Kamis, 19 Februari 2026
Walisongo Global Media
Entertainment

Jejak Karier Soleh Solihun dari Redaksi Majalah Musik hingga Kursi Panas Juri Indonesian Idol

Admin WGM - Thursday, 29 January 2026 | 01:02 PM

Background
Jejak Karier Soleh Solihun dari Redaksi Majalah Musik hingga Kursi Panas Juri Indonesian Idol
Foto Soleh Solihun (Benteng Sumbar/)

Kehadiran Soleh Solihun dalam jajaran juri Indonesian Idol musim terbaru 2026 menandai babak baru dalam sejarah ajang pencarian bakat tersebut. Publik mungkin lebih mengenal Soleh sebagai komika dengan persona yang polos dan sering melontarkan pertanyaan tak terduga. Namun, bagi para penggiat industri kreatif, penunjukan Soleh adalah bentuk apresiasi terhadap rekam jejaknya sebagai wartawan musik yang memiliki ketajaman visi dalam menilai kualitas sebuah karya dan talenta.

Integritas Pena di Balik Meja Redaksi

Lahir di Bandung pada 2 Juni 1979, lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran ini memulai pengabdiannya di dunia jurnalistik sejak masa kuliah. Karier profesionalnya melesat saat ia bergabung dengan majalah Trax dan puncaknya di Rolling Stone Indonesia. Sebagai wartawan musik, Soleh tidak hanya sekadar menulis profil penyanyi, ia adalah kurator yang kritis. Ia masuk ke lorong-lorong belakang panggung, mewawancarai legenda musik, dan membedah struktur album dengan objektivitas yang tinggi.

Kekuatan utama Soleh terletak pada kemampuannya menjaga jarak yang pas antara dirinya sebagai wartawan dan narasumber. Pengalaman bertahun-tahun mengulas berbagai genre musik memberikannya perpustakaan referensi yang luas. Hal inilah yang menjadi modal kuat saat ia harus memberikan penilaian di depan kamera. Ia tidak menilai sekadar berdasarkan merdu atau tidaknya suara seorang kontestan, melainkan dari sudut pandang orisinalitas dan karakter dua hal yang selalu ia cari saat masih aktif menulis ulasan musik.

Transformasi Menuju Juri yang Mengedukasi

Transisi Soleh dari balik layar menuju sorotan lampu studio televisi tidak mengubah jati dirinya. Gaya bicaranya yang lugas dan skeptis justru menjadi pembeda di tengah juri lain yang mungkin lebih fokus pada teknik vokal murni. Sebagai juri Indonesian Idol, Soleh berperan sebagai representasi mata publik dan telinga pengamat musik. Ia sering kali memberikan komentar yang melampaui urusan nada, seperti bagaimana seorang penyanyi harus mampu bercerita dan memiliki aura yang mampu "menjual" karya di industri yang sesungguhnya.

Keputusan produser menempatkan mantan jurnalis di kursi juri adalah langkah cerdas untuk memberikan perspektif industri yang lebih komprehensif. Soleh membawa misi edukasi bagi para kontestan muda agar tidak hanya mengejar popularitas instan, tetapi juga memahami esensi menjadi seorang seniman musik yang autentik. Keberadaannya membuktikan bahwa pengetahuan mendalam tentang sejarah musik dan konsistensi dalam berkarya adalah aset yang tak lekang oleh zaman.

Menjaga Standar Kualitas Industri

Karier Soleh Solihun adalah bukti nyata bahwa profesionalisme dalam bidang jurnalistik dapat membuka pintu di berbagai sektor kreatif lainnya. Ia tetap menjadi sosok yang sama; kritis, apa adanya, dan tetap memiliki rasa ingin tahu yang besar. Melalui peran barunya ini, Soleh secara tidak langsung sedang menulis ulasan musik dalam format yang berbeda, di mana setiap komentar yang ia lontarkan adalah catatan kritis bagi masa depan musik Indonesia.

Kehadirannya di panggung sebesar Indonesian Idol memberikan harapan bahwa industri musik Indonesia akan terus dipantau oleh orang-orang yang memang mencintai dan memahami musik dari akarnya. Perjalanan dari wartawan musik menjadi juri nasional ini menjadi inspirasi bahwa ketekunan dalam satu bidang akan selalu menemukan panggung yang tepat pada waktunya.