Sabtu, 11 Juli 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Kilas Balik 7 Juli: Sejarah Lahirnya Hari Pustakawan Nasional dan Ikatan Pustakawan Indonesia

Admin WGM - Tuesday, 07 July 2026 | 01:30 PM

Background
Kilas Balik 7 Juli: Sejarah Lahirnya Hari Pustakawan Nasional dan Ikatan Pustakawan Indonesia
Sejarah hari pustakawan nasional (Tirto.id /)

Dunia literasi dan dokumentasi di Indonesia memiliki pilar-pilar sejarah yang kokoh, yang tidak dapat dipisahkan dari perjuangan para pengelola perpustakaan. Salah satu momentum paling bersejarah yang menjadi tonggak pengakuan profesi ini adalah peringatan Hari Pustakawan Nasional yang jatuh setiap tanggal tujuh Juli. Hari peringatan ini tidak lahir begitu saja, melainkan memiliki keterkaitan historis yang sangat erat dengan berdirinya Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI). Kehadiran organisasi profesi dan hari nasional ini menjadi bukti nyata atas komitmen bangsa dalam menghargai peran strategis pustakawan sebagai agen penyebar ilmu pengetahuan dan penjaga memori kolektif peradaban negara.

Sejarah berdirinya Ikatan Pustakawan Indonesia bermula dari sebuah kongres besar yang diselenggarakan pada tanggal lima hingga tujuh Juli tahun seribu sembilan ratus tujuh puluh tiga di Kota Ciawi, Bogor. Kongres yang diprakarsai oleh para tokoh perpustakaan, arsiparis, dan dokumentalis terkemuka pada masa itu bertujuan untuk menyatukan berbagai asosiasi perpustakaan daerah yang masih bergerak secara terpisah. Melalui musyawarah yang matang, pada hari terakhir kongres, yaitu tanggal tujuh Juli, secara resmi dibentuklah organisasi tunggal bernama Ikatan Pustakawan Indonesia. Guna mengabadikan momen persatuan yang bersejarah tersebut, tanggal tujuh Juli kemudian ditetapkan pula sebagai Hari Pustakawan Nasional.

Sebelum organisasi ini terbentuk, profesi pengelola perpustakaan di Indonesia sering kali dipandang sebelah mata dan belum memiliki standar kompetensi yang jelas. Kehadiran Ikatan Pustakawan Indonesia membawa angin segar bagi penataan karier, perlindungan hukum, dan peningkatan kualitas pendidikan para pustakawan di tanah air. Organisasi ini berperan aktif dalam merumuskan kode etik profesi, mendorong pembukaan program studi ilmu perpustakaan di berbagai universitas, serta menjalin kerja sama internasional demi menyejajarkan kualitas kepustakawanan domestik dengan standar global.

Seiring berjalannya waktu, peran yang diemban oleh para pustakawan kini semakin dinamis, terutama dalam menghadapi arus digitalisasi informasi pada abad ke-21. Peringatan Hari Pustakawan Nasional setiap tahunnya bukan sekadar seremoni pengingat sejarah masa lalu, melainkan sebuah momentum refleksi untuk memperkuat literasi bangsa di era modern. Melalui dedikasi yang tinggi, Ikatan Pustakawan Indonesia terus mengawal para anggotanya agar adaptif dalam mengelola perpustakaan digital, memerangi disinformasi, dan menyediakan akses pengetahuan yang inklusif. Menghargai hari bersejarah ini berarti kita turut mendukung terciptanya masyarakat Indonesia yang cerdas, kritis, dan berbudaya luhur.