Kamis, 19 Februari 2026
Walisongo Global Media
Entertainment

Fenomena Single's Inferno: Kenapa Kita Ketagihan Nonton Orang Cakep Terjebak di Pulau?

Admin WGM - Sunday, 15 February 2026 | 03:38 PM

Background
Fenomena Single's Inferno: Kenapa Kita Ketagihan Nonton Orang Cakep Terjebak di Pulau?
(koreaboo.com/)

Siapa yang nggak tahu Single's Inferno? Acara dating show asal Korea Selatan ini sukses bikin penonton global (termasuk kita di Indonesia) betah mantengin layar berjam-jam cuma buat lihat orang-orang berpenampilan menarik "terjebak" di pulau terpencil tanpa fasilitas mewah.

Tapi, apa sih yang bikin acara ini beda banget sama dating show Barat atau acara serupa lainnya? Ini bedahnya:

1. Konsep "Paradise vs Inferno" yang Genius

Daya tarik utamanya ada pada kontras yang ekstrem.

  • Inferno: Kamu harus masak sendiri dengan bahan seadanya, ambil air sendiri, dan panas-panasan. Di sini, karakter asli seseorang biasanya mulai kelihatan pas lagi capek atau lapar.
  • Paradise: Hotel bintang lima super mewah dengan makanan kelas dunia. Di sini, privasi terbuka dan kamu bisa tahu umur serta pekerjaan pasanganmu.
  • Sainsnya: Kontras ini memicu hormon stres (di Inferno) dan dopamin (di Paradise), yang bikin dinamika emosi para peserta jadi sangat intens dalam waktu singkat.

2. "Visual Overload" yang Terkurasi

Mari jujur, salah satu alasan kita nonton adalah karena pesertanya yang punya standar visual tinggi.

  • Di tahun 2026, tren skincare dan body goals yang dipamerkan di acara ini sering jadi referensi gaya hidup penontonnya. Setiap peserta punya persona: ada yang "Ice Queen", "Golden Retriever Boy", sampe yang "Alpha Male".

3. Drama Tanpa Teriakan (The Power of Silence)

Beda sama acara Barat yang penuh teriakan atau konfrontasi fisik, Single's Inferno lebih ke arah "perang psikologis".

  • Kekuatan Tatapan: Penonton diajak buat menganalisis gerak-gerik kecil—tatapan mata, cara menuang air, atau siapa yang duduk di sebelah siapa. Drama subtil inilah yang justru bikin netizen hobi bikin teori di media sosial.

4. Pelajaran "Dating Market" di Dunia Nyata

Secara nggak langsung, kita belajar soal dating market value. Kita lihat gimana seseorang yang tadinya sangat populer di hari pertama bisa tiba-tiba kehilangan pesona karena sikapnya, atau gimana "underdog" bisa menang karena kegigihan dan ketulusannya.

Kenapa Kita Suka Banget Nonton Ini pas Akhir Pekan?

Menurut psikologi, nonton dating show kayak gini adalah bentuk "Vicarious Dating". Kita ikut ngerasain deg-degannya jatuh cinta, sakit hatinya ditolak, dan bingungnya milih pasangan, tanpa harus ngerasain risiko patah hati di dunia nyata.

Apalagi kalau nontonnya bareng teman sambil "nge-ghibah" tingkah laku pesertanya, serunya jadi berkali-kali lipat!

Single's Inferno bukan cuma soal cari jodoh, tapi soal strategi, ego, dan pesona. Entah kamu tim yang suka loveline yang stabil atau tim yang suka chaos karena peserta yang suka "pindah ke lain hati", acara ini sukses jadi hiburan yang bikin kita lupa sejenak sama kerjaan hari Senin.