Jangan Salah Semprot! Ini Bedanya Jenis APAR Foam, Powder, hingga CO2 Berdasarkan Jenis Kebakaran
Admin WGM - Tuesday, 16 June 2026 | 06:00 PM


Kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana kebakaran di sektor domestik maupun industri manufaktur kini menjadi prioritas utama yang terus ditekankan oleh dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan setempat. Berdasarkan data evaluasi keselamatan kerja, mayoritas kegagalan penanganan awal pada titik api sering kali disebabkan oleh minimnya literasi masyarakat mengenai jenis media pemadam yang sesuai serta kekeliruan dalam prosedur pengoperasian alat penjinak api harian. Guna menekan angka kerugian material dan korban jiwa, para pakar keselamatan kerja gencar menyosialisasikan panduan praktis mengenai klasifikasi Alat Pemadam Api Ringan atau APAR berdasarkan kelas kebakaran serta teknik penggunaannya yang aman dan terukur.
Para ahli teknik keselamatan menjelaskan bahwa media pengisi tabung APAR memiliki karakteristik kimiawi khusus yang dirancang secara spesifik untuk memadamkan jenis bahan bakar tertentu yang memicu kobaran api. Kesalahan dalam memilih jenis tabung pemadam tidak hanya membuat upaya pemadaman menjadi tidak efektif, melainkan dapat memicu risiko ledakan baru atau hantaran arus listrik yang membahayakan nyawa petugas pemadam di lapangan. Oleh karena itu, pengenalan terhadap lambang visual, kode warna, dan jenis material pemadam yang tertera pada badan tabung merupakan langkah krusial yang wajib dikuasai oleh setiap pengelola gedung dan anggota keluarga di rumah.
Klasifikasi pertama yang paling umum ditemukan adalah APAR jenis air atau water yang sangat efektif untuk menjinakkan kebakaran Kelas A, yaitu kebakaran yang dipicu oleh bahan padat non-logam seperti kertas, kayu, kain, dan plastik kering. Namun, penggunaan media air ini dilarang keras untuk diaplikasikan pada kebakaran Kelas B yang melibatkan zat cair mudah terbakar seperti bensin, minyak, atau solar, serta kebakaran Kelas C yang melibatkan instalasi kelistrikan bertegangan tinggi. Untuk mengatasi kebakaran Kelas B dan C, masyarakat diimbau untuk menyediakan APAR jenis karbon dioksida atau CO2 serta jenis tepung kimia kering atau dry chemical powder yang bekerja secara efektif memutus pasokan oksigen tanpa menghantarkan arus listrik.
Selain ketepatan dalam memilih jenis media pemadam, penguasaan teknik operasional yang cepat dan presisi menjadi faktor penentu keberhasilan dalam mengisolasi titik api sebelum meluas. Metode standar internasional yang sangat direkomendasikan karena terbukti mudah diingat dalam kondisi panik adalah metode PASS, sebuah akronim taktis yang mengatur urutan gerakan motorik penanganan tabung. Langkah pertama dalam metode ini adalah Pull atau menarik pin pengaman yang terletak pada bagian tuas atas tabung, diikuti dengan langkah kedua yaitu Aim atau mengarahkan corong selang pemadam tepat menuju ke pusat pangkal titik api, bukan ke arah puncak kobaran lidah api.
Prosedur kemudian dilanjutkan dengan langkah ketiga, yaitu Squeeze atau menekan tuas pegangan secara penuh untuk menyemburkan seluruh material pemadam keluar dari dalam tabung bertekanan tinggi tersebut. Langkah terakhir yang tidak kalah krusial adalah Sweep, yaitu gerakan menyapu atau mengibaskan ujung selang dari sisi ke sisi secara merata hingga seluruh permukaan bahan yang terbakar tertutup oleh media pemadam secara sempurna. Selama proses penyemprotan berlangsung, petugas pemadam mandiri diwajibkan untuk selalu memperhatikan arah hembusan angin dan mengambil posisi berdiri searah dengan dorongan angin guna menghindari risiko paparan asap beracun dan jilatan api balik.
Melalui diseminasi panduan keselamatan dasar mengenai manajemen penggunaan alat pemadam api ini, publik diharapkan dapat mengubah paradigma dalam memandang tabung merah APAR tidak sekadar sebagai pemenuh regulasi formalitas kelayakan gedung semata. Kesadaran untuk merawat, melakukan pengecekan tekanan berkala, serta melatih kemampuan motorik seluruh penghuni rumah merupakan wujud nyata dari investasi sistem proteksi dini yang mandiri. Dengan menguasai teknik pemilahan media dan konsisten menerapkan metode PASS secara benar, institusi keluarga dan pelaku usaha dapat menciptakan ruang hidup yang protektif sekaligus memastikan penanggulangan darurat kebakaran dapat diselesaikan secara beradab dan aman di masa depan.
Next News

Terapkan Prinsip K3 di Rumah, Ini Tips Metode 5R Bikin Kamar Kost Lebih Rapi dan Aman
4 hours ago

Isi Libur Muharam, 5 Ide Kegiatan Kreatif Bertema Islami Ini Seru Dilakukan Bareng Keluarga
10 hours ago

Cegah Risiko Terpeleset, Ini 5 Trik Modifikasi Rumah yang Aman dan Ramah untuk Lansia
a day ago

Jangan Diam Saja, Ke Mana Harus Melapor Jika Menemukan Kasus Penelantaran Lansia?
a day ago

Stop Membentak! Gunakan 4 Trik Komunikasi Ini Saat Menghadapi Lansia yang Keras Kepala
a day ago

Demi Kebaikan Bersama, Ini Pentingnya Menjaga Kewarasan Mental Saat Merawat Lansia di Rumah
a day ago

Bukan Cuma Fisik, Ini 5 Bentuk 'Elder Abuse' pada Lansia yang Kerap Gak Kita Sadari
a day ago

Saatnya Muhasabah, Ini 5 Cara Memaknai Esensi Hijrah untuk Menjadi Pribadi yang Lebih Baik
a day ago

Sering Disebut Lebaran Anak Yatim, Ini Makna di Balik Tradisi Berbagi di Hari Asyura
a day ago

Bisa Menghapus Dosa Setahun Lalu, Ini Panduan Lengkap Puasa Tasu'a dan Asyura di Bulan Muharam
a day ago





