IJD Dorong Pertumbuhan Ekonomi Baru, Jateng Prioritaskan Akses Jalan ke Kawasan Wisata
Admin WGM - Thursday, 25 June 2026 | 01:15 PM


Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) dinilai memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. Selain meningkatkan konektivitas antarwilayah, program tersebut juga membuka akses menuju kawasan pertanian, perikanan, hingga destinasi pariwisata yang menjadi penopang ekonomi masyarakat.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan manfaat program IJD telah dirasakan langsung oleh masyarakat, baik di pedesaan maupun perkotaan. Karena itu, pemerintah provinsi berencana memprioritaskan pembangunan jalan yang mendukung aktivitas ekonomi dan akses menuju kawasan wisata pada usulan program berikutnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Luthfi saat mengikuti peresmian bantuan IJD secara daring dari Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (23/6/2026). Menurutnya, program tersebut berperan penting dalam membuka konektivitas dan memunculkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah.
Pada tahun anggaran 2025, Jawa Tengah memperoleh 30 paket pembangunan dan peningkatan jalan daerah dengan total panjang mencapai 132,62 kilometer. Program tersebut didukung anggaran sebesar Rp493,28 miliar dan tersebar di 19 kabupaten/kota.
Kabupaten Blora menjadi daerah dengan alokasi terbesar, yakni penanganan jalan sepanjang 20,81 kilometer dengan nilai anggaran mencapai Rp93,21 miliar.
Melihat dampak positif yang dihasilkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali mengajukan usulan pembangunan jalan sepanjang 36,3 kilometer serta pembangunan jembatan sepanjang 249,7 meter untuk pelaksanaan pada 2027.
Luthfi menegaskan sektor pariwisata akan menjadi salah satu fokus pengembangan infrastruktur ke depan. Akses menuju objek wisata, desa wisata, dan kawasan ekonomi baru dinilai perlu diperkuat agar mampu meningkatkan pergerakan ekonomi masyarakat.
Selain pembangunan jalan daerah, Pemprov Jawa Tengah juga terus berupaya menjaga kualitas jalan provinsi. Pada 2026, tingkat kemantapan jalan ditargetkan kembali mencapai 94 persen setelah sebelumnya mengalami penurunan akibat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi pada awal tahun.
Sementara itu, Bupati Blora, Arief Rohman, menyebut program IJD telah membantu meningkatkan aksesibilitas di wilayah perbatasan dan antarkecamatan. Menurutnya, daerah yang sebelumnya sulit dijangkau kini semakin terbuka sehingga aktivitas ekonomi masyarakat menjadi lebih berkembang.
Di tingkat nasional, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan merupakan faktor penting dalam memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Melalui program IJD tahun anggaran 2025, pemerintah telah menangani sekitar 1.151 kilometer jalan yang tersebar di 37 provinsi.
Presiden menilai keberadaan jalan yang memadai akan memperlancar distribusi hasil pertanian, perkebunan, perikanan, serta berbagai komoditas lainnya dari daerah menuju pasar dan pusat industri. Dengan konektivitas yang semakin baik, biaya distribusi dapat ditekan dan pertumbuhan ekonomi daerah dapat dipercepat.
Next News

Bukan Pelit! Mengenal Frugal Living dan Cara Menerapkannya Tanpa Siksaan
a day ago

Berada di Jalur Sutra Modern: Mengapa Posisi Geopolitik Asia Tenggara Sangat Strategis?
2 days ago

Rupiah Keok Lagi! Nyaris Tembus Level Psikologis Rp18.000 per Dolar AS Pagi Ini
5 days ago

Rumor PHK Tokopedia Mencuat, GoTo Tegaskan Operasional dan Keuangan Grup Tetap Aman
5 days ago

Grafik Menanjak di Awal Juli, Ini Daftar Lengkap Harga Emas Batangan di Pegadaian Hari Minggu
5 days ago

Uang Tabungan Lenyap Seketika? Waspadai 4 Modus Penipuan Perbankan Digital Terbaru
5 days ago

Pajak JHT dan THR Disamakan? Pakar Nilai Kebijakan Baru Belum Sepenuhnya Adil
10 days ago

Cara Memulai Bisnis Kuliner Seafood Rumahan dengan Modal Terjangkau
12 days ago

Asuransi Murni vs Unit Link: Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Jangka Panjang?
12 days ago

Cara Mudah Menghitung Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa Agar Keluarga Aman
12 days ago





