di wilayah tersebut.
Pada hari yang sama, TNI juga menerima laporan dari Kepala Kampung, Venius Walia, terkait tewasnya seorang anak akibat luka tembak. Terkait peristiwa kedua tersebut, TNI telah mengecek lokasi untuk memastikan kejadian dan hingga saat ini masih menyelidiki penyebab pastinya.
"TNI segera melakukan pengecekan dan memastikan adanya korban tersebut. Namun demikian, hingga saat ini masih dilakukan pendalaman dan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian," ungkap Wirya dilansir dari laman Pantau, Senin (20/4/2026).
Tragedi ini kembali menambah daftar panjang konflik bersenjata di Tanah Papua yang terus mengorbankan masyarakat sipil. Komnas HAM memiliki peran penting dalam penanganan konflik HAM yang melibatkan senjata dan mendesak agar aparat di daerah dapat segera mengamankan situasi.
Next News

Anak Tukang Becak Menangis Terancam Batal Kuliah, Imbas Ayahnya Mendadak Masuk Desil 9
5 hours ago

Wakil Ketua Gerindra Banyumas Jadi Perantara Uang Rp650 Juta dalam Kasus Korupsi Unsoed
5 hours ago

Bus Rombongan Pati Dilempari Batu di Tol Japek, Polisi Klarifikasi Soal Botok
6 hours ago

Harga Minyak Dunia Merosot ke US$ 93 di Tengah Panasnya Rencana Sanksi Baru AS ke Iran
7 hours ago

Polemik Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Dari Sorotan Waketum MUI hingga Insiden Pelemparan Bus
9 hours ago

Polda Metro Luruskan Isu Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Bukan Diblokir
9 hours ago

Bukan Cuma Dongeng: Cara Seru Menceritakan Sirah Nabawiyah pada Anak di Rumah
9 hours ago

Unsoed Gempar! Rektor Tersangka KPK Kasus Jalur Mandiri, Prof Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt.
a day ago

Tiba di Pekanbaru Disambut Asap, Prabowo Ancam Bawa Pelaku "Modus Mancing" ke Jakarta!
a day ago

Sumber Air Menyusut, BNPB Ungkap Pemadaman Karhutla Makin Sulit
a day ago





