Kamis, 19 Februari 2026
Walisongo Global Media
Entertainment

Lirik Rukun Sama Teman Ciptaan Mendikdasmen, Prof Abdul Mu'ti Perangi Bullying di Sekolah Melalui Seni Musik

Admin WGM - Monday, 26 January 2026 | 04:22 PM

Background
Lirik Rukun Sama Teman Ciptaan Mendikdasmen, Prof Abdul Mu'ti Perangi Bullying di Sekolah Melalui Seni Musik
Foto Anak Sekolah (Pinterest/)

Di tengah upaya pemerintah memperkuat karakter generasi muda, sebuah terobosan unik muncul dari meja Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Bukan melalui regulasi yang kaku, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, memilih jalur seni untuk menanamkan nilai-nilai moral kepada peserta didik. Lagu berjudul "Rukun Sama Teman" kini menjadi perbincangan hangat, bukan hanya karena melodinya yang sederhana, tetapi karena pesan subtil yang dibawanya terkait upaya pencegahan perundungan (bullying) di sekolah.

Namun, jika dilihat dari sudut pandang sosiologi pendidikan, lagu ini bukan sekadar hiburan di dalam kelas. Ia merupakan instrumen "soft power" pemerintah dalam menyentuh aspek afektif siswa yang selama ini sering terabaikan oleh beban kurikulum akademis.

Lagu ini hadir di saat dunia pendidikan Indonesia sedang berjuang melawan "tiga dosa besar" pendidikan, salah satunya adalah perundungan. Melalui lirik yang mudah dihafal, Abdul Mu'ti mencoba membangun ingatan kolektif pada anak-anak sejak usia dini bahwa harmoni dengan teman adalah fondasi kenyamanan belajar.

Dalam berbagai kesempatan, Mendikdasmen Abdul Mu'ti menekankan bahwa pendidikan tidak boleh hanya mengejar angka, tetapi juga kebahagiaan. Lagu "Rukun Sama Teman" dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan (joyful learning). Dari sudut pandang psikologi perkembangan, pendekatan lewat lagu jauh lebih efektif bagi anak-anak untuk menginternalisasi nilai dibandingkan dengan ceramah satu arah yang cenderung membosankan.

Lirik Lagu: Rukun Sama Teman

(Ciptaan: Abdul Mu'ti)

Semua insan ciptaan Tuhan

Berbeda rupa dan kemampuan

Mari saling menghormati

Jangan saling menyakiti

Tak ada guna permusuhan

Tak ada guna pertengkaran

Mari jalin persahabatan

Rukun sama teman

Banyak kawan kita tenang

Banyak sahabat kita hebat

Mari bergandeng tangan

Rukun sama teman

Semua insan ciptaan Tuhan

Berbeda rupa dan kemampuan

Mari saling menghormati

Jangan saling menyakiti

Tak ada guna permusuhan

Tak ada guna pertengkaran

Mari jalin persahabatan

Rukun sama teman

Banyak kawan kita tenang

Banyak sahabat kita hebat

Mari bergandeng tangan

Rukun sama teman

Banyak kawan kita tenang

Banyak sahabat kita hebat

Mari bergandeng tangan

Rukun sama teman

Rukun sama teman

Lahu ini dirilis oleh Kemendikdasmen pada awal Januarai 2026, dengan lirik yang ditulis langsung oleh menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti. Diaransemen oleh Dwiki Dharmawan dan dinyanyikan oleh penyanyi cilik Quinn Salman dan Prince Poetiray. Lagu ini disambut positif di berbagai platform media sosial dan menjadi tren di kalangan tenaga pendidik, tantangan nyata tetap berada pada level implementasi. Diharapkan lagu ini dapat menjadi pintu masuk bagi dialog yang lebih mendalam antara guru dan murid. Tanpa adanya teladan nyata dari lingkungan sekolah, lagu ini berisiko hanya menjadi seremoni pagi tanpa makna mendalam.

Kekuatan lagu ini terletak pada kesederhanaannya. Namun, kesederhanaan itulah yang justru menjadi senjata kuat untuk menyasar akar rumput pendidikan di pelosok daerah. Dengan lirik yang inklusif, lagu ini berusaha menghapus sekat-sekat perbedaan di antara siswa sejak dini.

Kehadiran lagu "Rukun Sama Teman" menandai era baru kepemimpinan kementerian yang lebih "membumi" dan berusaha masuk ke dunia anak-anak melalui pintu yang mereka sukai. Ini adalah langkah awal yang manis untuk membangun lingkungan sekolah yang lebih manusiawi. Jika pesan dalam lagu ini berhasil terwujud dalam perilaku sehari-hari, maka Indonesia selangkah lebih dekat menuju cita-cita sekolah sebagai rumah kedua yang aman bagi setiap anak.