Kue Bapel Pekalongan, Jajanan Legendaris Sejak 1960 yang Wajib Jadi Oleh-oleh
Admin WGM - Sunday, 28 June 2026 | 06:00 PM


Jika berkunjung ke Pekalongan, rasanya belum lengkap tanpa mencicipi Kue Bapel, salah satu jajanan legendaris yang telah bertahan lebih dari enam dekade. Camilan ini dikenal sebagai kuliner khas Kota Batik dan masih dibuat menggunakan resep turun-temurun sejak tahun 1960, sehingga cita rasanya tetap autentik hingga sekarang.
Kue bapel sering dijuluki sebagai "waffle khas Indonesia" karena bentuknya menyerupai waffle dengan motif kotak-kotak. Meski demikian, tekstur dan rasanya memiliki karakter yang berbeda sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para penikmat kuliner tradisional.
Bentuk Mirip Waffle, Rasa Khas Nusantara
Sekilas, kue bapel memiliki bentuk menyerupai hati dengan permukaan bermotif kotak. Teksturnya berada di antara roti dan bolu karena menggunakan adonan berbahan dasar tepung yang difermentasi menggunakan ragi. Hasilnya adalah kue yang lembut, empuk, dan memiliki aroma khas.
Keistimewaan lainnya terletak pada isian potongan pisang di bagian tengah. Perpaduan rasa manis dari adonan dan aroma pisang membuat kue ini sangat cocok dinikmati bersama secangkir teh hangat atau kopi pada sore hari.
Resep Turun-temurun Sejak 1960
Salah satu penjual kue bapel yang paling dikenal adalah Kue Bapel Nyonya Hwa di Jalan HOS Cokroaminoto, Pekalongan Timur. Usaha keluarga ini mempertahankan resep asli sejak 1960 dan masih menjadi tujuan utama wisatawan yang ingin mencicipi bapel autentik.
Selain mempertahankan cita rasa, proses pembuatannya juga masih mengutamakan kualitas bahan sehingga menghasilkan tekstur yang lembut dan aroma yang khas.
Cocok Dijadikan Oleh-oleh
Selain disantap langsung, kue bapel juga banyak dibeli sebagai oleh-oleh khas Pekalongan. Bentuknya yang praktis dan rasanya yang disukai berbagai kalangan membuat jajanan ini sering dibawa pulang wisatawan setelah menikmati berbagai destinasi di Kota Batik.
Harganya pun relatif terjangkau, sehingga menjadi pilihan menarik selain batik maupun kuliner khas lainnya.
Kuliner Tradisional yang Tetap Bertahan
Di tengah menjamurnya berbagai makanan modern, kue bapel tetap mampu mempertahankan eksistensinya. Keunikan rasa, sejarah panjang, dan proses pembuatan yang diwariskan lintas generasi menjadikan camilan ini sebagai salah satu ikon kuliner Pekalongan yang patut dilestarikan.
Kue Bapel bukan sekadar camilan manis, tetapi juga bagian dari warisan kuliner Pekalongan yang telah bertahan sejak 1960. Dengan tekstur lembut, isian pisang yang khas, serta cita rasa yang autentik, jajanan legendaris ini menjadi pilihan tepat untuk dinikmati bersama keluarga maupun dijadikan oleh-oleh saat berkunjung ke Kota Batik.
Next News

Mengenal Tradisi Jumat Berkah: Makna Sosial dan Ide Menu Praktis untuk Berbagi
4 days ago

Menikmati Kehangatan Tradisi Berbagi Makanan Gratis Saat Agustusan di Pekalongan
16 days ago

Penawar Stres Paling Ampuh! Alasan Kelembutan Fluffy Cake Sukses Bikin Suasana Hati Langsung Naik Class
16 days ago

Cegah Lonjakan Gula Darah! Strategi Menukar Nasi Putih dengan Pangan Lokal
16 days ago

Bebas Gluten dan Lezat! Panduan Mengolah Tepung Mocaf dan Sagu Jadi Kue Kekinian
16 days ago

Superfood Lokal! 6 Makanan Pokok Indonesia Pengganti Nasi yang Lebih Rendah Glikemik
16 days ago

Kenyang Tak Harus Nasi! Mengenal Konsep Diversifikasi Pangan untuk Ketahanan Keluarga
16 days ago

Bebas Tekstur Lembek dan Berair, Menguasai Trik Mengolah Jamur Agar Tetap Kenyal dan Kaya Rasa Umami
17 days ago

Pelengkap Sempurna Momen Kebersamaan, Menelusuri Kehangatan Sajian Risol Sebagai Kudapan Favorit Sepanjang Masa
17 days ago

Bebas dari Rasa Pahit, Menguasai Rahasia Pengolahan Saus Kedelai Hitam Jjajangmyeon yang Gurih dan Legit
17 days ago





