Sabtu, 11 Juli 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Merasa Dihina Sehina-hinanya, Jokowi Siap Hadir di Sidang dan Bawa Ijazah Asli!

Admin WGM - Thursday, 02 July 2026 | 06:00 PM

Background
Merasa Dihina Sehina-hinanya, Jokowi Siap Hadir di Sidang dan Bawa Ijazah Asli!
Dokter Tifa tolak keadilan restoratif kasus Jokowi (Kompas.com /)

Sidang kasus dugaan pencemaran nama baik yang menjerat Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa memasuki babak baru setelah jaksa penuntut umum membeberkan poin keberatan dari korban. Dalam dakwaannya, jaksa menyatakan bahwa mantan Presiden Joko Widodo merasa dihina sehina-hinanya akibat rentetan narasi negatif yang diunggah oleh terdakwa di media sosial terkait keaslian ijazah miliknya.

Merespons tuduhan tersebut, kuasa hukum Joko Widodo memastikan bahwa kliennya akan menghormati proses hukum dan siap menghadiri persidangan yang diagendakan oleh majelis hakim. Kehadiran langsung pria yang akrab disapa Jokowi ini ditujukan untuk memberikan kesaksian secara autentik sekaligus menunjukkan dokumen ijazah aslinya secara langsung di hadapan publik di ruang sidang.

Di sisi lain, tensi persidangan justru kian memanas setelah Dokter Tifa secara tegas menolak opsi perdamaian atau jalur keadilan restoratif yang sempat mengemuka dalam beberapa kesempatan. Terdakwa menyatakan memilih untuk melakukan perlawanan hukum secara total demi mempertahankan argumennya mengenai isu ijazah yang selama ini ia suarakan ke ruang publik.

Ketegangan tidak hanya terjadi di antara kedua pihak yang berperkara, melainkan juga merembet pada jalannya perdebatan teknis di dalam ruang sidang utama. Tim penasihat hukum Dokter Tifa melayangkan protes keras kepada jaksa karena tidak kunjung menyerahkan salinan berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP) klien mereka yang krusial untuk penyusunan nota pembelaan.

Polemik berkas perkara ini sempat membuat suasana persidangan menjadi sedikit riuh sebelum akhirnya ditenangkan oleh ketukan palu majelis hakim. Kubu terdakwa menilai penundaan penyerahan dokumen hukum tersebut sebagai bentuk hambatan serius yang berpotensi mencederai hak pertahanan klien mereka dalam menghadapi dakwaan jaksa.

Kasus yang bermula dari saling lempar opini di jagat digital ini kini bertransformasi menjadi panggung pembuktian hukum yang sangat dinantikan oleh khalayak luas. Publik kini menunggu momen konfrontasi langsung di persidangan selanjutnya untuk melihat pembuktian final atas polemik keaslian ijazah yang telah bergulir selama bertahun-tahun ini.